Breaking News:

ASET BP BATAM

IPAL Jadi Solusi Ketersediaan Air Bersih di Batam

BP Batam berupaya mengembangkan teknologi guna menciptakan sumber air alternatif di Batam selain memanfaatkan waduk. Caranya dengan membangun IPAL

TRIBUNBATAM.ID
Proses pengerjaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Bengkong Sadai. Foto diambil baru-baru ini. 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tahukah anda, waduk masih menjadi satu-satunya sumber air bersih yang menghidupi sebagian besar kegiatan industri dan rumah tangga masyarakat di Kota Batam.

Air bersih yang tertampung di kelima waduk yang masih berfungsi itu, mengalir melalui jaringan perpipaan, kemudian dapat dimanfaatkan bagi sektor rumah tangga dan industri di Batam.

Namun, melihat kondisi cuaca Batam yang curah hujannya kian rendah, status ketinggian beberapa waduk dapat mencapai level minus. Hal ini menyebabkan potensi kekeringan selama musim kemarau kian di depan mata.

Badan Pengusahaan (BP) Batam pun melalui Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan (BU Fasling) senantiasa mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih. Di samping itu, BP Batam juga terus berupaya mengembangkan teknologi guna menciptakan sumber air alternatif di Batam.

"Kita sudah mulai membangun dan mengembangkan teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)," ujar Kepala Badan Fasling BP Batam, Binsar Tambunan.

Proses pengerjaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Bengkong Sadai. Foto diambil baru-baru ini.
Proses pengerjaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Bengkong Sadai. Foto diambil baru-baru ini. (TRIBUNBATAM.ID)

IPAL merupakan instalasi pengolahan air limbah rumah tangga yang dapat didaur ulang menghasilkan produk air bersih dan pupuk kompos. Targetnya, air bekas keperluan rumah tangga, nantinya dapat dipakai kembali guna mengurangi potensi kekeringan air di waduk-waduk.

Manajer Pengolahan Air Limbah, Badan Fasling, BP Batam, Iyus Rusmana, ketika ditemui di lokasi IPAL, wilayah Bengkong Sadai, memaparkan, fungsi dari IPAL adalah memisahkan air bersih dari limbah rumah tangga dengan menggunakan bakteri.

"Bakteri itu akan memakan zat pencemar dalam air limbah, kemudian akan kita olah dengan hasil air bersih 230 liter per detik dan pupuk kompos 18 m² per harinya," jelas Iyus.

Rencananya, limbah yang didaur ulang dengan hasil akhir air bersih tersebut dapat dimanfaatkan secara bertahap bagi kawasan perindustrian terlebih dahulu di tahun 2022. Kemudian baru dapat dimanfaatkan untuk keperluan domestik di tahun 2025.. (adv)

Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved