Breaking News:

Willpower Perjuangan dalam Pendidikan, Persepsi Pemuda Rantau Asal Assoyelipele, Walesi, Wamena

Tujuh orang anak muda dari Walesi merantau ke Batam. Mereka menempuh pendidikan selama beberapa tahun di Batam dan berharap bisa memajukan daerahnya

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Tujuh siswa asal Walesi, Wamena bersama ibu asuhnya, ibu Anggi Fatimah Siregar 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Masih dalam memaknai kemerdekaan, pemuda, perjuangan dan pendidikan, adalah 3 kata yang sangat erat korelasinya. Karena tiga kata tersebut merupakan sebuah deskripsi kuat ketika kita bicara di bulan Agustus ini, yang merupakan bulan Kemerdekaan Indonesia ke-75. Dan kita akan belajar banyak dari anak-anak muda Walesi yang merupakan perantau di Batam.

Mereka adalah tamu istimewa, anak-anak muda asal Distrik Walesi dari kampung Assoyelipele. Mereka adalah tujuh anak muda, 3 laki-laki dan 4 anak perempuan. Yang sudah selama 3 tahun ini menjadi anak rantau di Pulau Batam dan mengenyam pendidikan di SMA Islam Nabilah, Batam, yaitu Hasanah Asso, Khotijah Asso, Ero Yelipele, dan Hatiq Yelipele, sedangkan Ikhsan Lani yang tahun ini sudah berhasil lulus dari Sekolah Penerbangan/Dirgantara Batam, serta Rahim Lani dan Sewelekma yang juga sudah lulus dari Sekolah Pelayaran di Batam.

Berbicara asal mereka dari Walesi, di mana Walesi itu ?

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Jayawijaya tahun 2019, Distrik Walesi terletak antara 138.90129 – 138.9415 Bujur Timur dan 4.125 – 4.149 Lintang Selatan. Distrik Walesi merupakan distrik yang terletak di dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata 1.850 mdpl.

Distrik Walesi memiliki luas 366.93 km2 atau sekitar 4,32 persen dari luas wilayah Kabupaten Jayawijaya. Distrik Walesi merupakan distrik pemekaran dari Distrik Asolokobal. Distrik Walesi memiliki 7 kampung. Distrik ini berada pada ketinggian sekitar 1679-20196 mdpl sehingga berhawa sejuk dengan kampung yang berada pada ketinggian terendah di antara kampung-kampung lainnya di Distrik Walesi dengan ketinggiannya yang hanya 1.679 mdpl adalah Kampung Yagara.

Masih berdasarkan Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Jayawijaya tahun 2019 Distrik Walesi pada tahun 2018 merupakan Distrik yang memiliki jumlah penduduk sebesar 2.824. Agama yang ada di sana 62% Katolik, 20% Islam, 18% protestan.

Penduduk Muslim Papua di Lembah Baliem berkonsentrasi di Distrik Walesi. Pada lokasi itu terdapat sebuah masjid dan pesantren. Anak-anak yang berada di dalam pesantren kebanyakan berasal dari daerah pegunungan Papua. Ada yang sengaja dititipkan oleh orangtua untuk menimba ilmu, ada juga anak-anak yang tak mengenal orangtuanya sekali pun. Walau begitu, kehidupan di Walesi sangat kental dengan kekerabatan antar agama.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Jayawijaya maka di Distrik Walesi pada tahun 2018 memiliki 3 sekolah yang terdiri dari 2 sekolah dasar, dan 1 sekolah menengah pertama. Sekolah dasar tersebut satu berupa YPPK dan satunya berupa MI (Madrasah Ibtidaiyah). sedangkan sekolah menengah pertama di distrik ini berupa MTs (Madrasah Tsanawiyah). Dan dikarenakan di Walesi tidak ada Sekolah Menengah Atas maka yang mau melanjutkan pendidikannya pasti harus keluar daerah, atau bahkan keluar pulau.

Anak-anak muda perantau asal Walesi ini luar biasa. Berbicara banyak tentang arti pendidikan, semangat perjuangan hidup dan berbicara tentang cita-cita dengan sangat fasih, sangat berbeda dengan saat kedatangan mereka pertama kali di bumi Melayu, khususnya tempat mereka tinggal dan mencari ilmu saat ini, yaitu Batam. Yang saat itu tahun 2018 di antar dan didampingi ibu asuhnya sekaligus gurunya yaitu Ibu Anggi Fatimah Siregar.

Di mana Ibu Anggi sudah menjadi guru di Walesi selama sekitar 3 tahun, dan akhirnya menjadi fasilitator anak-anak tersebut melanjutkan pendidikannya di Batam, tempat tinggal Ibu Anggi. Ibu Anggita Fatimah Siregar sendiri juga luar biasa sebagai seorang yang memperjuangkan kelangsungan proses pembelajaran mereka agar tidak terputus sekolah anak-anak ini.

Halaman
123
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved