LIGA CHAMPIONS
Bayern Munchen ke Final UCL, Pelatih Hansi Flick: Lyon Sulitkan Kami, Beruntung Kami Bisa Menang
Pelatih Bayern Muenchen, Hansi Flick, pun semakin percaya diri setelah mengalahkan Olympique Lyon pada semifinal Liga Champions 2019-2020
Editor Nandarson
TRIBUNBATAM.id, LISBON - Bayern Munchen sukses mengalahkan Lyon dengan skor 3-0 di semifinal Liga Champions, Rabu (19/8/2020) malam atau Kamis dinihari WIB.
Kemenangan telak Bayern Muenchen 3-0 atas Lyon tidak diraih dengan mudah, karena Lyon menunjukkan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.
Sejumlah peluang berhasil diciptakan anak asuh Rudi Garcia tersebut, namun tidak berbuah gol.
Memphis Depay dkk juga sering merepotkan barisan pertahanan Bayern Muenchen sepanjang pertandingan.
• UPDATE Transfer Premier League Liga Inggris, Arsenal Gaet Gabriel, MU Boyong Kiper Sheffield
• Lyon Kalah Lawan Munchen, Pelatih Rudi Garcia: Kami Tampil Baik, Saat Skor 0-2 Situasi Jadi Rumit
• Bayern Munchen Kalahkan Lyon, Serge Gnabry: Kami Beruntung, Banyak Peluang Lyon Gagal Berbuah Gol
Namun, kualitas pemain Bayern Muenchen ikut menentukan skor akhir sehingga membawa mereka ke final UCL melawan PSG.
Pelatih Bayern Muenchen, Hansi Flick, pun semakin percaya diri setelah mengalahkan Olympique Lyon pada semifinal Liga Champions 2019-2020.
Kepercayaan diri Hansi Flick tecermin dari pernyataannya usai laga Lyon vs Bayern, Kamis (20/8/2020) dini hari WIB di Stadion Jose Alvalade, Lisbon, Portugal.
Adapun duel tersebut berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Bayern Muenchen.
Winger asal Jerman, Serge Gnabry, menjadi bintang kemenangan Bayern setelah menyumbangkan dua gol pada menit ke-18 dan ke-33.
Sementara itu, satu gol tambahan Bayern dicetak Robert Lewandowski kala laga memasuki menit ke-88.
Bayern berhak melaju ke final Liga Champions berkat kemenangan meyakinkan tersebut.
Klub berjuluk Die Roten itu bakal menghadapi wakil Perancis, Paris Saint-Germain (PSG), di partai puncak yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (24/8/2020) dini hari WIB.
Sebelum mengungkapkan kepercayaan dirinya dalam menatap laga kontra PSG, Hansi Flick mengaku bahwa skuad asuhannya sempat kesulitan menangani perlawanan Lyon.
Namun, gol pembuka Gnabry disebut memberi dampak positif terhadap mental tim dan membuat Bayern tampil lebih menjanjikan di sisa laga.
"Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Lyon adalah tim yang luar biasa, mereka sudah berjuang," kata Flick, dikutip dari laman resmi klub.
• Hasil Liga Champions Lyon vs Bayern Munchen, 2 Gol dari Serge Gnabry, Munchen Susul PSG ke Final UCL
• UPDATE Transfer AC Milan - Tolak Diego Costa, Stefani Pioli Sebut Milan Tak Butuh Banyak Pemain Baru
"Mereka menampilkan penampilan yang bagus melawan Manchester City dan Juventus."
"Kami melihat betapa sulitnya melawan tim yang tangguh dengan taktik yang brilian."
"Mereka menyulitkan kami, kami beruntung bisa melewati tahap-tahap awal," ucapnya.
"Serge (Gnabry) memberi kami keunggulan berkat kualitas individualnya. Itu meningkatkan kepercayaan diri kami," kata Flick.
Selanjutnya, barulah Hansi Flick mengungkapkan pernyataan yang membuat dirinya tampak percaya diri menghadapi partai puncak Liga Champions.
Pelatih asal Jerman itu mengatakan bahwa Bayern Muenchen memiliki kekuatan besar yang bisa membuat lawan merasa tertekan.
"Kami akan menganalisis pertandingan. Kekuatan besar kami menempatkan lawan kami dalam tekanan," tutur Hansi Flick.
Selain kemenangan atas Lyon, kepercayaan diri tersebut diyakini muncul berkat hasil meyakinkan pada perempat final kontra Barcelona.
Kala itu, Bayern mengakhiri perlawanan Barcelona dengan skor 8-2.
Mampu beri perlawanan
Pelatih Lyon Rudi Garcia menilai timnya mampu memberi perlawanan yang baik terhadap Bayern Muenchen meski ujungnya mengalami kekalahan.
"Bayern tidak sepenuhnya tenang dalam permainan dan saya pikir mereka akan senang mengalahkan kami sebagai favorit yang luar biasa," tutur Garcia dikutip dari situs resmi UEFA.
"Di babak kedua, kami tampil lebih baik. Karl Toko Ekambi (striker Lyon) (seharusnya) bisa membuat skor menjadi 2-1, tetapi Neuer (kiper Bayern) melakukan penyelamatan," katanya.
“Kami tetap bangga dengan apa yang terjadi di lapangan dan bagaimana kami di pertandingan ini, frustrasi karena tidak menang."
"Kami menyesali karena hasil yang kami dapat kurang bagus, karena seharusnya kami memimpin lebih dulu."
"Tapi yang terjadi kami kebobolan gol lebih dulu karena gol (Serge) Gnabry. Permainan kami di barisan belakang terlihat sangat berbeda."
"Saat skor 2-0, ini lebih rumit. Tapi Kami melakukan apa yang harus kami lakukan."
"Rencana permainan telah dilakukan. Kami telah mempelajari bahwa mereka mampu menangani situasi ini."
"Selamat para pemain saya, selamat atas apa yang telah mereka tunjukkan kepada seluruh rakyat Prancis."
"Kami kalah, meski seharusnya kami bisa berada di final, kami percaya itu. Jika kami bisa membuat skor menjadi 2-1, itu akan mengubah permainan, kami bisa melihat para pemain Bayern tidak nyaman. Saya merasa skornya terlalu tinggi dibandingkan dengan apa yang terlihat selama pertandingan."
"Ketika Anda memainkan Liga Champions, Anda harus segera mengerahkan kembali diri Anda untuk memainkannya tahun depan," katanya seperti dikutip dari francefootball.
Hal yang lebih kurang sama dikatakan oleh Karl Toko Ekambi.
Striker Lyon itu mengatakan timnya hanya kurang beruntung.
"Kami berpikir bisa melakukan lebih baik dan bisa mencetak beberapa gol sebelum mereka melakukannya," ucap Karl Toko Ekambi, dikutip dari BBC.
"Keberuntungan tidak ada di pihak kami. Kami kehilangan peluang dan kami melawan tim yang hebat, yang tidak terkalahkan," ujarnya.
Jalannya pertandingan
Bayern Muenchen berusaha mengambil inisiatif serangan sejak kick-off babak pertama dibunyikan wasit Antonio Lahoz.
Namun, justru Lyon yang memilki peluang lebih dulu lewat situasi counter attack.
Maxence Caqueret mengirim umpan terobosan di antara dua bek Bayern dan diterima dengan baik oleh Memphis Depay.
Dengan bola di kakinya, Depay menggiring bola hingga kotak penalti Bayern dan menempatkan dirinya dalam situasi satu lawan satu dengan Manuel Neuer.
Sayangnya, penyelesaian akhir Depay masiih belum akurat. Sepakannya masih menyamping di sisi kanan.
Setelah peluang emas Depay, bola lebih banyak dikuasai Bayern. Mereka memiliki peluang emas ketika Loen Goretzka, yang berdiri benas di kotak penalti Lyon, melepaskan tendangan kaki kanan.
Namun, kesempatan itu sia-sia karena bola hasil sepakan Goretzka terlalu lemah datangnya, sehingga bisa diamankan Anthony Lopes.
Bayern akhirnya bisa unggul lebih dulu pada menit ke-18 melalui aksi winger Serge Gnabry.
Menerima umpan lambung Joshua Kimmich, Gnabry berlari dari sisi kanan dan berhasil melewati beberapa pemain Lyon.
Ketika mendekati kotak penalti Lyon, Gnabry melepaskan tendangan kaki kiri yang tak mampu dibendung Lopes.
Gnabry nyaris mencetak gol keduanya pada menit ke-26. Namun, kali ini tembakan kaki kiri pemain "buangan" Arsenal itu masih bisa ditepis kiper Lyon.
Ganbry akhirnya benar-benar mencetak gol keduanya pada menit ke-33. Ia memanfaatkan bola muntah dari Lopes yang sebelumnya menepis sepakan Robert Lewandowski di mulut gawang.
Skor 2-0 untuk keunggulan Bayern Muenchen bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki paruh kedua, Bayern melakukan perubahan di lini belakang. Niklas Suele masuk menggantikan Jerome Boateng.
Sementara, Lyon, yang ketinggalan dua gol, memasukkan Thiago Mendes untuk memperkuat daya serang. Mendes masuk menggantikan Bruno Guimaraes.
Pada menit ke-51, Bayern mendapat peluang emas untuk mencetak gol ketiga pada laga ini lewat Ivan Perisic.
Sayangnya, kesempatan itu gagal dimanfaatkan Perisic yang sudah berhadapan satu lawan satu dengan Lopes.
Finishing Perisic masih lemah, sehingga bola bisa ditangkap dengan mudah oleh kiper Lyon itu.
Lyon bukannya tanpa peluang. Mereka sesekali mengancam lewat serangan balik.
Peluang paling berharga Lyon terjadi pada menit ke-58 ketika Karl Toko Ekambi berdiri sendirian di depan gawang Bayern dengan bola di kakinya.
Namun, kesempatan emas itu gagal berbuah gol setelah tendangan kaki kanan Ekambi bisa diblok Manuel Neuer.
Memasuki 15 menit terakhir, Bayern masih memegang kendali permainan dan mampu menghasilkan beberapa peluang.
Peluang-peluang itu akhirnya berbuah gol pada menit ke-88. Umpan sepak pojok Joshua Kimmich, disambut sundulan akurat Robert Lewandowski.
Gol Lewandowski memastikan Bayern menang 3-0 atas Lyon. Mereka pun lolos ke final dan akan menghadapi Paris Saint-Germain.
Susunan pemain Lyon vs Bayern Muenchen:
Lyon (3-5-2): 1-Anthony Lopes; 5-Jason Denayer, 6-Marcelo, 2-Fernando Marcal (36-Rayan Cherki 73'); 14-Leo Dubois (23-Kenny Tete 67'), 25-Maxence Caqueret, 39-Bruno Guimaraes (12-Thiago Mendes 46'), 8-Houssem Aouar, 27-Maxwell Cornet; 21-Karl Toko Ekambi (17-Jeff Reine-Adelaide 67'), 11-Memphis Depay (9-Moussa Dembele 58')
Cadangan: 2-Sinaly Diomande, 3-Joachim Andersen, 4-Rafael, 9-Moussa Dembele, 10-Bertrand Traore, 12-Thiago Mendes, 17-Jeff Reine-Adelaide, 22-Jean Lucas, 23-Kenny Tete, 30-Ciprian Tatarusanu, 31-Melvin Bard, 36-Rayan Cherki
Pelatih: Rudi Garcia
Bayern Muenchen (4-2-3-1): 1-Manuel Neuer; 19-Alphonso Davies, 17-Jerome Boateng (4-Niklas Suele 46'), 27-David Alaba, 32-Joshua Kimmich; 6-Thiago Alcantara (24-Corentin Tolisso 82'), 18-Leon Goretzka (5-Benjamin Pavard 82'); 14-Ivan Perisic (29-Kinglsey Coman 63'), 22-Serge Gnabry (10-Philippe Coutinho 75'), 25-Thomas Mueller; 9-Robert Lewandowski
Cadangan: 2-Alvaro Odriozola, 4-Niklas Suele, 5-Benjamin Pavard, 8-Javi Martinez, 10-Philippe Coutinho, 11-Mickael Cuisance, 21-Lucas Hernandez, 24-Corentin Tolisso, 26-Sven Ulreich, 29-Kinglsey Coman, 35-Joshua Zirkzee, 39-Ron-Thorben-Hoffmann
Pelatih: Hansi Flick
.
.
.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bayern-munichs-german-coach-hans-dieter-flick-reacts-during-the-uefa-champions-league.jpg)