Breaking News:

WAWANCARA EKSKLUSIF

Dirkrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto : Pelaku Trafiking Tak Punya Hati Nurani

Kasus perbudakan WNI yang jadi ABK kapal ikan berbendera China membuat heboh. Ini kata Direktur Reserse kriminal Umum Polda Kepri.

TribunBatam.id/Alamudin Hamapu
Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Arie Dharmanto 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kasus perbudakan WNI yang menjadi awak (ABK) kapal ikan berbendera China membuat heboh di seluruh Indonesia.

Sebab, ada video ABK yang dilarung ke laut karena meninggal dunia. Ada juga jasad ABK yang disimpan di dalam freezer.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri mengungkap salah satu kasus, yakni kapal Lu Huang Yuan Yu.

Sejumlah orang sudah ditahan, termasuk agen yang merekrut pekerja itu. Mereka dijerat menggunakan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Berikut lanjutan wawancara Tribun Batam (TB) dengan Direktur Reserse kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto (AD), Senin (27/7) lalu.

Bagaimana menurut Anda jeratan hukuman untuk para pelaku? Apakah perlu ditambah?

Aturan sudah cukup, tinggal bagaimana sosialisasinya. Soalnya pemahaman masyarakat masih kurang paham terkait TPPO ini.

TAK Kuat Bayar Bunga Rp 54 Juta Sebulan, Warga Batam Ini Dikejar Renternir dan Diusir dari Rumahnya

Apakah selama menangani kasus kemanusiaan ini Anda pernah mendapatkan intervensi atau tekanan, baik dari instansi terkait atau orang-orang dari pihak pelaku?

Sejauh ini belum. Karena sebagian besar, katakanlah untuk level pimpinan kelompok ini paham dengan undang-undang TPPO ini, UU-nya lex specialis atau khusus.

Karena itu, TPPO ini menjadi atensi dan perhatian pemerintah dan aparat hukum. (Catatan redaksi: lex specialis adalah asas penafsiran hukum yang menyatakan bahwa hukum yang bersifat khusus (lex specialis) mengesampingkan hukum yang bersifat umum (lex generalis)

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved