Breaking News:

Kronologi Rentenir & Debt Collector Diamankan Polisi di Batam, Mengaku Dekat dengan Pejabat Polisi

Kejadian berawal dari urusan utang piutang, hingga pelaku meminta orang suruhannya mengusir paksa korban dari rumahnya

TRIBUNBATAM.id/ALAMUDIN HAMAPU
Pelaku dan preman bayarannya saat sebelum diamankan Dirreskrimum Polda Kepri. 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Aksi Jamianto dan orang suruhannya yang menagih utang dan mengusir paksa seorang pemilik rumah di Batam, berakhir di kantor polisi.

Jamianto yang diketahui bekerja sebagai rentenir ini ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri bersama debt collector-nya, Hermanto di kawasan perumahan Hang Lekir, Legenda Malaka blok D4 Nomor 2, Kecamatan Batamkota, Kota Batam, Kepri.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid mengatakan, kronologi pengusiran tersebut bermula pada tanggal 29 Juli 2020 lalu di rumah korban, Harianto.

Rumahnya didatangi oleh pelaku Hermanto dan preman bayaran dengan maksud mengusir Harianto untuk keluar dari rumahnya.

"Para pelaku memaksa pemilik rumah untuk mengosongkan rumah tersebut, karena korban sudah meminjam uang pelaku Jamianto dan di mana telah membuatkan akta jual beli (AJB) pada salah satu notaris di Batam, tanpa sepengetahuan dari Harianto (korban)," jelas Ruslan, Sabtu (1/8/2020).

Poros Baru Pilwako Batam, Ahmad Hijazi-Surya Makmur Nasution Jadi Calon Pesaing Rudi-Amsakar

Daftar 37 Pasien Baru Terkonfirmasi Covid-19 di Tanjungpinang, 12 di Antaranya Klaster Pemprov Kepri

Menurut polisi, korban mengaku meminjam uang sebesar Rp 450 juta dan dipaksa membayar bunga 15 persen dengan jumlah Rp 54 juta per bulannya.

"Korban sudah membayar selama 2 bulan. Namun di bulan ketiga, korban hanya menyerahkan Rp 30 juta," ujarnya.

Korban awalnya melakukan pinjaman di salah satu BPR dan ia hendak memindahkan pinjamannya tersebut ke BPR lain dan didatangi oleh salah seorang teman rentenir dan mengaku sebagai marketing salah satu BPR.

"Akhirnya korban mau melakukan top up di BPR tersebut tapi tidak mengetahui kalau uang yang diterimanya tersebut dari rentenir tersebut. Ia berpikir uang tersebut dari BPR yang hendak dipinjamnya tersebut," jelasnya lagi.

Kemudian pada Kamis (30/7/2020), korban melapor kejadian yang dialaminya ke Polda Kepri atas dugaan memberikan keterangan yang tidak benar dalam akta, pemerasan dan memasuki pekarangan tanpa izin.

Halaman
12
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved