Breaking News:

Menelisik Tender SPAM Pasca Konsesi, Janggal dan Meninggalkan Banyak Pertanyaan

ATB minta KPPU membatalkan proses tender dan memberi peringatan ke BP Batam agar menghormati serta mengikuti setiap peraturan dan perundangan berlaku.

ISTIMEWA
Petugas mengecek sample air di IPA Duriangkang. ATB melakukan pekerjaan penyedotan sedimentasi pada penampung air hasil olahan (Clearwell) IPA Duriangkang untuk menjaga kualitas air bersih. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM –  Pemilihan Mitra Kerjasama Penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan Selama Masa Transisi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam patut ditelisik lebih jauh. 

Pasalnya, penyelenggaraan tender ini kental dengan dugaan melanggar sejumlah aturan dan ketentuan.

BP Batam mengubah rencana untuk pengelolaan air di Kota Batam setelah konsesi dengan PT. Adhya Tirta Batam (ATB) berakhir. 

Awalnya, lembaga non struktural ini ingin membangun Strategic Business Unit (SBU) untuk mengambil alih pengelolaan air pasca konsesi.

Namun karena hingga hari ini SBU yang dimaksud tak kunjung terbentuk, maka BP Batam harus menyesuaikan rencananya. 

Lembaga ini kembali akan menyerahkan pengelolaan air bersih kepada pihak swasta.

Untuk masa transisi selama 6 bulan setelah konsesi berakhir.

Namun perlu diketahui, objek kerja sama yang merupakan aset pelayanan air bersih, masih menjadi milik PT. Adhya Tirta Batam (ATB) hingga hari ini. 

Aset-aset tersebut belum bisa diserahkan sepenuhnya, karena masih ada kewajiban yang belum dipenuhi oleh BP Batam

Oleh karena itu, objek yang dilelang belum sepenuhnya menjadi Barang Milik Negara (BMN).

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved