Kamis, 7 Mei 2026

CORONA Teror Siswa dan Guru, Klaster Sekolah Bermunculan, Satgas COVID19 Angkat Bicara

Kasus-kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 bermunculan di sekolah. Ini terjadi setelah pemerintah mengizinkan pembelajaran tatap muka

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/ELHADIF PUTRA
Pelajar SMP di Karimun yang sempat belajar dengan sistem tatap muka di sekolah di awal tahun ajaran 2020/2021. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

Editor: Azmi S

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Kasus-kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 bermunculan di sekolah.

Ini terjadi setelah pemerintah mengizinkan pembelajaran tatap muka di daerah zona hijau dan kuning. 

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pun angkat bicara.

Wiku menegaskan pemerintah mengizinkan pembukaan sekolah tatap muka dengan sejumlah syarat yang ketat.

Jika masih terjadi penularan, maka Wiku menilai syarat-syarat tersebut belum dijalankan dengan baik. 

Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan siswa di zona hijau sudah bisa masuk sekolah, sedangkan zona merah, kuning, oranye dilarang tatap muka
Mendikbud Nadiem Makarim saat memberi penjelasan siswa di zona hijau sudah bisa masuk sekolah, sedangkan zona merah, kuning, oranye dilarang tatap muka (Kemendikbud)

"Apabila terjadi klaster atau kasus baru di dalam sekolah, itu tentunya terkait dengan proses pembukaan yang mungkin belum sempurna dalam melakukan simulasinya," kata Wiku dalam keterangan pers daring dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/8/2020). 

Wiku mengingatkan lagi bahwa proses pembukaan sekolah tatap muka oleh Pemda harus dilakukan secara bertahap melalui sejumlah proses.

Proses tersebut mulai dari prakondisi hingga menentukan waktu yang tepat kapan sekolah sebaiknya dibuka. 

Kemudian prioritas menentukan mana sekolah yang harus dibuka dahulu dan mana yang belum boleh dibuka.

Lalu, harus ada konsultasi dan koordinasi antara satgas daerah dan satgas pusat.

Terakhir, monitoring dan evaluasi juga harus terus dilakukan selama proses pembelajaran tatap muka. 

Lalu tiap sekolah juga perlu melakukan persiapan untuk memastikan protokol kesehatan terus dijalankan baik oleh guru dan siswa.

Ini juga termasuk sarana transportasi siswa saat menuju sekolah. 

"Kalau itu semua dilakukan dengan baik seharusnya tidak terjadi klaster-klaster di sekolah atau mana pun juga," ujar Wiku. 

Akun Twitter @laporcovid membeberkan sejumlah klaster yang terjadi di lingkungan pendidikan setelah pemerintah mengizinkan pembelajaran tatap muka di zona hijau dan kuning. 

Dikutip dari Tribunnews.com, berikut sejumlah klaster sekolah yang dilaporkan oleh akun @laporcovid: 

1. Klaster Sekolah Tulungagung 

Siswa (9 th) warga Kec. Pagerwojo, tertular dari ayahnya yang Reaktif: menulari 5 siswa dan 2 guru

2. Klaster Sekolah Lumajang 

Seorang guru SD dlm Prog Guru Sambang, sejak 28/7/2020, positif Covid pada 10/8/2020, dan potensial menulari beberapa siswa yang jadi kelompok belajar di rumah. 

3. Klaster Sekolah Kalimantan Barat 

Sebanyak 14 siswa dan 8 guru di Provinsi Kalbar terkonfirmasi positif Covid-19

Mereka dari: 

a. SMA 1 Ketapang 
b. SMA 1 Ngabang 
c. SMA 1 Pontianak 
d. SMPN 1 Pontianak 
e. SMAN 2 f. SMAN 

4. Klaster Sekolah Tegal 

Siswa SD dari Kec Pangkah, Tegal, tertular dari kakeknya, dan potensial menulari guru dan teman sekelasnya yang sempat mengikuti KBM tatap muka di sekolah. 

5. Klaster Sekolah Cilegon 

Setelah seorang siswa SMPN 7 Cilegon positif Covid-19, di masa uji coba KBM tatap muka di 53 sekolah, mulai 3 Agustus 2020. Mulai 5 Agustus 2020 kebijakan itu dibatalkan Dinas Pendidikan Cilegon. 

6. Klaster Sekolah Sumedang 

Pelajar (6 th) Kec Situraja dan pelajar (9 th) dari Kec Sumedang Utara tertular pedagang Pasar Situraja, saat perjalanan ke/dari sekolah. 

7. Klaster Sekolah Pati 

Sebanyak 26 santri Pondok Pesantren di Kajen, Kec Margoyoso, Pati dinyatakan positif Covid-19 dan Ponpes itu harus di-lockdown. 

8. Klaster Sekolah Balikpapan 

Dari seorang guru yang positif Covid19 menulari 28 org guru & pegawai sekolah, di 1 SD dan 1 SMP, termsk batita perempuan (2 th), per 6/8. 4 hari kemudian menulari 17 org lagi. 

9. Klaster Sekolah Rembang 

Seorang guru SMKN 1 Gunem di Kec Gunem dinyatakan positif Covid-19 di awal bulan. Menulari 10 guru lain di sekolah yg sama, per 7/8/2020.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Klaster Sekolah Bermunculan, Ini Komentar Satgas Covid-19

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved