Breaking News:

ASET BP BATAM

KEK Batam, Nadi Baru Ekonomi Batam

Proyek KEK tersebut dapat menjadi nadi baru perekonomian Batam. Yakni dari banyaknya potensi serapan tenaga kerja yang ada, juga nilai investasinya.

ISTIMEWA
KEK MRO Batam Aero Technic berpotensi menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai pusat perbaikan pesawat terbang di Indonesia, serta pengembangan bandara sebagai logistic hub. Visi ini menargetkan nilai investasi di Kota Batam mencapai Rp 6,2 triliun serta 9976 serapan tenaga kerja. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam telah resmi disetujui oleh Pemerintah Pusat melalui sidang Dewan Ekonomi Khusus KEK, yaitu Nongsa Digital Park (NDP) dan Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) Batam Aero Technic Bandara Hang Nadim Batam.

Dengan disepakatinya dua KEK di Kota Batam itu, berbagai manfaat dapat diperoleh seiring pengembangannya.

Dari satu pembangunan KEK Nongsa Digital Park sendiri, dapat menghimpun total investasi sebesar Rp 16 triliun dan serapan 16.500 tenaga kerja.

"NDP ini dikhususkan, selain pariwisata juga industri digital. Juga dapat menciptakan IT HUB Digital Bridge Indonesia ke Singapura & mancanegara," ujar Kepala Pusat Pengembangan KPBPB Batam dan KEK, Endry Abzan.

Sementara itu, KEK MRO Batam Aero Technic berpotensi menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai pusat perbaikan pesawat terbang di Indonesia, serta pengembangan bandara sebagai logistic hub. Visi ini menargetkan nilai investasi di Kota Batam mencapai Rp 6,2 triliun serta 9976 serapan tenaga kerja.

"Di Bandara Hang Nadim kita akan bikin logistic hub, serta ada jasa-jasa perhotelan, kemudian juga industri kedirgantaraan," ungkap Endry.

Proyek KEK tersebut dapat menjadi nadi baru perekonomian Batam.

Hal ini dapat dilihat dari banyaknya potensi serapan tenaga kerja yang ada, kemudian juga nilai investasi yang dapat diperoleh.

Tidak sampai di situ, BP Batam terus mengembangkan potensi-potensi KEK lainnya di Kota Batam, salah satunya adalah rencana KEK Rumah Sakit BP Batam yang akan mengangkat tema wellness tourism.

Dalam rencana KEK ini, rumah sakit tidak hanya dikembangkan untuk urusan kesehatan saja, namun juga pariwisata berbasis kesehatan. KEK rumah sakit merupakan bentuk integrasi bidang kesehatan dan turisme.

"Salah satunya nanti akan ada retire village, bagi orang-orang pensiun nanti bisa di sana. Kemudian ada klinik blockchain, dan juga rumah sakit akan bikin universitas kesehatan," jelas Endry. (adv)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved