Breaking News:

BATAM TERKINI

Nuranis Menuntut Keadilan, Minta Haknya Dibayarkan, Demo di Depan Kantor Wali Kota Batam

Seperti diketahui, Nuranis melalui kuasa hukumnya menggugat Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Pemko Batam ke PN Batam pada Agustus 2017.

Penulis: Filemon Halawa | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Leo Halawa
Aksi demonstrasi di depan kantor Wali kota Batam, Kamis (27/8) siang. Tampak Nuranis sambil terisak meminta kepada Wali kota Batam agar haknya dibayarkan. TRIBUN BATAM/LEO HALAWA 

Editor: Septyan Mulia Rohman

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sejumlah warga Batam menggelar aksi di kantor Wali kota Batam, Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Massa yang mengatasnamakan Suara Rakyat Keadilan (SRK) Kota Batam, mereka menuntut Wali kota Batam, Muhammad Rudi membayar uang kontraktor yang belum dibayarkan.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian meminta kepada kepala daerah melalui Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, supaya membayarkan ganti rugi sebesar Rp 194.250.000 (seratus sembilan puluh empat juta dua ratus lima puluh ribu Rupiah) kepada Nuranis.

Ini sebagaimana perintah dari hasil putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) dengan Nomor Putusan Kasasi: 1552 K/Pdt/2019.

"Sangat disayangkan pak Rudi. Sudah ada putusan mahkamah agung tapi tidak dibayar. Keterlaluan, kalau saya bilang zolim sekali Rudi menzolimi rakyat kecil," kata koordinator aksi, Achmad Rosano kepada TribunBatam.id, Kamis (27/8/2020).

Selama unjuk rasa berlangsung, berjalan damai dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian dan Satpol-PP Kota Batam.

Dalam orasinya Achmad Rosano mengatakan, katanya jika Pemerintah Kota Batam Cq Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam tidak membayarkan kerugian Nuranis sebagaimana perintah Mahkamah Agung, maka akan melaporkannya ke ranah tindak pidana.

Nuranis juga berorasi. Ia meminta supaya Pemerintah Kota Batam melalui Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, segera mengganti kerugiannya sebagaimana hasil putusan kasasi MA.

"Saya meperjuangkan hak saya selama tiga tahun, saya sudah menang tiga kali sidang, baik dari tingkat Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Tinggi (PT) maupun dari Mahkamah Agung (MA), namun kerugian saya tak kunjung dikembalikan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved