Breaking News:

Ayo Kuliah Bahasa Mandarin, Industri di Batam Butuh SDM Trampil Bahasa Mandarin

Tingkat kemahiran mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Mandarin di Universitas Universal dinilai sebagai yang tertinggi di seluruh Indonesia.

ISTIMEWA
Universitas Universal, yang berlokasi di wilayah Sei Panas, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, membuka program studi Pendidikan Bahasa Mandarain guna memenuhi kebutuhan pendidikan perguruan tinggi dalam bidang bahasa mandarin. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kebutuhan akan tenaga kerja yang mahir berbahasa Mandarin kian meningkat di lingkungan industri dan perusahaan di Kota Batam

Keterampilan berbahasa asing, khususnya mandarin, kian banyak bermunculan sebagai salah satu syarat di lowongan kerja beberapa perusahaan.

Atas pertimbangan itu, Universitas Universal, yang berlokasi di wilayah Sei Panas, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, membuka program studi Pendidikan Bahasa Mandarain guna memenuhi kebutuhan pendidikan perguruan tinggi dalam bidang bahasa mandarin.

Dibentuk sejak 2015, lalu mulai aktif menerima mahasiswa di tahun 2016, hingga saat ini, prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, Fakultas Bahasa, Universitas Universal menjadi perintis prodi pendidikan bahasa mandarin pertama di Kota Batam, bahkan di seluruh universitas di pulau Sumatera.

"Total di seluruh Indonesia, hanya ada 28 universitas yang memiliki prodi yang berkaitan dengan bahasa mandarin. Untuk Batam ini kita yang pertama, sedangkan kalau untuk prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, kita yang pertama di pulau Sumatera," ujar Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Dr. Herman, MTCSOL.

Pertama kali menerima mahasiswa angkatan awal, prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, Universitas Universal, menampung sebanyak 32 mahasiswa di tahun 2016.

Jumlah ini semakin meningkat dari tahun ke tahun seiring ketertarikan serta kebutuhan calon mahasiswa di Batam terhadap Bahasa Mandarin yang kian berkembang.

"Pertama kali kita menerima 32 mahasiswa, sekarang sudah sekitar 80-an, kalau ditanya peminat, peminat kita cukup banyak, hanya saja terkendala kurangnya tenaga pengajar saja," jelas Herman.

Saat ini, Universitas Universal mempekerjakan delapan orang dosen tetap, dan enam dosen honorer.

Tenaga-tenaga pendidik ini telah melalui seleksi yang cukup ketat sebelum mengajar di Universitas Universal, dan hampir seluruhnya adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dengan kualifikasi memadai sebagai dosen Pendidikan Bahasa Mandarin.

Halaman
12
Penulis: Hening Sekar Utami
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved