PILKADA BATAM
PILKADA BATAM - Sudah Ada Dua Paslon Siap Bertarung saat Pilwako, Ahmad Hijazi : Semua Belum Final
Ahmad Hijazi dan Surya Makmur Nasution dari Partai Demokrat santer dikabarkan akan maju di Pilkada Batam dan tengah mencari tambahan partai pendukung.
Editor : Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sebanyak dua pasangan calon (paslon) mulai mengerucut jelang pendaftaran untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Batam dibuka awal September 2020 nanti.
Keduanya adalah Muhammad Rudi-Amsakar Achmad sebagai petahana dan Lukita Dinarsyah Tuwo-Abdul Basyid Has.
Untuk Rudi-Amsakar, sebanyak lima partai politik diketahui telah menjatuhkan dukungan terhadapnya seperti Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, dan Partai Hanura.
Bahkan, dua partai lainnya, PPP dan PSI, disebut-sebut ikut memberikan dukungan terhadap kedua sosok ini.
Sedangkan Lukita-Basyid didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), serta Partai Gerindra.
Dilihat dari jumlah dukungan partai, dua koalisi ini dianggap menutup peluang hadirnya pasangan calon (paslon) lain di Pilkada Batam.
Termasuk peluang Ahmad Hijazi dan Surya Makmur Nasution dari Partai Demokrat.
Keduanya santer dikabarkan akan maju di Pilkada Batam dan tengah mencari tambahan partai untuk mendukungnya.
Berbicara mengenai peluangnya, Ahmad Hijazi pun tak ingin berkecil hati.
• PILKADA BATAM - Golkar Pilih Dukung Rudi-Amsakar, Bagaimana dengan Rian Ernest?
Dia yakin, hingga pendaftaran untuk paslon belum dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), seluruh kemungkinan bisa saja terjadi.
"Semua belum final," ujar Hijazi kepada TRIBUNBATAM.id, Rabu (12/8/2020).
Dia meminta agar seluruh pihak bersabar menanggapi peluangnya untuk maju di Pilkada Batam.
Sebab, komunikasi politik dengan beberapa partai masih terus dilakukan olehnya.
"Kami tidak rapat merapat (ke salah satu paslon). Kami mengikuti proses saja. Bersabar saja," tambah dia.
Hijazi menegaskan, peta politik di Batam bisa saja bergerak dinamis. Oleh sebab itu, dia tak berkomentar panjang lebar mengenai peluangnya.
"Kami tak bisa menentukan. Politik itu bisa tiba-tiba panas terik atau badai topan. Selagi kita ikhlas, tak perlu khawatir," tutup Hijazi.
Sebelum akhirnya merapat ke Partai Demokrat, nama Hijazi sendiri sempat dikaitkan dengan beberapa partai politik di Kota Batam.
Mulai dari Partai Golkar hingga PKS. Bahkan, Hijazi sempat diakomodir oleh PKS untuk pencalonan dirinya di Pilkada Batam nanti sebelum akhirnya partai binaan Sohibul Iman itu menjatuhkan pilihannya ke Rudi-Amsakar. (Tribunbatam.id/ Ichwan Nurfadillah)