TRIBUN WIKI
Mengapa Bayi Lahir Prematur? Pahami Penyebab dan Cara Mencegahnya
Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi sebelum minggu ke-37 atau lebih awal dari hari perkiraaan lahir.
Editor: Widi Wahyuning Tyas
TRIBUNBATAM.id - Masa kehamilan umumnya terjadi selama 9 bulan.
Selama masa 9 bulan tersebut, janin mengalami perkembangan dan pertumbuhan hingga siap lahir ke dunia.
Namun, pada beberapa kondisi, bayi bisa lahir lebih awal, atau sebelum 9 bulan.
Kondisi ini disebut kelahiran prematur.
Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi sebelum minggu ke-37 atau lebih awal dari hari perkiraaan lahir.
Bayi yang lahir sebelum waktunya tersebut rentan mengalami masalah kesehatan serius.
Kelahiran prematur bahkan tidak jarang dapat menyebabkan kematian bayi.
Ciri khas bayi lahir prematur adalah bayi berukuran kecil.
Penyebab bayi lahir prematur
Penyebab kelahiran prematur terkadang tidak diketahui.
Namun, sejumlah faktor dapat menjadi pemicu terjadinya bayi lahir prematur.
Berikut beberapa di antaranya:
- Ibu hamil tidak bisa menghentikan kebiasaan buruk merokok maupun mengonsumsi minuman beralkohol
- Tidak menjaga kenaikan berat badan (kurang gizi).
Padahal, kenaikan berat badan ideal wanita minimum mencapai 12,5 kg selama kehamilan
- Tidak menyeimbangkan zat gizi selama kehamilan
- Memiliki hormon kehamian yang tidak seimbang
- Menderita infeksi seperti campak Jerman, infeksi cairan ketuban
- Leher rahim lemah
- Menderita stres
- Mengalami plasenta previa atau ari-ari terletak di rahim bawah
- Ibu hamil berusia di bawah 17 tahun atau di atas 35 tahun
- Hamil kembar atau ganda
- Ibu hamil menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung atau diabetes mellitus
- Jarak kehamilan yang terlalu dekat, yakni kurang dari 2 tahun
- Mempunyai riwayat persalinan prematur
Untuk meminimalisir bayi lahir prematur, sebisa mungkin ibu hamil dapat menghindari berbagai faktor penyebab yang bisa diubah
Ibu hamil yang mengalami cedera, terutama di bagian perut juga sangat berisiko melahirkan secara prematur.
Cara mencegah bayi lahir prematur
Tak hanya pada bayi, kelahiran prematur juga bisa menimbulkan beberapa risiko kesehatan bagi ibu yang melahirkan.
Meski begitu, kelahiran prematur dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal.
Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui dan dilakukan untuk membantu mencegah bayi lahir prematur:
- Hindari perjalanan jauh untuk meminimalisir cedera pada ibu hamil
- Hindari penggunaan obat-obatan tanpa anjuran dokter
- Hindari tempat-tempat yang terlalu ramai karena ibu hamil mudah terjatuh
- Hindari berdiri lebih dari 6 jam
- Perlu cuci tangan untuk mencegah infeksi
- Sebisa mungking hindari kontak dengan lingkungan atau orang sakit
- Melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala minimal 4 kali selama kehamilan dan dimulai sejak umur kehamilan muda
- Mengikuti penyuluhan kesehatan tentang pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, tanda-tanda bahaya selama kehamilan, dan perawatan diri selama kehamilan
- Hendaklah setiap wanita dapat merencanakan persalinannya pada kurun umur reproduksi sehat, yakni 20-34 tahun.
Apabila ibu hamil berisiko tinggi mengalami kelahiran prematur akibat penyakit kronis yang dialami, seperti hipertensi atau diabetes, dokter bisa memberikan obat-obatan sesuai kebutuhan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bayi Lahir Prematur: Penyebab dan Cara Mencegahnya".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-bayi-baru-lahirr.jpg)