Minggu, 26 April 2026

BATAM TERKINI

Rumah Sakit Jadi Klaster Baru, 50 Tenaga Kesehatan di Kepri Terpapar Covid-19

Setidaknya ada empat rumah sakit yang tenaga kesehatannya positif, yakni RSUD Embung Fatimah, RS Elizabeth Lubuk Baja, RS Harapan Bunda, RSUD Bintan.

TRIBUNBATAM.id/SON
Ilustrasi. Rumah sakit dan sejumlah Puskesmas di Kepri saat ini menjadi episentrum baru Covid-19 dan sekitar 50-an tenaga kesehatan (Nakes) tertular virus corona baru ini. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Perkembangan pandemi Covid-19 di Provinsi Kepri semakin mengkhawatirkan, terutama di minggu keempat Agustus 2020.

Saat ini, jumlah orang yang tertular Covid-19 di Provinsi Kepri sudah mencapai seribu orang.

Lebih menyedihkan, rumah sakit dan sejumlah Puskesmas saat ini menjadi episentrum baru Covid-19 dan sekitar 50-an tenaga kesehatan (Nakes) tertular virus corona baru ini.

Setidaknya ada empat rumah sakit yang tenaga kesehatannya positif, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, RS Elizabeth Lubuk Baja, RS Harapan Bunda (RSHB), Seraya serta RSUD Bintan.

Jumlah ini bisa bertambah karena masih ada Nakes yang menunggu hasil laboratorium swab.

Nakes yang paling banyak terpapar adalah di Kota Batam. Dalam tiga hari terakhir tercatat sudah 44 tenaga kesehatan yang terpapar.

Pada 28 Agustus, sembilan orang tenaga kesehatan positif, dua orang ASN-Nakes, empat Nakes RSUD EF dan tiga lainnya di Puskesmas, yakni Puskesmas Mentarau, Puskesmas Sei Langkai, dan Puskesmas Belakangpadang.

RSBP Batam Siapkan Gedung Khusus & 15 Dokter Spesialis, Bakal Periksa 17 Pasang Calon Kepala Daerah

Sehari kemudian, lima Nakes lagi positif. Empat orang Nakes RSHB Batam dan satu orang Nakes RSUD EF.

Pada 30 Agustus, jumlah Nakes yang terpapar bertambah 33 kasus. Terdiri dari dua orang dari Puskesmas Rempang Cate dan Puskesmas Sekupang, kemudian 17 Nakes RSUD Embung Fatimah Batam, dan 11 Nakes RS Elisabeth (Lubuk Baja) Batam.

Di RSUD EF, dari 22 Nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19, kemarin, dua wakil direktur positif.

"Direktur negatif, tapi dua wakil direktur positif," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusumarjadi kepada TRIBUNBATAM.id.

Tidak hanya di Batam, Covid-19 juga menyerang tujuh Nakes di Bintan.

Tiga di antaranya dokter, satu perawat dan tiga lainnya staf laboratorium di RSUD Bintan.

Ke tujuh orang ini saat ini sudah menjalani perawatan RS RAT Tanjungpinang dan isolasi mandiri di rumah singgah di Batu 8 Tanjungpinang.

Direktur RSUD Kabupaten Bintan Benni Antomi kepada Tribun mengatakan, tiga dokter internships yang terpapar baru sampai dari luar kota 17 Agustus lalu dan baru akan dipekerjakan di RSUD Bintan.

“Kita langsung lakukan swab terhadap beberapa dokter pembimbing mereka. Alhamdulillah, semuanya negatif,” kata Benni.

Begitu juga terhadap sejumlah perawat di IGD (Instalasi Gawat Darurat) dan petugas di bagian laboratorium yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 juga dilakukan tes swab dan hasilnya hingga saat ini belum keluar.

Untuk sementara, beberapa staf IGD menjalani karantina mandiri, begitu juga beberapa petugas laboratorium.

Meski demikian, pelayanan IGD tetap dibuka, hanya layanan Intensive Care Unit (ICU) yang ditutup sementara.

Pelayanan laboratorium dibatasi hanya pagi hari karena terbatasnya jumlah staf.

"Pelayanan IGD ini tidak bisa di tutup karena sangat dibutuhkan. Sedangkan kebutuhan ICU bisa kita rujuk ke rumah sakit lain,"terangnya.

Batam Rekor Baru

Sementara itu, update terbaru kasus Covid-19 dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kepri menunjukkan bahwa jumlah kasus di Kepri pada akhir Agustus sudah menembus seribu kasus.

Kadinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan, terjadi lonjakan kasus dalam dua hari terakhir sehingga total kasus hingga Senin (31/8) mencapai 1023 kasus.

Pada 29 Agustus tercatat 957 kasus dan dari Kota Batam bertambah 60 kasus dalam dua hari terakhir, ditambah lima kasus di Tanjungpinang.

Batam memang mencatatkan angka tertinggi kasus hingga saat ini, yakni mencapai 663 kasus dan sehari kemarin mencatatkan rekor tertinggi dengan 46 kasus sejak Maret lalu, ketika kasus pertama ditemukan.

Sebanyak 378 di antaranya sembuh dan discarded, 32 orang meninggal dan 253 orang lainnya masih dirawat.

Sebanyak 46 kasus, yakni kasus bernomor 618-663 merupakan kasus baru, Minggu, yang dirilis Senin pagi.

Dari data hasil pemeriksaan laboratorium swab oleh Tim Analis Laboratorium BTKL PP dan RSKI Covid-19 Galang, 19 kasus baru laki-laki dan 27 perempuan.

Sebanyak 33 orang merupakan tenaga kesehatan.

Akibat naiknya kasus Covid-19 di Kota Batam, sejumlah kecamatan langsung berubah merah mulai awal Agustus.

Lima bulan pertama Corona di Batam, jumlahnya 343 kasus, namun dalam sebulan bertambah 320 kasus.

Sebanyak 183 kasus terjadi dalam sepekan terakhir atau minggu ke empat Agustus.

Kecamatan yang termasuk zona merah saat ini adalah Batam Kota dengan 49 orang dirawat, kemudian Sekupang (68), Batuaji (25), Sei Beduk 26), Nongsa (21), serta Lubuk Baja (24).

Bengkong (17) dan Sagulung (15) berzona oranye.

Dua kecamatan berzona kuning Batuampar (7) dan Bulang (1).

Dua kecamatan berzona hijau saat ini hanya dua, yakni Belakangpadang dan Galang.

Kadinkes Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan fasilitas kesehatan di Kota Batam.

Langkah ini diambil untuk mengetahui penyebab terpaparnya para tenaga kesehatan di setiap faskes.

“Kita perlu tahu kelemahannya,” katanya. (dna/hsu/leo/als/reb/blt/ian)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved