Breaking News:

WISATA BATAM

Kemegahan Jembatan I Barelang, Warisan Mendiang BJ Habibie yang Jadi Ikon Wisata Batam

Jika berkunjung ke Kota Batam, tak lengkap rasanya jika tidak mampir ke Jembatan Barelang. Intip arsitektur warisan pembangunan BJ Habibie ini

INSTAGRAM/@AMMARZONI
Ammar Zoni di Jembatan Barelang, Batam 
Editor: Putri Larasati Anggiawan

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Jika berkunjung ke Kota Batam tidak lengkap rasanya jika tidak mampir ke Jembatan Barelang.

Jembatan Barelang I menjadi ikon wisata Kota Batam yang sudah populer di kalangan pengunjung domestik dan internasional.

Bagaimana arsitektur warisan pembangunan pada masa kepemimpinan BJ Habibie di Kota Batam ini?

Tujuan dari pembangunan infrastruktur tersebut adalah guna menunjang serta mempercepat laju pengembangan wilayah Barelang itu sendiri.

Pembangunan keenam jembatan di Barelang dimulai sejak Oktober 1993 dan selesai secara bertahap mulai tahun 1996. 

Macaulay Culkin Genap Berusia 40 Tahun, Bintang Film Home Alone Sebut Merasa Tua

Adapun biaya yang dihabiskan untuk pembangunan ini mencapai Rp 257 miliar, sedangkan untuk pembangunan jalan Trans Barelang memakan biaya sebesar Rp 77,3 miliar.

Salah satu dari keenam jembatan yang menghubungkan wilayah Barelang adalah Jembatan I yang dinamakan Tengku Fisabilillah.
Foto udara terkait Jembatan 1 Barelang yang merupakan warisan mendiang Presiden BJ Habibie di Batam
Foto udara terkait Jembatan 1 Barelang yang merupakan warisan mendiang Presiden BJ Habibie di Batam (TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA)


Jembatan I ini menghubungkan Pulau Batam dan Tonton dengan tipe cable stayed. 

Bagian utama jembatan yang paling menonjol adalah struktur pilon berketinggian 119,774 dengan lebar maksimum pada bagian dasar 34,3 meter.

Panjang total dari Jembatan I ini mencapai 642 meter dengan panjang bentang utama 350 meter.

Jika diukur, jembatan ini juga memiliki lebar 21,5 meter dengan lebar trotoar 1,8 meter bertipe pondasi bored pile 120.

Pembangunan jembatan ini didukung oleh PT Hutama Karya sebagai kontraktor pelaksananya, serta saat ini telah dikelola dan menjadi aset dari Badan Pengusahaan (BP) Batam.

UPDATE Jersey Klub Liga Spanyol Musim 2020/2021 - Sevilla, Real Betis Luncurkan Jersey Baru

Sesuai dengan perencanaan Masterplan Barelang, Pulau Tonton akan dikembangkan sebagai kawasan pariwisata.

Sementara itu, pemberian nama Raja Haji Tengku Fisabilillah diabadikan sebagai nama jembatan, mengingat ia adalah seorang Raja yang Dipertuan Muda Riau-Lingga-Johor-Pahang keempat. 
Barelang Bridge.
Barelang Bridge. (Instagram/ucuphotos)


Ikon Kota Batam

Berkunjung ke Kota Batam tak lengkap rasanya jika tidak singgah ke Jembatan Barelang.

Jembatan yang dibangun oleh Otorita Batam (OB) mulai dari tahun 1992 itu memang sudah menjadi ikon terlama Pulau Batam.

Selesai dibangun pada 1998, jembatan itupun menjadi sarana penghubung beberapa pulau kecil di sekitar Batam, yaitu Pulau Rempang dan Galang.

Jembatan Barelang sendiri merupakan singkatan dari Batam, Rempang, dan Galang.

Jembatan ini sebenarnya diberi nama Jembatan Tengku Fisabilillah, namun tidak banyak orang yang tahu nama tersebut, karena sampai saat ini jembatan tersebut terkenal sebagai jembatan Barelang.
Foto Jembatan I Barelang Kota Batam, Provinsi Kepri
Foto Jembatan I Barelang Kota Batam, Provinsi Kepri (tribunbatam.id/ian sitanggang)


Jembatan yang menghubungkan pulau Batam dengan pulau Tonton tersebut juga memiliki nama lain, yang diberikan masyarakat setempat seperti jembatan Habibie.

Pemberian nama itu karena jembatan tersebut dibangun pada zaman Habibie memimpin Otorita Batam, dan ada juga nama lain seperti jembatan satu.

Namun nama tersebut tidak terlalu populer, dibandingkan nama Jembatan Barelang.

Kini, Jembatan Barelang menjadi tujuan wisata wajib bagi wisatawan baik dari luar negeri, maupun dalam negeri, termasuk orang lokal Kepri.

Berbentuk unik dan indah, pengunjung terkadang tidak habis pikir karena jembatan Barelang dibangun hanya menggunakan dua tiang penyangga.

Sementara badan jembatan digantung kedua tiang penyangga.

Panjang jembatan barelang kurang lebih 500 meter dari ujung sisi kiri dan sisi kanan jalan, jembatan tersebut hanya ditahan oleh kabel yang dihubungkan ke penyangga.

Tinggi jembatan dari atas permukaan air laut kurang lebih 200 meter, yang membuat pemandangan dari atas jembatan sangat indah.

Sejauh mata memandang, terlihat pulau pulau kecil yang ada disisi kiri dan kanan jembatan.

Untuk kemari, juga tidak perlu biaya yang mahal maupun waktu yang lama. Dari Bandara Hang Nadim hanya perlu waktu 45 menit menuju kemari.

Sekitar 30 menit saja dari pelabuhan International Batam Centre. Dari Simpang Barelang hanya tinggal Delapan Kilometer sampai ke jembatan Barelang.

Sampai di lokasi pengunjung ataupun wisatawan bebas menikmati segala fasilitas yang disediakan pemerintah.

Mulai bersantai, berswa foto atau sekedar duduk di bawah pohon rindang tidak dipungut biaya.

Namun jika ingin menyewa lokasi baru dikenakan biaya.

Tidak perlu khawatir mengenai kebersihan tempat, lokasinya bersih karena saat ini pemerintah juga bekerja sama dengan pemuda tempatan untuk menjaga dan mengawasi agar selalu bersih.

Pemuda setempat hanya meminta uang parkir dari setiap pengendara yang memarkirkan kendaraannya, uang tersebut dipergunakan untuk biaya kebersihan dan keamanan lokasi.

Dendang, pemuda tempatan mengatakan semua fasilitas diberikan untuk dinikmati oleh pengunjung dan wisatawan.

"Kita hanya meminta uang parkir, sekaligus mengatur parkir kendaraan yang ada dilokasi. Nanti kalau tidak diatur malah asal parkir semuanya,"kata Dendang.

Di sana juga banyak para pedagang kecil yang menjajakan aneka makanan kecil.

Bahkan kamu bisa menikmati segarnya air kelapa dan asiknya makan jagung bakar di warung warung kecil yang ramai di sana.

Miniatur Jembatan Barelang di Dendang Melayu

Jembatan Barelang, tidak hanya memberikan pemandangan yang indah bagi pandangan wisatawan yang datang berkunjung ke Batam.

Untuk menambah keindahan dan fasilitas bagi pengunjung, di sana juga disediakan areal berfoto bernama Dendang Melayu.

Lokasi yang berbentuk lapangan itu dibangun juga miniatur jembatan Barelang.

Gunanya, tak lain untuk memudahkan pengunjung yang ingin befoto dengan latar belakang jembatan Barelang.

Untuk wisatawan yang lupa atau tidak membawa smartphone yang canggih untuk mengabadikan moment kunjungan ke jembatan barelang, di lokasi banyak juga fotografer handal yang bisa memberikan layanan foto langsung jadi.

Tidak perlu takut biaya mahal, hanya dengan Rp 20 ribu kamu sudah bisa mendapatkan sekali foto.

Cukup menunggu 10 menit foto pun sudah langsung dicetak, dan hasilnya lumayan memuaskan dan bisa menjadi kenang kenangan saat berada di jembatan Barelang.

Di Dendang Melayu juga tersedia panggung besar, yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan.

Di sekeliling panggung pun terdapat kursi kursi yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk sekedar istirahat dan bersantai jika sudah kelelahan berkeliling.

Menariknya, kursi di sekililing lapangan dinaungi oleh pohon pohon yang sudah rindang jadi wisatawan tidak akan terkena terik matahari.

Saat ini di lokasi Dendang Melayu ada juga beberapa becak mini yang bisa menambah kegembiraan saat bersantai di Barelang.

Harga sewanya juga tidak mahal hanya Rp 20 ribu untuk 15 menit. Becak mini di lokasi Dendang Melayu tersebut dikelola oleh Ana, warga pulau akar.

"Inikan lapangannya luas juga, kalau tidak ada acara atau kegiatan lapangannya kosong juga, makanya untuk mengisi kekosongan saja, jadi pengunjung yang datang punya banyak pilihan,"kata Ana.

Dengan adanya becak mini di lokasi Dendang Melayu pengunjung yang datang memiliki satu spot lagi untuk berfoto di atas becak.(TribunBatam.id/Ian Sitanggang) (*)
Editor: Putri Larasati Anggiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved