Breaking News:

VIRUS CORONA DI BATAM

Dua Paguyuban Prihatin Kasus Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di Batam, Ini Sarannya untuk Pemerintah

Pemerintah menurutnya harus meyakinkan masyarakat soal mana pasien Corona dan mana yang bukan.

Penulis: Filemon Halawa | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id/SON
Ilustrasi Covid-19 - Ketua Harian Merga Silima Masyarakat Karo Batam, Petra Paulus Tarigan menyarankan pemerintah untuk memperbaiki cara berkomunikasi dengan masyarakat. Ini terkait kasus ambil paksa jenazah Covid-19 yang terjadi di Kota Batam, Provinsi Kepri. 

Editor: Septyan Mulia Rohman

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ketua Harian Merga Silima Masyarakat Karo Batam, Petra Paulus Tarigan menyarankan kepada pemerintah untuk memperbaiki cara berkomunikasi dengan masyarakat.

Ini terkait kasus ambil paksa jenazah Covid-19 di Kota Batam, Provinsi Kepri.

Menurut pria yang dosen di Unrika Batam ini, sejak dua bulan terakhir pola sosial distancing di tengah-tengah masyarakat mulai terkikis.

Setidaknya terdapat dua kasus ambil paksa jenazah di Kota Batam. Terbaru, penyidik Polresta Barelang menetapkan satu tersangka ambil paksa jenazah Covid-19 di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam.

Tersangka diduga melanggar undang-undang kekarantinaan.

"Awal-awal saja semua pada takut keluar rumah. Sejak bulan Maret, April, Mei.

Sedangkan Juni, Juli dan Agustus ini terlihat mulai terkikis. Artinya, Pemerintah harus meyakinkan masyarakat.

Aturan baru harus dibuat. Ingat bahwa, jangan lupa Pemerintah menjadi contoh. Misalkan jaga jarak, penggunaan masker. Ini dasar kan," kata Petra Senin (31/8/2020).

Menurut Petra, pandemi Covid-19 ini belum berakhir.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved