Cerita Haru Pasutri Diusir Dari Kontrakan Karena Tak Sanggup Bayar, Kini Tinggal di Gerobak Sampah
Sepasang suami istri di Samarinda, Kalimantan Timur, terpaksa tinggal di gerobak sampah karena tidak memiliki tempat tinggal.
TRIBUNBATAM.id |Samarinda - Malang betul nasib yang dialami oleh pasangan suami istri ini.
Selama Pandemi melanda Indonesia, penghasilannya berkurang dan merekapun tidak mampu membayar kontrakan.
Akhirnya mereka diusir dari kontrakan dan harus hidup dan menginap didalam gerobak sampah.
• Tribun Podcast Batam: Merantau ke Batam, Ahmad Miswanto Kini Sukses Jadi Petani Taoge
• Cara Merawat Anthurium agar Terbebas dari Hama, Perhatikan Jenis Penyakitnya
• Video Bareng Raffi Ahmad Tuai Kontroversi, Aldi Taher Mendadak Jadi Sorotan: Kok Suara Berubah?
• Nadya Mustika Tak Terlihat Ditemani Rizki DAcademy saat Berhasil Raih Gelar A,Md, Keb, Kenapa?
Sepasang suami istri di Samarinda, Kalimantan Timur, terpaksa tinggal di gerobak sampah karena tidak memiliki tempat tinggal.
Pasangan tersebut yakni Andika Pratama (35) dan Yanti (32).
Tak hanya berdua, suami istri itu juga membawa bayinya yang baru berusia satu bulan untuk tinggal di gerobak sampah.
Andika dan Yanti diusir lantaran telat bayar 10 hari.
• Penduduk di Desa Terpencil Mendadak Kaya Raya Setelah Hujan Meteor di Samping Gereja
• Zaskia Sungkar Menangis Dipelukan Irwansyah Setelah Lihat Hasil Program Bayi Tabungnya: Ya Allah
• Fakta Ayah Atta Halilintar Dilaporkan Istri ke 2 Ke Polisi, Kak Seto Sampai Turun Tangan
Andika bersama istri dan anaknya hanya tidur beralaskan baliho di tepi Jalan Belatuk, Samarinda.
Mereka pun merasakan panasnya terik matahari dan dinginnya air hujan.
“Satu (baliho) buat alas dalam gerobak dan satunya buat tutup bagian,
atas agar tak panas dan kehujanan,” ungkap Andika saat ditemui Kompas.com, Kamis (3/9/2020).
Ketiganya masih sering kebasahan saat hujan, karena hanya mengandalkan baliho sebagai alat teduh.
Gerobak itu milik Andika yang bekerja sebagai pemulung.
Setiap harinya dia membawa istri dan anaknya mencari sampah plastik yang bisa dijual untuk bertahan hidup.
Namun, pada pertengahan Agustus 2020, pemilik indekos yang disewa pasangan ini di Jalan Ruhui Rahayu, mengganti gembok pintu indekos karena telat bayar.
“Pemiliknya bilang bayar dulu baru bisa masuk.