TRIBUN WIKI
Gejala dan Cara Mengatasi Alergi Micin, Waspada bila Dada Terasa Panas Seperti Terbakar
Monosodium glutamat atau MSG merupakan zat aditif yang sering ditambahkan ke dalam makanan sebagai penambah rasa.
Editor: Widi Wahyuning Tyas
TRIBUNBATAM.id - Monosodium glutamat (MSG) atau yang biasa dikenal dengan micin merupakan salah satu penyedap yang sering ditambahkan ke dalam masakan.
Micin dinilai menjadi salah satu kunci dari sedapnya masakan.
Bahkan, tak sedikit yang beranggapan jika masakan menjadi kurang sedap bila tak diberi micin.
Kendati demikian, penggunaan MSG atau micin ini masih menuai pro kontra.
Pasalnya, tak sedikit pula yang beranggapan bahwa penyedap rasa ini membawa pengaruh buruk bagi tubuh bila dikonsumsi secara berlebihan.
Salah satu efek buruk yang ditimbulkan yakni alergi.
Monosodium glutamat atau MSG merupakan zat aditif yang sering ditambahkan ke dalam makanan sebagai penambah rasa.
Riset 2016 membuktikan bahwa MSG bersifat genotoksik, yang berarti merusak sel, materi genetik, serta limfosit manusia.
Riset 2014 juga mengklaim MSG dapat menyebabkan perilaku seperti depresi karena perubahan serotonin, neurotransmitter di otak yang memengaruhi suasana hati dan emosi.
Riset tersebut juga membuktika bahwa MSG juga bisa menyebabka reaksi alergi pada beberapa orang.
Gejala
Gejala yang ditimbulkan akibat alergi MSG antara lain:
- kesemutan
- sakit kepala
- sensasi terbakar di dada.
Mereka yang sensitif terhadap MSG juga rentan mengalami sakit kepala, gatal-gatal, pilek atau hidung tersumbat, mati rasa, dan pembengkakan di wajah.
Dalam kasus yang serius, konsumsi MSG juga bisa menyebabkan nyeri di dada, palpitasi jantung, sesak napas, bengkak di tenggorokan, serta anafilaksis.
Lalu, bagaimana cara mengatasinya?
Reaksi alergi yang terjadi secaa ringan bisa menghilang dengan sendirinya.
Namun, reaksi alergi yang parah bisa menyebabkan anailaksis yang memerlukan perawatan darurat dalam bentuk suntikan epinefrin.
Cara terbaik untuk menghindari reaksi alergi MSG adalah dengan menghindari konsumsi zat aditif tersebut.
MSG bisa terdapat di berbagai bentuk makanan kemasan.
Zat lain yang merupakan nama lain atau mengandung MSG bisa berupa:
- pengelmusi atau penambah rasa
- protein terhidrolisis
- maltodekstrin
- pati termodifikasi.
Itu sebabnya, kita harus membaca label kemasan untuk mengetahui kandungan komposisi di dalamnya.
Orang yang sensitif atau reaksi terhadap MSG sebaiknya mengindari makanan kemasan dan olahan.
Sebaiknya, pilihlah makanan segar seperti buah, sayur, dan daging organik.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Memahami Gejala dan Cara Mengatasi Alergi MSG".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/mitos-bahwa-msg-bikin-bodoh.jpg)