Selasa, 9 Juni 2026

Wuhan Kembali Normal dari Covid-19, Warga Berbondong-bondong Berenang di Water Park

Pada akhir pekan lalu, ribuan pengunjung tampak memadati taman air di Wuhan. Maya Beach Water Park yang populer di Wuhan diserbu banyak pengunjung.

Tayang:
STR via AFP
Orang-orang menonton pertunjukan musik sambil bermain air di Wuhan, Provinsi Hubei, China pada 15 Agustus 2020. 

Padahal jika dibandingkan lagi, di New York sendiri, yang pernah jadi pusat wabah Covid-19 di AS dengan populasi sekitar 20 juta orang hanya mengetes sebanyak 1.7 juta warganya sejak 4 Maret.

Bahkan, sebelum upaya tes virus Corona massal terhadap hampir 7 juta orang itu, banyak perusahaan yang berbasis di Wuhan meminta agar karyawan mereka diuji sebelum bisa mengakses pekerjaan mereka kembali.

Beberapa perusahaan di Wuhan meminta karyawannya dites dengan metode swab mau pun pengambilan darah.

"Kami tidak (akan) melanjutkan pekerjaan sampai kami menerima hasil negatif dari semua pekerja," kata Ke Jianjun, seorang pejabat di Kone Elevators Co.

"Kami tidak mau ambil risiko dengan memulai bisnis jika ada satu orang terinfeksi mau pun diduga terinfeksi," tandasnya.

Untuk Pertama Kalinya, China Laporkan Tak Ada Penambahan Kasus Baru virus Corona

Kabar baik datang dari China, negara yang pertama kali di dunia melaporkan kasus virus Corona atau Covid-19.

Otoritas kesehatan China mengumumkan tidak adanya penambahan kasus baru di negaranya pada Jumat (22/5/2020) kemarin.

Hal ini pertama kalinya terjadi bagi China sejak akhir tahun 2019 lalu.

Pada hari sebelumnya, China masih melaporkan adanya kasus infeksi baru Covid-19.

Namun, dua kasus baru yang dicurigai, satu kasus impor dari Shanghai dan kasus yang ditransmisikan secara lokal di Provinsi Jilin di China timur laut.

NHC menyampaikan, kasus tanpa gejala baru dari virus Corona turun menjadi 28 dari 35 kasus di hari sebelumnya.

Melansir japantimes (23/5/2020), virus pertama kali muncul di pusat kota Wuhan, China pada Desember 2019, tapi kasus-kasus telah berkurang secara drastis dari puncaknya pada pertengahan Februari saat negara ini tampaknya telah mengendalikan sebagian besar virus.

Korban meninggal yang terkonfirmasi resmi di negara berpenduduk 1,4 miliar orang itu mencapai 4.634 kasus.

Angka tersebut jauh di bawah jumlah korban jiwa di negara-negara yang jauh lebih kecil, seperti Italia dengan 32.616 korban meninggal atau Belanda (5.788 kasus).

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved