Breaking News:

VIRUS CORONA

Angka Kematian Covid-19 di India Melonjak, 50.000 Orang Meninggal Akibat Virus Corona

Negara berpenduduk terbanyak kedua di dunia ini mencatat lebih dari 2,6 juta kasus, yang berada di urutan ketiga setelah AS, dan Brasil secara global.

Editor: Danang Setiawan
(STR/EPA-EFE)/Kompas.com
Petugas keamanan India menegur warga untuk tetap menjaga jarak aman 1 meter, saat mengantre pembelian sayur di Guwahati, India, 28 Maret 2020. India menerapkan lockdown selama 21 hari sejak Selasa (24/3/2020). Angka Kematian Covid-19 di India Melonjak, 50.000 Orang Meninggal Akibat Virus Corona 

Editor Danang Setiawan

TRIBUNBATAM.id, INDIA - Kasus pandemi virus corona atau covid-19 di India masih menunjukkan peningkatan.

Negara berpenduduk terbanyak kedua di dunia ini mencatat lebih dari 2,6 juta kasus, yang berada di urutan ketiga setelah AS, dan Brasil secara global.

Mengingat rendahnya jumlah pemeriksaan, akibat dari keterbatasan dana, angka kasus 2,6 juta itu tidak mencerminkan kenyataan yang ada.

Selain itu, jumlah penduduk yang mencapai 1,3 miliar, yang sebagian tinggal di desa-desa terpencil, menyebabkan banyak kasus tidak terdata.

Meskipun jumlah kasus kematian meningkat, kata Kementerian Kesehatan, tingkat kematian akibat covid-19 di India tergolong salah satu yang terendah di dunia, di bawah 2 persen.

Kim Jong Un Beri Ucapan Selamat HUT ke-75 RI, Berikan Pujian Ini untuk Indonesia

Geger Calon Pengantin Nekat Bunuh Diri Sambil Live Facebook di Makassar

Bursa Transfer - Setelah Copot Pelatih, Barcelona Bakal Lepas 17 Pemain, Luis Suarez Termasuk

"Keberhasilan menerapkan pemeriksaan secara cepat, penelurusan kasus secara mendalam, dan perawatan yang efisien terhadap penderita, menjadi sebab bagi pemulihan penderita," kata Kementerian Kesehatan dalam pernyataan tertulis yang dikutip scmp.com, Senin, 17 Agustus 2020.

Jumlah kematian akibat virus corona di India melewati angka 50.000 pada hari ini, Senin (17/8/2020).

Menurut Kementerian Kesehatan India, dalam 17 hari terakhir ini saja terjadi kematian sekitar 1.000 orang per hari.

Kalangan kesehatan mendesak supaya pemeriksaan secara luas di desa-desa yang jauh harus segera dilakukan demi mengontrol penyebaran virus tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved