Breaking News:

VIRUS CORONA DI BATAM

Dua Paguyuban Prihatin Kasus Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di Batam, Ini Sarannya untuk Pemerintah

Pemerintah menurutnya harus meyakinkan masyarakat soal mana pasien Corona dan mana yang bukan.

Penulis: | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id/SON
Ilustrasi Covid-19 - Ketua Harian Merga Silima Masyarakat Karo Batam, Petra Paulus Tarigan menyarankan pemerintah untuk memperbaiki cara berkomunikasi dengan masyarakat. Ini terkait kasus ambil paksa jenazah Covid-19 yang terjadi di Kota Batam, Provinsi Kepri. 

Penambahan personil penjagaan ini diharapkan dapat mencegah kasus ambil paksa jenazah oleh masyarakat kembali terjadi.

"Saya akan coba bahas di internal, kita akan perkuat Satpol PP untuk berjaga di ruangan-ruangan, misalnya di RSUD, atau rumah sakit lainnya," jawab Amsakar ketika diwawancarai di Aula Gedung PIH, Minggu (23/8).

Kemudian Amsakar menambahkan, upaya penjagaan secara eksternal ini tak akan lengkap tanpa dukungan pemahaman serta kesadaran masyarakat sendiri.

Ia senantiasa mengimbau agar masyarakat tidak memaksakan tindakan-tindakan yang menyalahi aturan serta protokol kesehatan, terutama di masa krisis akibat Covid-19 ini.

"Tolong diingat, Covid-19 ini penyakit yang menular dan dapat menjangkit dengan mudah. Jangan dipaksakan tindakan seperti sebelumnya ini yang membuat tenaga medis akhirnya harus men-tracing semua orang yang terlibat," jelas Amsakar.

Tindakan ambil paksa jenazah seperti yang sebelumnya terjadi itu, menurutnya dapat berdampak pada timbulnya klaster Covid-19 baru yang membuat kasus di Kota Batam kian meningkat.

Oleh karenanya, ia mengharapkan agar masyarakat tidak gegabah melakukan tindakan dengan turut memperhatikan keselamatan orang lain di sekitarnya.

"Ini sudah ada dua kasus, ya kita tidak ingin lagi ada yang lain, sebab kalau ke depan itu terjadi lagi kita akan tuntut," tegas Amsakar.

Perihal ini, Amsakar mengaku akan mempertimbangkan kasus ini dalam penyusunan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) yang saat ini tengah digodok.

Saat ini, pembahasan Perkada yang mengatur kewajiban penerapan protokol kesehatan, sudah dalam tahap perancangan makro dengan poin-poin umum.

Meski belum sampai pada pembahasan detil, namun adanya peristiwa ini dapat mendorong disusunnya peraturan berbasis sanksi bagi para pelanggar protokol kesehatan, khususnya tindakan pengambilan paksa jenazah yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan.

"Pembahasan Perkada baru poin-poin kunci, belum sampai ke detil, tapi ide ini bisa kita masukkan ke dalamnya. Kita bisa berikan sanksi tegas," ujar Amsakar.

Minta Proses Tes Swab Dipercepat

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi tak banyak berkomentar terkait upaya pengambilan paksa jenazah terkonfirmasi positif Covid-19 oleh keluarga dari RSBK Batam, pada Selasa (18/8/2020) lalu.

Rudi menilai, masih terdapat salah persepsi di tengah masyarakat, terkait penanganan dan pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 saat ini. Apabila hasil swab belum keluar, namun yang bersangkutan telah meninggal dunia, maka masih digolongkan dalam daftar suspek.

"Tetapi memang agak sulit juga kita mau atur perihal itu," ujar Rudi, Kamis (20/8/2020).

Sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Rudi menekankan pentingnya agar hasil tes swab dapat keluar dengan cepat.

Berbagai percepatan penanganan Covid-19, termasuk dari segi pemeriksaan swab, dapat mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti peristiwa pengambilan paksa jenazah baru-baru ini.

"Intinya kita ingin agar swab cepat keluar saja. Kalau boleh dalam satu hari keluar, selesai itu," terang Rudi.

Hasil tes swab masih membutuhkan waktu lama untuk dapat diketahui, menurutnya, disebabkan karena banyaknya sampel yang hendak diperiksa.

Sementara itu, kondisi kesehatan beberapa pasien terbilang sulit untuk diprediksi.

"Karena yang diswab terlalu banyak hari ini. Kita kan tidak bisa memprediksi," tambah Rudi.(TribunBatam.id/Leo Halawa/Hening Sekar Utami)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved