Breaking News:

SAHAM

Rekomendasi Saham Pilihan September, Bersandar pada Barang Konsumen hingga Emas

Saham-saham pilihan untuk bulan September bersandar pada barang-barang konsumen, semen, dan komoditas seperti CPO, timah, nikel, dan emas

Kontan.co.id
Bursa Efek Indonesia. ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah menguat sekitar 33% dari level terendahnya pada Maret 2020. Namun, IHSG masih menjadi indeks dengan kinerja terburuk dengan pelemahan 15,7% year to date (ytd) di kawasan. 

Adapun hingga akhir perdagangan sesi I pada hari ini (7/9), IHSG masih melemah 0,13% ke level level 5.232,95. 

Walau begitu, analis Mirae Asset Sekuritas Hariyanto Wijaya memprediksi, pertumbuhan earning per share (EPS) Indonesia diproyeksikan tertinggi di tahun 2021 bila dibandingkan dengan negara lain. 

Dari segi valuasi, IHSG  memiliki price earning ratio (PER) yang murah berada di 16 kali pada 2021, yang berada di sekitar rata-rata PER 12 tahun. 

"Kami yakin IHSG telah mencapai rekor terendahnya pada tahun 2020 di 3.937 pada Maret 2020 dan saat ini berada dalam fase pemulihan," kata dia dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Senin (7/9). 

Pengusaha Batam Kris Wiluan Bantah Manipulasi Saham : Saya Sedih dengan Tuduhan Ini

Sementara itu, indikator ekonomi di sisi permintaan pun sudah melewati titik terendah di Juni 2020 dan mulai pemulihan pada bulan Juli 2020. 

Karena itu, Mirae Asset Sekuritas berpendapat bahwa peningkatan permintaan akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang, didukung oleh sejumlah stimulus fiskal.

Rencana revisi UU Bank Indonesia (BI) yang berpotensi melemahkan independensi bank sentral dapat menyeret pergerakan rupiah terhadap dolar AS. Dengan posisi rupiah yang terus melemah, perusahaan komoditas dapat diuntungkan lantaran memiliki penghasil dalam bentuk the greenback. 

Di saat yang sama pun, harga sejumlah komoditas juga terus menunjukkan pemulihan dari level terendahnya, yang didukung oleh pulihnya aktivitas manufaktur China dan melemahnya dolar AS. 

Untuk September 2020, Mirae Asset Sekuritas meningkatkan eksposur untuk semen dan komoditas, yaitu SMGR, LSIP, TINS, dan INCO.

"Untuk memonetisasi kenaikan harga CPO, timah, dan nikel serta melemahnya rupiah sebagai komoditas, mereka adalah perusahaan yang pendapatannya dalam bentuk dolar AS," tegas Hariyanto. 

Mirae Asset Sekuritas memilih SMGR karena diprediksi mendapat manfaat dari anggaran negara infrastruktur 2021 yang lebih tinggi dan pemulihan dalam penjualan properti. 

"Pilihan utama bulanan kami untuk September bersandar pada barang-barang konsumen, semen, dan komoditas seperti CPO, timah, nikel, dan emas, yang membuka jalan bagi INDF, ICBP, SMGR, AALI, LSIP, TINS, INCO, dan UNTR," tambah dia.  

Pada tahun ini, PER saham pilihan Mirae Asset Sekuritas diproyeksikan yaitu SMGR 29 kali, ICBP 20,6 kali, INDF 12,3 kali, INCO 33,2 kali, UNTR 11,2 kali, AALI 26,9 kali dan LSIP 21,8 kali.(*)

Berita ini tayang di kontan

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved