Wuhan Kembali Normal dari Covid-19, Warga Berbondong-bondong Berenang di Water Park
Pada akhir pekan lalu, ribuan pengunjung tampak memadati taman air di Wuhan. Maya Beach Water Park yang populer di Wuhan diserbu banyak pengunjung.
Editor: Putri Larasati Anggiawan
TRIBUNBATAM.id, WUHAN - Pada akhir pekan lalu, ribuan pengunjung tampak memadati taman air di Wuhan.
Pemandangan ini menjadi sorotan mengingat Wuhan menjadi negara pertama yang melaporkan penemuan kasus virus Corona atau Covid-19 pada tahun lalu.
Wuhan berangsur-angsur pulih dan kembali ke kehidupan normal.
Maya Beach Water Park yang populer di Wuhan diserbu banyak pengunjung.
Mereka asyik bermain air sambil mengenakan pakaian renang dan kacamata untuk festival musik elektronik.
Banyak yang duduk-duduk di atas perahu karet atau berendam di air setinggi dada.
• Tim Universitas Harvard: virus Corona Muncul di Wuhan Sejak Agustus 2019, Tampak dari Foto Satelit
Taman air itu dibuka lagi pada Juni setelah Wuhan dibuka secara bertahap usai berakhirnya lockdown 76 hari, dan pembatasan ketat untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.
Media lokal yang dikutip AFP menyebut kapasitas taman itu dibatasi hanya separuhnya saja, dan menawarkan diskon setengah harga untuk pengunjung wanita.
Seorang penampil di atas panggung terlihat melambaikan tangan ke arah penonton, yang berdesakan di air dan melambaikan tangan mereka juga.
Beberapa orang mengabadikan momen ini dengan ponsel yang dibungkus kantong plastik dan terkalung di leher mereka.
Sejumlah penonton juga mengenakan jaket pelampung, tapi tak ada satu pun yang mengenakan masker saat DJ dengan headphone kuning cerah beraksi di atas panggung.
Kasus pertama Covid-19 terlacak di Wuhan, kota berpenduduk, 11 juta jiwa, akhir tahun lalu.
Virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini kemudian menyebar ke seluruh dunia, dan menewaskan ratusan ribu orang serta melumpuhkan perekonomian berbagai negara.
Lockdown Wuhan dicabut pada April, dan tidak ada kasus baru dari penularan domestik di Hubei, provinsi yang beribu kota di Wuhan, sejak pertengahan Mei.
Sebagai upaya peningkatan ekonomi lokal, pemerintah Hubei menawarkan akses masuk gratis ke 400 lokasi wisata di seluruh provinsi.
China sebagian besar telah mengendalikan epidemi domestiknya, tetapi penyebaran virus Corona yang masih terjadi dan banjir parah di musim panas telah memperburuk anjloknya perekonomian "Negeri Panda".
Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19, Wuhan Lakukan Tes Pada Hampir 7 Juta Orang Dalam 12 Hari
China melakukan serangkaian usaha untuk mencegah gelombang kedua virus Corona di Wuhan.
Otoritas kesehatan China di kota Wuhan mengatakan mereka telah melakukan tes Covid-19 pada hampir 7 juta warganya.
Lantas apa saja langkah pencegahannya di Wuhan?
Sebanyak 6.68 juta orang diuji dengan tes asam nukleat, sebanyak 206 orang dilaporkan asimptomatik (terinfeksi tanpa gejala) berdasarkan perhitungan Bloomberg yang mengutip dari angka harian yang dirilis pejabat kesehatan lokal di Wuhan.
Uji virus Corona dilakukan di Wuhan, bagaimana pun caranya, sejak 12 Mei lalu, beberapa hari setelah banyak kasus infeksi baru di China.
Uji massal yang dilakukan Wuhan merupakan bagian dari upaya China untuk mencegah kembalinya wabah dari berbagai aspek setelah mereka menutup negara yang menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Munculnya klaster-klaster baru di bagian timur laut China membuat para pejabat China untuk melakukan penutupan kembali terhadap 100 juta warganya di sana selama 76 hari menurut laporan Newsweek.
Pada rapat legislatif tahunan di Beijing, Senin (25/5/2020), presiden China Xi Jinping mendesak adanya tes virus Corona yang masif sebagai upaya pencegahan terhadap gelombang kedua virus Corona dan untuk membuka kembali perekonomian negara itu.
Komisi kesehatan kota Wuhan melaporkan pada satu hari pada Sabtu, 23 Mei lalu, kota itu melakukan tes sebanyak lebih dari 1.1 juta warga.
Kecepatan tesnya mulai meningkat antara 12 Mei sampai 24 Mei sebagaimana pihak laboratorium dan perusahaan di seluruh kota itu menambahkan uji virus Corona pada banyak warga sebanyak 26 kali.
Padahal di Amerika Serikat saja, tes virus Corona pada warga hanya dilakukan lebih sedikit dari 1 juta orang di seluruh penjuru AS selama Maret berdasarkan Covid Tracking Project.
New York Times melaporkan pada Selasa bahwa tes virus Corona telah menjangkau 90 persen di seluruh kota dan laboratorium di Wuhan dengan memprose sebanyak 1.47 juta tes pada Jumat lalu.
Padahal jika dibandingkan lagi, di New York sendiri, yang pernah jadi pusat wabah Covid-19 di AS dengan populasi sekitar 20 juta orang hanya mengetes sebanyak 1.7 juta warganya sejak 4 Maret.
Bahkan, sebelum upaya tes virus Corona massal terhadap hampir 7 juta orang itu, banyak perusahaan yang berbasis di Wuhan meminta agar karyawan mereka diuji sebelum bisa mengakses pekerjaan mereka kembali.
Beberapa perusahaan di Wuhan meminta karyawannya dites dengan metode swab mau pun pengambilan darah.
"Kami tidak (akan) melanjutkan pekerjaan sampai kami menerima hasil negatif dari semua pekerja," kata Ke Jianjun, seorang pejabat di Kone Elevators Co.
"Kami tidak mau ambil risiko dengan memulai bisnis jika ada satu orang terinfeksi mau pun diduga terinfeksi," tandasnya.
Untuk Pertama Kalinya, China Laporkan Tak Ada Penambahan Kasus Baru virus Corona
Kabar baik datang dari China, negara yang pertama kali di dunia melaporkan kasus virus Corona atau Covid-19.
Otoritas kesehatan China mengumumkan tidak adanya penambahan kasus baru di negaranya pada Jumat (22/5/2020) kemarin.
Hal ini pertama kalinya terjadi bagi China sejak akhir tahun 2019 lalu.
Pada hari sebelumnya, China masih melaporkan adanya kasus infeksi baru Covid-19.
Namun, dua kasus baru yang dicurigai, satu kasus impor dari Shanghai dan kasus yang ditransmisikan secara lokal di Provinsi Jilin di China timur laut.
NHC menyampaikan, kasus tanpa gejala baru dari virus Corona turun menjadi 28 dari 35 kasus di hari sebelumnya.
Melansir japantimes (23/5/2020), virus pertama kali muncul di pusat kota Wuhan, China pada Desember 2019, tapi kasus-kasus telah berkurang secara drastis dari puncaknya pada pertengahan Februari saat negara ini tampaknya telah mengendalikan sebagian besar virus.
Korban meninggal yang terkonfirmasi resmi di negara berpenduduk 1,4 miliar orang itu mencapai 4.634 kasus.
Angka tersebut jauh di bawah jumlah korban jiwa di negara-negara yang jauh lebih kecil, seperti Italia dengan 32.616 korban meninggal atau Belanda (5.788 kasus).
Menurut data worldometers, China berada di peringkat 13 negara jumlah korban meninggal karena Covid-19.
Sejak perama dilaporkan muncul di Wuhan, virus telah menyebar di ratusan negara lain, dengan lebih dari 340.000 orang meninggal dunia.
Dari total secara global, 5.306.158 kasus terkonfirmasi positif sebanyak 2.160.039 orang dinyatakan pulih.
Berarti, jumlah korban sembuh jauh lebih besar dibandingkan yang meninggal dunia.
Update negara lain
Sementara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menjadi pusat pandemi Covid-19, dengan Brasil sebagai negara yang paling terdampak.
Sejauh ini Brasil mengkonfirmasi 332.382 kasus positif, menyusul Rusia. Brasil menjadi hotspot kedua di dunia untuk kasus Covid-19.
Kementerian Kesehatan melaporkan 1.001 kematian pada Kamis (21/5/2020).
Di Sao Paulo, kota yang paling parah dilanda, video udara menunjukkan deretan plot terbuka di Pemakaman Formosa, di mana mengikuti permintaan yang ada.
Di sisi lain, Inggris akan memperkenalkan karantina selama 14 hari bagi hampir semua pelancong internasional mulai 8 Juni 2020. Siapapun yang melanggar aturan akan dikenai denda sebesar 1.218 dollar.
Badan PBB telah memperingatkan, sekitar 80 juta bayi dapat berisiko penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti difteri, campak, dan polio karena gangguan imunisasi rutin yang disebabkan pandemi.
Lebih dari 5,2 juta orang di seluruh dunia saat ini dikonfirmasi terpapar virus di seluruh dunia.
Virus telah menyebabkan lebih dari 337.000 orang meninggal dunia dan sekitar 1,2 juta lainnya sembuh.
(*)
• Mulai Ramai Didatangi Wisatawan China, Tiket Tempat Wisata di Wuhan Digratiskan
• Sempat Dapat Hinaan, Begini Kisah Warga Wuhan Terinfeksi Covid-19 di Amerika Serikat
• Pejabat Wuhan Umumkan Hasil Tes Covid-19 Warganya, Sebanyak 300 Orang Tanpa Gejala (OTG) Ditemukan
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mulai Lupakan virus Corona, Warga Wuhan Ramai-ramai Main Air".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/orang-orang-menonton-pertunjukan-musik-sambil-bermain-air-di-wuhan.jpg)