Breaking News:

Kemenkes: Obat Tradisional atau Herbal Tak Bisa Menggantikan Peran Vaksin Covid-19

penelitian obat tradisional juga dilakukan berbagai pihak untuk membantu proses penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini.

Editor: Anne Maria
scmp
ILUSTRASI - Vaksin Corona di China 

Editor: Anne Maria

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Pandemi virus Corona masih belum mereda di berbagai negara.

Di Indonesia, jumlah pasien Covid-19 pun masih terus menunjukkan angka kenaikan.

Obat atau vaksin Covid-19 pun maish terus ditunggu masyarakat Indonesia dan dunia.

Pembuatan vaksin masih dalam proses hingga akhirnya dapat diberikan kepada manusia.

Di tengah upaya itu, penelitian  obat tradisional juga dilakukan berbagai pihak untuk membantu proses penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) Akhmad Saikhu mengatakan, bahwa obat satu-satunya adalah anti-virus berupa vaksin, yang mana masih dalam proses penelitian hingga saat ini.

Anak Jadi Demam Setelah Vaksinasi? Berikut Kiat-kiat Untuk Orangtua Menghadapinya

UPDATE Covid-19 di Tanjungpinang: Bertambah 3 Pasien Positif Corona, Riwayat Perjalanan dari Medan

Oleh karena itu, penggunaan  obat tradisional tidak dapat menyembuhkan Covid-19.

“Jamu ( obat tradisional,red) ini adalah untuk komorbit dari Covid-19, artinya bisa dipergunakan untuk meringankan gejala-gejala penyerta,” kata Akhmad Saikhu saat berdialog melalui ruang digital di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Ia menjelaskan, bahwa yang dimaksud dengan obat tradisional terdiri dari tiga kategori yaitu jamu, obat herbal terstandarisasi dan fitofarmaka.

Obat-obat tersebut juga harus memenuhi syarat seperti tidak menimbulkan efek samping dan tidak mengganggu fungsi hati ataupun ginjal.

Mengenai kegiatan mencampur ramuan-ramuan jamu atau oplosan, Badan Litbang Kesehatan Kemenkes sudah mengeluarkan daftar ramuan jamu yang dapat dikonsumsi secara langsung sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan.

Akhmad juga mengimbau masyarakat yang memang biasa mengonsumsi jamu, supaya tetap meneruskan pengonsumsian selama jamu tersebut dapat meningkatkan daya tahan tubuh atau meringankan gejala penyakit.

Cerita WNI Saat Ledakan di Beirut Lebanon: Hembusan Angin Sampai Pecahkan Kaca & Meretakkan Dinding

Unair DO Mahasiswa Pelaku Pelecehan Seksual Fetish Kain Jarik, G Dinilai Mencoreng Nama Baik Kampus

"Untuk masa-masa Covid-19 ini, justru ditingkatkan saja takarannya,” tambahnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved