BATAM TERKINI
Keluarga Syok, Warga Belakangpadang Batam Meninggal Dunia Setelah Ditangkap Polisi
Amah merasa syok. Karena ia melihat muka suaminya sudah diperban dan di-wrapping rapi.
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Seorang warga Kecamatan Belakangpadang, Batam, atas nama Hendri Alfred Bakari (38) meninggal dunia pada Sabtu (8/8/2020).
Amah Handayani, istri Hendri Alfred Bakari menuturkan, suaminya diamankan oleh sekelompok orang yang belakangan merupakan anggota kepolisian di sebuah kelong di kawasan Belakangpadang.
"Ia (Hendri) ditangkap di Kelong tempat dia sehari-hari beraktivitas," ujarnya sambil meneteskan air mata.
Menurutnya, setelah ditangkap pada Jumat (7/8/2020), suaminya dibawa kembali ke rumahnya untuk dilakukan penggeledahan pencarian barang bukti.
"Setelah ditangkap belum ada kabar. Kemaren sekitar pukul 17: 00 Wib, suami saya sudah di Polresta Berelang, dan saat penggeledahan kelihatan muka suami saya bengkak dan lebam," ujarnya dengan suara terbata-bata.
• Saling Tunjuk saat Rapat, Hearing di Komisi I DPRD Batam Nyaris Ricuh
• Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Suryani antar Bantuan Multivitamin untuk Tenaga Analisis BTKLPP Batam
"Mak kami tak apa apa," ujar istrinya menirukan suara Hendri.
Amah, istri Hendri melanjutkan, usai dilakukan penggeledahan di rumahnya, akhirnya pada Sabtu (8/8/2020) keluarga dijemput untuk dibawa ke Polresta Barelang untuk membesuk Hendri.
"Lepas Dzuhur katanya boleh jenguk. Kami dibawa dan diminta identitas keluarga. Kami disediakan boat, dibawa ke Polresta dan mereka bilang kami juga akan diantarkan pulang," ujarnya.
Sesampainya Amah dan seorang anggota keluarga di kantor polisi, mereka diajak masuk ke ruangan Satresnarkoba Polresta Barelang.
"Kami di dalam ruangan disampaikan suami saya sudah meninggal dan saat ini sudah berada di rumah sakit Budi Kemuliaan," ujarnya.
Saat melihat suaminya di rumah sakit, Amah merasa syok. Karena ia melihat muka suaminya sudah diperban dan di-wrapping rapi.
Amah menyatakan ia dan pihak keluarganya merasa janggal dengan kematian suaminya.
"Dia di awal sebelum ditangkap keadaan sehat, kalau memang salah maka ya harus diproses secara umum. Masa dijemput hidup pulang sudah tidak bernyawa," ujarnya..
Dari pantauan Tribun Batam di ruang instalasi pemulasaraan jenazah, keluarga ramai memadati ruangan tersebut.
Suasana berkabung terlihat di ruang jenazah RSBK Batam.
Terlihat juga anggota kepolisian dari Satresnarkoba Polres Barelang juga berada di ruang instalasi pemulasaraan jenazah..
(TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0808kamar-mayat-rsbk-batam.jpg)