Rabu, 20 Mei 2026

TRIBUN WIKI

Mengapa Pembuluh Darah Berwarna Biru Padahal Darah Berwarna Merah? Sains Jelaskan

Garis pembuluh darah tersebut berwarna biru. Padahal, seperti yang kita ketahui, darah adalah cairan yang berwarna merah.

Tayang:
(Kompas.com/Ersianty Peginusa Wardhani)
Replika Pembuluh Darah yang Terdiri dari Pembuluh Nadi (arteri) dan Pembuluh Balik (vena) 

Editor: Widi Wahyuning Tyas

TRIBUNBATAM.id - Pernahkah Anda memperhatikan garis pembuluh darah yang tampak samar-samar di permukaan kulit?

Garis pembuluh darah tersebut berwarna biru.

Padahal, seperti yang kita ketahui, darah adalah cairan yang berwarna merah.

Berikut penjelasannya.

Kehilangan muatan oksigen

David Feldman dalam buku Mengapa Hidung Anjing Basah? dan mengapa-mengapa lainnya (2006), Dr. Frank Davidoff, executive vice-president Amerika College of Physicians mengatakan pembuluh darah berwarna biru karena merupakan pembuluh darah yang cukup besar.

Pembuluh darah tersebut kehabisan muatan oksigennya.

Itu cukup dekat dengan permukaan kulit sehingga Anda dapat melihat warna biru dari darah.

Pada sel-sel darah merah yang jumlahnya sekitar 40 persen volume darah terdapat pigmen pembawa oksigen yang disebut hemoglobin.

Sewaktu sel darah merah mengalir melalui paru-paru, hemoglobin tersebut mengambil oksigen dan mengikatnya.

Dalam proses tersebut berubah warna menjadi merah cerah.

Kombinasi hemoglobin dan oksigen disebut oksihemoglobin.

Oksihemoglobin dipompa dari jantung dengan tekanan melalui pembuluh-pembuluh darah besar muskular yang disebut arteri.

Dalam jaringan-jaringan otot, sel-sel darah merah dengan oksihemoglobin akhirnya melewati pembuluh-pembuluh darh kecil yang disebut kapiler.

Di mana melepaskan oksigen kepada sel-sel tubuh untuk digunakan dalam proses metabolisme.

Sewaktu hemoglobin kehilangan oksigennya, hemoglobin berubah warna menjadi biru keunguan gelap.

Mereka terkumpul di pembuluh vena yang semakin lama semakin besar dalam perjalanan kembali ke jantung.

Sementara berbagai vena terbesar berada jauh di dalam jaringan otot.

Sejumlah pembuluh vena yang agak besar terletak tepat di bawah kulit.

Di mana kamu bisa melihat warna biru darah jika kulit kamu tidak mengandung terlalu banyak pigmen cokelat (melanin) yang bisa menyamarkan warna tersebut.

Cahaya menembus kulit

Melansir Kompas dari Live Science, pembuluh darah tampak biru karena cahaya menerangi dan menembus kulit.

Cahaya biru dan merah menembus dengan berbagai tingkat keberhasilan.

Para ilmuwan menyatakan cahaya biru tidak melewati jaringan kulit manusia sedalam cahaya merah.

Maka pembuluh darah vena yang berdekat dengan permukaan kulit cenderung memantulkan cahaya biru kembali ke mata.

Darah berwarna gelap yang dibawa pembuluh darah cenderung menyerap cahaya merah lebih banyak dan memantulkan cahaya biru.

Darah yang ada di tubuh selalu berwarna merah.

Darah kaya oksigen yang berwarna merah cerah saat keluar dari jantung.

Kemudian darah yang diantar kembali oleh pembuluh darah vena berwarna merah gelap.

Sistem peredaran darah manusia

Inilah yang terjadi pada darah di dalam tubuh.

Jantung memompa darah ke paru-paru untuk mengambil oksigen.

Darah yang kaya oksigen kemuidan dipompa ke tubuh melalui arteri.

Warnanya merah terang pada titik tersebut.

Dari arteri darah mengalir melalui pembuluh darah kecil yang disebut kapiler.

Dalam pembuluh darah tersebut terjadi proses pelepasan oksigen ke jaringan tubuh.

Bibir memiliki banyak kapiler, itulah sebabnya berwarna merah.

Darah kamu yang sekarang kehabisan oksigen berwarna merah gelap. Karena kembali ke jantung melalui pembuluh darah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Pembuluh Darah Berwarna Biru?".

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved