Rabu, 6 Mei 2026

Amerika Serikat Akan Beri Warganya Vaksin Covid-19 Gratis Jika Terbukti Ampuh

Amerika Serikat ( AS) berjanji kepada warganya untuk memberikan vaksin virus Corona atau Covid-19 gratis jika terbukti ampuh. Simak pernyataannya.

Tayang:
Fresh Daily
ILUSTRASI - Jika vaksin Covid-19 terbukti ampuh, Amerika Serikat akan berikan gratis ke semua warganya. 

Editor: Putri Larasati Anggiawan

TRIBUNBATAM.id, WASHINGTONAmerika Serikat ( AS) berjanji kepada warganya untuk memberikan vaksin virus Corona atau Covid-19 gratis jika terbukti ampuh.

Pihak berwenang lah yang mengumumkan kebijakan ini pada Kamis (13/8/2020) lalu.

Amerika Serikat juga menekankan, untuk masalah keamanannnya tidak ada jalan pintas.

"Kami sama sekali tidak melonggarkan regulasi ketat yang akan kami evaluasi, dan mudah-mudahan bisa menyetujui vaksin," kata Paul Mango pejabat senior Kementerian Kesehatan AS, dikutip dari AFP Jumat (14/8/2020).

Washington telah menginvestasikan lebih dari 10 miliar dollar AS (Rp 149,2 triliun, kurs Rp 14.900/dollar AS) dalam enam proyek vaksin, dan menandatangani kontrak yang menjamin pengiriman ratusan juta dosis jika disetujui setelah uji klinis.

Pemberian vaksin itu sendiri akan dibiayai pemerintah.

Berikan Syarat Baru, Trump Perpanjang Waktu Penjualan TikTok di Amerika Serikat Jadi 90 Hari

Para dokter atau klinik yang mengelolanya juga harus dibayar, tetapi biayanya sebagian besar akan ditanggung oleh asuransi swasta dan publik.

"Sebagian besar" asuransi komersial telah bersedia membebaskan biaya pribadi kepada pelanggan mereka, terang Mango.

"Kami berada di jalur yang tepat untuk memberikan ratusan juta dosis pada Januari 2021," tambahnya dikutip dari AFP.

Sementara itu Francis Collins Direktur National Institutes of Healt (NIH) mengatakan, dia "sangat optimis" setidaknya satu dari enam calon vaksin yang telah diinvestasikan AS akan berhasil akhir tahun ini.

Namun para kritikus Presiden Donald Trump telah menyatakan kekhawatirannya, bahwa pemerintah mungkin mengambil jalur pintas, agar vaksin tersedia sebelum pemilu pada 3 November.

Tuduhan itu dibantah Mango.

Pekan ini Rusia telah menyetujui vaksin Covid-19 bahkan sebelum dimulainya fase terakhir uji klinis.

Baca juga: Uji Klinis Tahap 3, Inggris Rela Beli 60 Juta Dosis Calon Vaksin Corona

Vaksin corona itu sudah disuntukkan ke puluhan ribu sukarelawan, untuk memastikan kemanjuran dan keamanannya.

"Saya berharap Rusia benar-benar membuktikan secara definitif bahwa vaksin itu aman dan efektif, tetapi saya sangat ragu mereka telah melakukannya," kata Dr Anthony Fauci pakar penyakit menular terkemuka AS pada panel virtual yang diadakan National Geographic.

Lalu Collins menggambarkan vaksin bernama Sputnik V itu bagaikan permainan Russian roulette.

Minta Pemerintah Lebanon Mundur, Aksi Demo Ledakan Beirut Juga Terjadi di Amerika Serikat

Aksi demo dilaporkan terjadi di New York, Amerika Serikat pada Senin (10/8/2020) kemarin.

Sebanyaka 200 demonstran berkumpul di luar Konsulat Lebanon di Manhattan.

Mereka melakukan aksi ini sehubungan dengan ledakan yang terjadi di Lebanon.

Menyerukan agar Konsul Jenderal ( Konjen) Abir Taha Audi mengundurkan diri setelah ledakan mengguncang kawasan pelabuhan Beirut pada Selasa (4/8/2020) pekan lalu.

Para pengunjuk rasa, yang sebagian besar adalah orang Lebanon dan Lebanras aron-Amerika, meneriakkan " Nazi" dan "rasis". Mereka juga menyebut diplomat itu sebagai seorang "fasis".

Selain marah atas ledakan di Beirut, para demonstran juga berang atas tulisan dan komentar Taha Audi mengenai ras Arya sebagaimana dilansir dari Newsweek, Senin.

Beberapa pengunjuk rasa ada yang membawa spanduk putih besar bertuliskan "Abir Taha Audi adalah seorang fasis yang mempromosikan supremasi Arya".

Taha Audi mengatakan kepada Newsweek melalui seorang asisten bahwa kritik itu didasarkan pada wawancara “palsu" yang "tidak pernah terjadi".

Asisten itu menyatakan dan bahwa ada banyak berita palsu lain yang beredar tentang Taha Audi.

"Berulang kali (akun) saya diretas. Dan saya memberitahu kementerian tentang hal itu beberapa kali, mereka menyuruh saya melaporkan pembajakan ke Facebook dan hotmail dan memulihkan akun saya yang sebenarnya," tutur Taha Audi.

Demonstran memanggil nama-nama politikus Lebanon gaek lalu mengutuk nama-nama itu setelah setiap nama diucapkan

Nama-nama tersebut termasuk Presiden Lebanon Michel Aoun, Pemimpin Hezbollah Hassan Nasrallah, Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri, dan Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab.

Diab resmi mengundurkan diri pada Senin. Pengunduran dirinya dilakukan di tengah kemarahan rakyat yang menyeruak atas ledakan mematikan di Beirut.

Sementara itu di Lebanon, Beirut diguncang oleh demonstrasi massal selama beberapa hari terakhir.

Sekelompok pengunjuk rasa menyerbu dan menguasai beberapa gedung pemerintahan dan menyatakan bahwa gedung tersebut akan dikembalikan kepada rakyat.

Pasukan keamanan menanggapi aksi unjuk rasa dengan gas air mata dan menembak banyak pengunjuk rasa dengan peluru karet.

Pada Sabtu (8/8/2020) sekitar 700 pengunjuk rasa dilaporkan luka-luka.

Para pengunjuk rasa di Manhattan juga menyerukan agar pemerintah Lebanon meletakkan jabatannya.

Sebagai perbandingan, protes di Manhattan berlangsung damai. Hanya ada beberapa petugas kepolisian berjaga-jaga.

Para pengunjuk rasa memainkan drum di jalan ketika orang-orang berteriak menentang pemerintah Lebanon dan beberapa orang lainnya mulai menari.

Salah satu pengunjuk rasa, Sanan Panossian (27), mengatakan kepada Newsweek bahwa bibinya di Beirut menampung korban ledakan yang kehilangan rumah.

Bibinya merasa diberkati karena seluruh keluarganya selamat sekaligus merasa bersedih bagi mereka yang kehilangan orang yang dicintainya.

"Saya tidak tinggal jauh dari sini, dan saya hanya ingin menunjukkan dukungan untuk saudara saya di Lebanon saya," kata Panossian.

Amerika Serikat Mendukung Penyelidikan Ledakan di Beirut, Trump Minta Lebanon Tetap Tenang

Donald Trump mendesak Lebanon melakukan penyelidikan penuh dan transparan terhadap ledakan di Beirut pada Minggu (9/8/2020).

Presiden Amerika Serikat ( AS) itu menyatakan siap untuk membantu penyelidikan terhadap ledakan Lebanon.

Trump juga mendukung protes besar yang menuntut reformasi di Lebanon.

Trump "mendesak pemerintah Lebanon untuk melakukan penyelidikan penuh dan transparan, di mana Amerika Serikat siap membantu," demikian keterangan dari Gedung Putih yang dikutip kantor berita AFP Minggu (9/8/2020).

Trump mengucapkan desakannya usai hadir di konferensi virtual tentang tanggapan internasional terhadap bencana tersebut.

"Presiden meminta Lebanon tetap tenang dan mengakui seruan sah dari pengunjuk rasa damai untuk transparansi, reformasi, dan akuntabilitas," tambah pernyataan Gedung Putih.

Sementara itu militer Lebanon pada Minggu mengatakan, harapan menipis untuk menemukan korban selamat di lokasi ledakan, setelah dilakukan beberapa hari operasi pencarian dan penyelamatan.

Ledakan yang melanda pelabuhan Beirut menghancurkan sebagian besar ibu kota Lebanon, merenggut lebih dari 150 korban jiwa dan melukai sekitar 6.000 orang.

Sebagian besar otoritas Lebanon mengatakan, ledakan pada Selasa (4/8/2020) waktu setempat itu dipicu kebakaran di gudang pelabuhan, tempat penyimpanan amonium nitrat.

Zat kimia itu biasanya dipakai sebagai bahan dasar pupuk atau bakan peledak.

Diketahui, 2.750 ton amonium nitrat disimpan di gudang selama 6 tahun tanpa pengamanan yang memadai.

Para pemimpin dunia, organisasi internasional, dan rakyat Lebanon sangat mendesak adanya penyelidikan internasional.

Akan tetapi Presiden Michel Aoun berujar, penyelidikan semacam itu "buang-buang waktu".

(*)

Amerika Serikat Tolak Tawaran Rusia soal Bantuan Vaksin Covid-19, Trump Bicara Vaksin AS

Amerika Serikat Tolak Tawaran Rusia Soal Vaksin Covid-19, Ungkap Ada Rasa Tak Percaya

Inggris Beli 60 Juta Dosis Kandidat Vaksin Covid-19 dari Amerika Serikat, Uji Klinis Tahap 3

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Vaksin Covid-19 Terbukti Ampuh, AS Akan Berikan Gratis ke Semua Warganya".

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved