Breaking News:

Indonesia dan Bayang-bayang Resesi, Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Kuartal III Minus 2 hingga 0 Persen

Sri Mulyani tak menampik kemungkinan terjadinya resesi pada kuartal III tahun ini, yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun ini minus

kompas.com
Menteri Keuangan, Sri Mulyani tak menampik kemungkinan terjadinya resesi pada kuartal III tahun ini. 

Indonesia dan Bayang-bayang Resesi, Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Kuartal III Minus 2 hingga 0 Persen

TRIBUNBATAM.id - Ancaman resesi sebagaimana diprediksi berbagai kalangan sepertinya akan benar-benar terjadi di Indonesia.

Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan menjadi pematik utama, yang mengakibatkan merosotnya perekonomian nasional.

Tak Hanya Singapura, Ini 18 Negara di Dunia yang Alami Resesi Ekonomi, Terdampak Covid-19

Resesi Ancam Indonesia, Siap-siap Lakukan 4 Cara Ini agar Finansial Aman

Sebagaimana diketahui, sejak wabah corona masuk Indonesia pada Maret tahun ini, bulan berikutnya, yakni April serangkaian peristiwa demi peristiwa terus terjadi di Indonesia yang tetap berhubungan dengan corona.

Bertambahnya pengangguran akibat banyak pekerja yang dirumahkan, membuat daya beli masyarakat menurun, yang berdampak pada jebloknya ekonomi negara.

Pandemi COVID19, 12 Negara Terjun ke Jurang Resesi, Indonesia Diuntungkan Tak Lakukan Lockdown?

Jurang Resesi Menganga Periode Ini, Setelah 2 Dekade Ekonomi Indonesia Terancam seperti Krismon 1998

Menteri Keuangan, Sri Mulyani
Menteri Keuangan, Sri Mulyani (YOUTUBE)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak menampik kemungkinan terjadinya resesi pada kuartal III tahun ini.

Bendahara Negara itu memperkirakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tahun ini akan berada di kisaran minus 2 persen hingga 0 persen.

BERCERMIN KE CHINA, RI Dalam Bayang-bayang Resesi Ekonomi? Kuartal III Pertumbuhan Diprediksi Minus

Artinya, bila perekomian RI kembali masuk di zona negatif, maka perekonomian RI bakal masuk ke dalam definisi resesi secara teknsi, yakni pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal berturut-turut.

Sebab pada kuartal II yang lalu, perekonomian RI terkontraksi cukup dalam, yakni sebesar -5,32 persen.

Minus 5,3 Persen, Benarkah Indonesia Resesi Ekonomi? Begini Pandangan Pakar

"Meski belanja pemerintah diakselerasi, konsumsi dan investasi belum masuk zona positif, karena aktivitas masyarakat sama sekali belum normal.

Kalau kalau itu terjadi, secara teknis kuartal III ini kita masuk zona negatif, maka resesi terjadi," ujar Sri Mulyani usai melakukan rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Senin (7/9/2020).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Musni Hardi K Atmaja. Ia memberikan tanggapannya terkait dampak resesi Singapura bagi Kepri
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Musni Hardi K Atmaja. Ia memberikan tanggapannya terkait dampak resesi Singapura bagi Kepri (TRIBUNBATAM.ID/REBEKHA)

"Namun tidak berarti kondisinya sangat buruk, jarena kita melihat kalau kontraksi melihat kalau kontraksi lebih kecil, dan akan terjadi pemulihan di bidang konsumsi, investasi melalui dukungan belanja pemerintah," lanjut Sri Mulyani.

Halaman
12
Penulis: Azmi S
Editor: Azmi S
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved