Breaking News:

Menteri Pariwisata Sebut Medical Tourism adalah Gagasan Segar untuk Genjot Wisatawan ke Batam

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada periode Juni 2020 mengalami penurunan sebesar 8

Instagram/ainaatirah
Jembatan Barelang sebagai satu landmark terkenal di Batam 

Editor: Eko Setiawan

TRIBUNBATAM.id |JAKARTA - Industri pariwisata sangat tedampak ditengah Pandemi Covid-19 saat ini.

Pandemi Covid-19 telah menghantam perekonomian global. Salah satu sektor yang paling terdampak secara signifikan adalah industri pariwisata.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada periode Juni 2020 mengalami penurunan sebesar 88,82 persen dibanding kunjungan di periode yang sama sebelumnya.

Hanura Resmi Usung Isdianto dan Suryani di Pilkada Kepri, Ini Bukti Keseriusan Kami

Mulai Ubek-ubek Zona Bisnis, Donald Trump Siap Blokir TikTok dan WeChat di Amerika Serikat

Sahkan RPP APBD Batam 2019, DPRD Batam Minta Pemko Lebih Cermat Susun Proyeksi Pendapatan

Kerugian dan penurunan jumlah wisatawan ini terjadi di berbagai kota-kota besar seperti Bali, Bandung, Padang, Aceh, Semarang, Kalimantan.

Berbeda dengan kota-kota tersebut, Batam secara mengejutkan malah mengalami kenaikan jumlah wisatawan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam di bulan Mei 2020, terdapat 1.798 kunjungan ke kota Bandar Madani tersebut. Itu artinya, telah terjadi kenaikan sebesar 58,59%.

Tentunya ini merupakan angka yang cukup impresif di tengah merosotnya industri pariwisata global.

Haris Lambey, satu di antara bakal calon wali kota Batam, mengatakan, untuk mempertahankan kondisi baik pariwisata Batam ini diperlukan perhatian dan dukungan khusus.

Anggota aktif Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Kepri yang sebelumnya pernah berdinas di Ditpolairud Polda Kepri selama 7 tahun ini telah menyiapkan program khusus untuk mendongkrak pariwisata di sana.

“Selain menciptakan lapangan pekerjaan dan pendidikan gratis, nantinya kita bisa memajukan pariwisata Batam dengan pembangunan fasilitas kesehatan bertaraf internasional seperti di Singapura. Selama ini kan kita tahu kalau artis, pejabat, kalau sakit berobatnya ke sana. Rencananya nanti Batam akan punya rumah sakit setaraf Mount Elizabeth Hospital Orchard,” ujar Haris pada keterangannya (7/8/2020).

Haris menambahkan, keinginannya ini bertujuan untuk mengalihkan aliran wisatawan lokal yang tadinya ke Orchard, Singapura dan Penang, Malaysia, menjadi ke Batam.

Dia optimis dengan keberhasilan program ini. Perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) tersebut yakin Batam adalah kota yang tepat untuk program ‘medical tourism’.

“Insya Allah saya yakin pada potensi Batam untuk wisata medis. Tentunya selain pembangunan infrastruktur rumah sakit dengan fasilitas kesehatan yang mumpuni, kita akan usahakan SDM dokter-dokter terbaik dari Asia Tenggara, baik dokter-dokter top Indonesia, maupun dokter Singapura dan Malaysia. Tentunya untuk menjamin kualitas layanan kesehatan ini."

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Medical Tourism, Gagasan Segar untuk Genjot Wisatawan ke Batam

Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved