Breaking News:

BATAM TERKINI

Wali Kota Batam Sebut Status Lahan Rumah Ibadah Banyak yang Tumpang Tindih, Minta Ini ke Warga

Dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Senin (31/8), pembangunan rumah ibadah tersebut merupakan inisiatif dari masyarakat setempat.

TribunBatam.id/Istimewa/Humas Pemko Batam
Peletakan batu pertama musala Al Karim di Kampung Tua Teluk Mata Ikan RT 04/RW 07, Sambau, Nongsa oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Minggu (30/8). 

Editor: Septyan Mulia Rohman

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pengurus rumah ibadah di Kota Batam, Provinsi Kepri diminta mengurus status lahan.

Ini penting karena Wali kota Batam, Muhammad Rudi menyebutkan banyak rumah ibadah yang status lahannya masih tumpang tindih.

Rudi juga meminta desain rumah ibadah yang akan dibangun harus memperhatikan kebutuhan dan perkembangan beberapa tahun ke depan.

Sehingga saat jamaah terus bertambah, tidak perlu lagi membongkar dan membangun kembali lokasi.

"Legalitas ini sangat penting. Jangan sampai nanti bangunan sudah jadi, ternyata lahannya bermasalah," ujarnya ketika peletakkan batu pertama pembangunan musala Al Karim di Kampung Tua, Teluk Mata Ikan RT 04/RW 07, Sambau, Kecamatan Nongsa, Minggu (31/8).

Dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Senin (31/8), pembangunan rumah ibadah tersebut merupakan inisiatif dari masyarakat setempat.

Rudi yang juga menjabat Kepala BP Batam akan memberikan legalitas lahan, dengan catatan lahan belum dialokasikan untuk masyarakat atau pun investor.

"Pada prinsipnya kami mendukung penuh pembangunan tempat ibadah di Kota Batam," sebutnya.

Polemik Legalitas Kampung Tua di Batam

Permasalahan legalitas Kampung Tua di Batam masih belum kunjung usai.

Dari total 37 lokasi yang tergolong sebagai Kampung Tua, baru 3 di antaranya yang telah diturunkan legalitasnya.

Dua Paguyuban Prihatin Kasus Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di Batam, Ini Sarannya untuk Pemerintah

IGD Masih Tutup hingga Nakes Terpapar, Ini Sejarah RSUD Embung Fatimah, Dulu Berawal dari Puskesmas

Di tahun 2019, Pemerintah Kota Batam, melalui Tim Penyelesaian Legalitas Kampung Tua, telah menerbitkan sebanyak 1.450 seritifikat hak milik di tiga titik Kampung Tua, yakni Tanjungriau, Tanjunggundap, dan Sungai Binti.

Sementara itu, di tahun 2020 ini, baru sebanyak 4 lokasi Kampung Tua sedang dalam proses pengukuran, dan ditambah dengan 6 kampung lainnya sesuai dengan APBD Perubahan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved