Selasa, 2 Juni 2026

KRISIS CORONA Pilot Banting Setir Jadi Pedagang Mi Ayam, Bahagia Lebih Dekat Anak Istri

Megah merupakan salah satu pilot yang terkena imbas pandemi Covid-19. Tadinya ia adalah pilot pesawat komersil.

Tayang:
(KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO)
Megah Putra Perkasa pilot maskapai komersial yang kini berjualan mi ayam untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga di Ruko Granada Square BSD Tangerang Selatan, Rabu (12/8/2020). 

Krisis yang Diakibatkan Virus Corona Membuat Pilot Banting Setir Jadi Pedagang Mi Ayam, Megah Putra Perkasa Memandang Positif Kondisi saat Ini dan Lebih Bahagia karena Dekat dengan Anak Istri.

TRIBUNBATAM.id - Pandemi corona atau Covid-19 benar-benar mengubah kehidupan seseorang.

Jika tadinya seseorang berada dalam kesuksesan finansial maka saat pandemi melanda keadaan berubah 180 derajat.

Banyaknya perusahaan merugi dan terpaksa merumahkan karyawannya, berimbas pada makin sulitnya ekonomi masyarakat.

Tak sedikit pula mereka yang dirumahkan berganti profesi.

Seperti yang dialami Megah Putra Perkasa.

Ia tadinya adalah seorang pilot yang banting setir menjadi pedagang mi ayam.

Megah merupakan salah satu pilot yang terkena imbas pandemi Covid-19.

Cerita Pilot Banting Setir jadi Kurir Makanan, Dulu Digaji Rp 2 Juta/Hari, Kini Rp 240 Ribu/Hari
Cerita Pilot Banting Setir jadi Kurir Makanan, Dulu Digaji Rp 2 Juta/Hari, Kini Rp 240 Ribu/Hari (Facebook Anwar Ajid)

Penerbangan dihentikan sementara karena ada pandemi Covid-19.

Otomatis hal itu berdampak pada pilot dan awak pesawat lainnya.

Ratusan pilot dan ribuan pekerja di sektor penerbangan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan karena dampak Covid-19.

Obrolan Kompas.com dengan Megah Putra Perkasa, pilot yang kini menjadi penjual mi ayam, berlangsung di sebuah masjid di sekitar warungnya kawasan Ruko Granada Square BSD, Tangerang Selatan, Rabu (12/8/2020).

Sekitar tengah hari kemarin, Megah duduk di selasar masjid sambil bercerita bahwa awalnya dia tak menyangka bisa memiliki gerobak mi ayam sederhana dengan tempat jualan yang baik di warung majelis.

Namun, beberapa rekannya memfasilitasi dia untuk bisa berjualan mi ayam di warung mereka.

"Pas ditawarin untuk jualan di warung saya juga bingung, enggak ada apa-apa soalnya," kata Megah.

Dia mengatakan, dagangan mi ayamnya yang berawal dari berjualan secara online dari rumah hanya menggunakan peralatan dapur rumahan sederhana.

Tidak ada peralatan khusus seperti panci besar untuk merebus mi dan mangkuk untuk menghidangkan.

Menurut dia, penjualan secara online hanya membutuhkan kemasan.

"Jualan online kan pakai alat dapur rumah tangga," kata dia.

Dia akhirnya memiliki peralatan untuk jualan mi.

Namun, semua peralatan dibantu kerabatnya.

Megah Putra Perkasa pilot maskapai komersial kini menjual mie ayam untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan membuka warung di Ruko Granada Square BSD Tangerang Selatan, Rabu (12/8/2020) Lihat Foto Megah Putra Perkasa pilot maskapai komersial kini menjual mie ayam untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan membuka warung di Ruko Granada Square BSD Tangerang Selatan, Rabu (12/8/2020)
Megah Putra Perkasa pilot maskapai komersial kini menjual mie ayam untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan membuka warung di Ruko Granada Square BSD Tangerang Selatan, Rabu (12/8/2020)(KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO)

Dia kini bisa membuka warung mi ayam secara offline.

Keluarga Mendukung

Perubahan statusnya dari pilot menjadi pedagang mi ayam didukung penuh sanak keluarganya, terutama istrinya.

Dia mengungkapkan, istrinya sering kali mengingatkan agar tidak menyerah.

Megah berkerja sebagai pilot selama 13 tahun dan dia ingat satu pesan istrinya, yaitu rezeki bukan hanya yang tertera dari slip gaji.

"Rezeki itu bukan slip gaji, jadi insya Allah ada juga di sini (berjualan mi ayam)," kata dia.

Dia percaya bahwa pandemi Covid-19 punya hikmah untuk dirinya.

Imbas Covid-19

Pak Megah, begitu sapaan akrab pria yang kini sibuk melayani pelanggannya di belakang gerobak mi ayam di warung makan Majelis, sejenis foodcourt di bilangan Ruko Granada Square BSD Tangerang Selatan.

Megah adalah seorang pilot yang terkena imbas pandemi Covid-19.

Ia dirumahkan.

Di sela-sela kesibukannya, pilot dengan nama lengkap Megah Putra Perkasa menyempatkan diri untuk berbincang sejenak bersama Kompas.com tentang awal keberaniannya menghadapi krisis Covid-19 dengan banting setir menjadi penjual mi ayam.

"Sewaktu mulai ada pembatasan, kira-kira bulan April ya, saya bersama teman-teman yang lain sudah mulai dirumahkan karena tidak ada penerbangan waktu itu," tutur Megah.

Pilot yang sudah menerbangkan pesawat maskapai komersial selama 13 tahun ini sempat tertekan dengan keadaan yang kian tak pasti.

Salah satu sektor usaha yang terkena dampak adalah penerbangan.

Ratusan pilot dan ribuan pekerja di sektor penerbangan yang terpukul, terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan.

Megah harus memutar otak bagaimana menghidupi keluarganya.

Empat anaknya masih usia sekolah.

Awalnya, Megah mencoba bertahan dengan sekadar melanjutkan usaha berjualan baju via online yang sudah lama ditekuni istrinya.

Namun, hasilnya tidak cukup untuk kebutuhan keluarga.

"Bagaimana saya berpikir agar harus ada tambahan untuk kebutuhan, anak-anak saya keempat-empatnya masih sekolah, dan di swasta, biayanya lumayan," tutur dia.

Sampai akhirnya dia melihat seorang status temannya di media sosial, sesama pilot, yang kini menjadi penjual ikan laut keliling dengan menggunakan boks.

"Saya bukan yang pertama, justru saya melihat teman saya ini.

Luar biasa," kata Megah.

Perlahan dia mencoba usaha dari hobinya memasak.

Kebetulan, ketika masih menjadi pilot, Megah kerap berwisata kuliner saat mendarat di beberapa kota di Indonesia.

Ia memilih mencoba berjualan mi ayam, makanan favorit banyak orang Indonesia.

"Jadi awalnya saya coba jual via online, mulai dari Instagram, ada juga WhatsApp, kebetulan ada grup-grup kantor dan juga pengajian-pengajian di masjid sekitar rumah," cerita dia.

Respons positif pembeli membuat Megah bersama keluarga semangat untuk membangun bisnis mi ayam sebagai pemasukan tambahan untuk menambal gaji yang terpotong.

Lama kelamaan, order mi ayam dengan brand Kepten Kitchen semakin diminati pembeli.

Ketika masih berjualan via online, Megah pernah membuat 70 boks mi ayam untuk dikirim ke pelanggan.

Saat memenuhi order pembeli, ia merasa ada kemiripan saat menjadi pilot, yaitu kedisiplinan dan standar yang harus dijaga.

"Kita harus disiplin, jualan mi ayam ini persiapannya justru dari pagi, mulai dari membuat bahannya sampai tahap jualan, juga harus mempertahankan standar yang kita buat.

Sama seperti pilot, harus disiplin dan menjaga standar operasi," kata dia.

Sampai suatu hari, Megah bertemu dua orang pemilik foodcourt Majelis di Ruko Granada Square BSD Tangerang Selatan.

Pemilik ruko tersebut membeli baju dagangan istrinya dan beberapa kotak mi ayam.

Megah kemudian ditawarkan membuka restoran di ruko tersebut.

Masalahnya, ia tidak punya modal.

Begitu pula gerobak, alat masak, hingga perlengkapan lainnya, seperti mangkuk dan sendok.

"Tapi alhamdulillah, ada yang bantu, jadi bisa ikut buka di sini sekarang," kata dia.

Restoran akhirnya dibuka pada 24 Juli lalu, dengan menu mi ayam dan mi yamin dilengkapi beberapa topping yang bisa dipilih oleh pembeli.

Hikmah Pandemi

Megah tidak melihat negatif situasi pandemi Covid-19 yang kini dihadapi.

Ada hikmah yang dia ambil.

Selain menjadi berani mengambil risiko sebagai penjual mi ayam, Megah kini merasa lebih dekat dengan keluarga.

Saat ini ia tidak sesibuk saat menjalani profesinya sebagai pilot.

"Lebih dekat, setiap hari bisa ketemu anak-anak dan istri.

Jadi tiap pagi saya bisa masak untuk mereka, istri saya siapkan PR dan sekolah anak-anak saya," kata dia.

Megah saat ini masih aktif di dunia penerbangan meskipun tak sesibuk sebelum pandemi Covid-19.

Jam penerbangan di masa pandemi jauh berkurang.

Dia hanya memiliki izin penerbangan selama 14 hari dalam sebulan sesuai masa berlaku surat keterangan bebas Covid-19.

Itulah sebabnya, dia senang bisa membuka usaha kecil-kecilan.

Kelak, dia berencana membuat usaha lebih besar dan bisa menjadi pekerjaan setelah pensiun nanti.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kisah Pilot Jadi Pedagang Mi Ayam Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19 dan Pilot Nekat Berdagang Mi Ayam dengan Peralatan Seadanya Setelah Terdampak Pandemi Covid-19

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved