Breaking News:

Trump Janjikan Vaksin Covid-19 Akan Siap Dalam Empat Minggu Lagi: Hampir Mendapatkannya

Donald Trump kembali meningkatkan harapan warga Amerika Serikat dengan mengumumkan vaksin Covid-19 bisa siap dalam tiga atau empat minggu lagi.

ALEX EDELMAN / AFP
Presiden AS Donald Trump mengenakan masker ketika ia mengunjungi Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland pada 11 Juli 2020. Trump mengatakan vaksin virus Corona mungkin siap dalam empat minggu. 

"Tidak ada yang menyukainya," katanya di Winston-Salem, North Carolina.

"Dia tidak akan pernah bisa menjadi presiden wanita pertama.

Dia tidak akan pernah bisa. Itu akan menjadi penghinaan bagi negara kita." ungkapnya.

Trump mengatakan lawannya yang terpilih kembali, yakni mantan Wakil Presiden Joe Biden, "sekarang telah membentuk aliansi tidak suci" dengan "radikal" melalui Harris.

"Kamu tahu siapa yang lebih jauh daripada Bernie yang gila?" Tanya Trump, mengacu pada Senator Vermont Bernie Sanders.

"Kamala," katanya, secara teatrikal meregangkan dan salah mengucapkan namanya tiga kali berturut-turut.

Harris, senator junior California dan mantan jaksa agung negara bagian itu, adalah wanita Kulit Hitam dan India-Amerika pertama yang mendapat tiket utama partai presiden.

Insiden Penembakan Jacob Blake Picu Aksi Black Lives Matter Lagi, Begini Tanggapan Trump

Donald Trump akhirnya memberikan tanggapannya terkait insiden Jacob Blake.

Jacob Blake adalah seorang pria kulit hitam yang ditembak di punggung hingga tujuh kali oleh polisi setempat.

Ia ditembak oleh polisi ketika berada di mobilnya saat berada di Kenosha, Wisconsin, Minggu (23/8/2020) lalu.

Penembakan itu kemudian memicu kericuhan di Kenosha, dan meningkatkan lagi pergerakan Black Lives Matter di mana jadi bukti ketidakadilan dan sikap bias polisi.

Kandidat wakil presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris menyatakan, petugas yang menembak Blake hingga tujuh kali harus dihukum.

Namun saat diwawancarai jurnalis di New Hampshire pada Jumat (28/8/2020), Trump tidak merespons pernyataan yang disampaikan Kamala.

"Yah, saya memantaunya dengan sangat serius. Saya akan mendapatkan laporannya, dan saya akan memberi tahu Anda," jelasnya kepada WMUR.

Presiden berusia 74 tahun itu mengatakan, dia tidak menyukai dengan kabar bagaimana pria berusia 29 tahun itu ditembaki di punggung.

"Saya kira sebagian besar orang akan sepakat dengan saya. Tapi kami akan mendapatkan laporannya segera, kami akan segera membahasnya," janjinya.

Dalam Konvensi Partai Republik Kamis malam (27/8/2020), Trump sama sekali tidak memberikan komentar atas penembakan Kenosha.

Daripada mengomentarinya, presiden ke-45 "Negeri Uncle Sam" tersebut memutuskan untuk mengecam bentrokan antara massa dengan penegak hukum.

"Ketika ada kesalahan di polisi, sistem peradilan harus meminta pertanggungjawaban pelaku sepenuhnya," kata dia dalam pidatonya.

Meski begitu, Trump menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa menoleransi kondisi di mana demonstran melakukan kerusakan dan kericuhan.

Dia kemudian menyatakan bahwa Partai Republik mengecam kota-kota yang dikuasai oposisi Demokrat seperti di Kenosha, Minneapolis, Portland, hingga New York.

Dilansir Daily Mail Sabtu (29/8/2020), Asosiasi Polisi Profesional Kenosha menawarkan versi yang berbeda dari yang dilaporkan selama ini.

Dalam versi asosiasi, Blake disebut mempunyai pisau di mobilnya, di mana dia sempat "bergelut melawan polisi" sebelum ditembak.

Berdasarkan versi polisi, mereka menuturkan bahwa Jacob Blake memiting salah satu dari mereka, dan melawan saat akan dilumpuhkan.

Sumber: Straits Times.

Kampanye Pilpres Amerika Serikat Dimulai, Joe Biden Sukses Ungguli Donald Trump?

Kebakaran Hutan Terbesar Melanda Amerika Serikat, Trump Akan Bertolak ke California

Jelang Pilpres Amerika Serikat, Presiden Trump Masuk Nominasi Peraih Nobel Perdamaian 2021

Penulis: Putri Larasati Anggiawan
Editor: Putri Larasati Anggiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved