Breaking News:

VIRUS CORONA DI BATAM

Sekda Batam Cemas Virus Corona Merajalela, Miris Ada Warga Tak Percaya Bahaya COVID19

Saya risau, kemarin tambahan pasien Covid-19 sebanyak 46 orang. Kita harus tetap waspada dan jaga diri kita

TRIBUN/ALFANDI SIMAMORA
Ilustrasi saat petugas medis dari Tim Gugus Penanggulangan Covid-19 saat mendatangi rumah keluarga pasien positif Covid-19 di Bintan untuk mengambil sampel swab. Di Batam lonjakan kasus Covid-19 membuat Sekda Jefridin Hamid khawatir. 

Ia menilai, muncul 2 klaster Covid-19 di Sekupang lantaran warga mulai lengah terhadap protokol kesehatan dan bahkan ada yang tak percaya dengan bahayanya Covid-19.

Untuk itu, Desi pun mengimbau agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan karena hanya dengan ini bisa memutus rantai penularan Covid-19.

Tim medis RSBP Batam mengenakan hazmat bergambar sejumlah tokoh kartun, Minggu (5/7/2020). Cara ini terbukti ampuh dalam menangani pasien berkenaan dengan virus Corona, khususnya pasien anak-anak.
Tim medis RSBP Batam mengenakan hazmat bergambar sejumlah tokoh kartun, Minggu (5/7/2020). Cara ini terbukti ampuh dalam menangani pasien berkenaan dengan virus Corona, khususnya pasien anak-anak. (TribunBatam.id/Bereslumbantobing)

Banyak kasus, katanya karena warga saling mengunjungi atau membesuk orang sakit dan tak sadar menjadi Orang Tanpa Gejala (OTG).

Saat ini Puskesmas Sekupang menjadi rujukan warga kelurahan Tiban Baru dan Tiban Indah untuk berobat lantaran Puskesmas Tiban Baru masih ditutup.

Ada 8 orang dokternya dinyatakan positif Covid-19.

Taiwan Bersumpah Tak Tunduk dengan China, 200 Jet Tempur F-16 Siaga Lawan Tekanan Tiongkok

Tracing penularan Covid-19, klaster Puskesmas Tiban Baru menyasar 64 warga kelurahan yang pernah melakukan layanan pengobatan sebelum Puskesmas ditutup.

"Ya, sudah 64 warga yang di tracing dan melakukan pemeriksaan kesehatan," ujar Kepala Puskesmas Tiban Baru, drg. Anna Hashina saat dihubungi, Kamis (27/8/2020).

Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) (kompas.com)

Warga yang di-tracing dan dilakukan pemeriksaan rapid test untuk mencegah penyebaran penularan Covid-19 pasca ada 8 petugas medis di Puskesmas Tiban Baru yang terconfirmasi positif Covid-19.

Bahkan ia menyebutkan, awal tertularnya 8 petugas medis di Puskesmas belum diketahui sumbernya.

"Kami masih bertanya-tanya, petugas kita kontak dengan siapa, lalu siapa yang positif Covid-19 di antara pasien itu.

GAZA MEDAN LAGA, Militer Israel dan Hamas 3 Pekan Saling Tembak dan Jual Beli Serangan Bom

Soalnya awalnya 8 petugas medis kita ketika di-swab langsung terkonfirmasi," ujarnya.

Ia merincikan, dari total 8 orang petugas medis di Puskesmas Tiban Baru itu terdiri dari 3 orang dokter, 3 bidan, dan 2 perawat.

Bahkan ada 2 di antaranya yang sedang hamil.

(tribunbatam.id/Hening Sekar Utami/Beres Lumbantobing)

Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved