Breaking News:

HAJAB, 63 Kepala SMP Negeri Mundur Massal Diperas Rp 1,4 Miliar Oknum Jaksa, KPK Turun Tangan

KPK memeriksa kepala sekolah menengah pertama (SMP) Negeri se-Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, buntut mundur massal karena diperas

(Tribun Jabar/Gani Kurniawan)
Ilustrasi penyidik KPK memeriksa kepala sekolah menengah pertama (SMP) Negeri se-Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Pemeriksaan buntut dari kasus dugaan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan oknum Kejaksaan Negeri (Kejari) Inhu. 

Sebanyak 63 Kepala SMP Negeri Mundur Massal Diperas Rp 1,4 Miliar Oknum Jaksa, KPK Turun Tangan dengan Memanggil Para Kepala Sekolah untuk Dimintai Keterangannya.

TRIBUNBATAM.id - Pengunduran diri secara massal kepala sekolah di Riau berbuntut panjang.

Sebelumnya para kepala sekolah yang tak tahan diperas oknum kejaksaan memilih mengundurkan diri.

Peristiwan ini terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Ilustrasi - sebanyak 64 Kepala Sekolah SMP di Kabupaten Inhu Riau mengundurkan diri
Ilustrasi - sebanyak 64 Kepala Sekolah SMP di Kabupaten Inhu Riau mengundurkan diri (istimewa)

Tak lama kasus ini mencuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan.

KPK memeriksa kepala sekolah menengah pertama (SMP) Negeri se-Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Pemeriksaan oleh KPK ini buntut dari kasus dugaan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan oleh oknum Kejaksaan Negeri (Kejari) Inhu.

Akibatnya seluruh kepala SMP negeri di Inhu mengundurkan diri beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan dilakukan KPK disebuah hotel berbintang di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Riau.

Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Riau Taufik Tanjung mengatakan, pemeriksaan oleh KPK saat ini masih berlangsung.

Halaman
123
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved