Breaking News:

UEA, Bahrain dan Israel Tandatangani Perjanjian Damai Abraham Accord, Trump Jadi Pusat Perhatian

Penandatanganan deklarasi Abraham Accord akhirnya dilaksanakan. Menggandakan jumlah negara Arab yang menikmati hubungan normal dengan Israel.

AP
Trump menjadi pusat perhatian dan menekankan momen bersejarah dalam penandatanganan deklarasi Abraham Accord. 

Editor: Putri Larasati Anggiawan

TRIBUNBATAM.id, NEW YORK - Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump, Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed, Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al-Zayani, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya menandatangani deklarasi atau perjanjian damai Abraham Accord.

Penandatanganan ditujukan untuk menggandakan jumlah negara Arab yang menikmati hubungan normal dengan Israel.

Trump menjadi pusat perhatian dan menekankan momen bersejarah ini.

Dalam 72 tahun sejak pembentukan Israel, katanya, dua kesepakatan perdamaian telah ditandatangani, dan pemerintahannya telah menambahkan dua lagi hanya dalam satu bulan.

Lebih dari 700 orang, termasuk senator dan perwakilan terkemuka AS, memadati Halaman Selatan Gedung Putih yang berjemur.

Sementara pemerintah sebelumnya menolak mengundang Demokrat ke upacara penandatanganan, kali ini banyak yang masuk dalam daftar tamu.

Sepak Terjang Syekh Ali Jaber yang Ditusuk Pria Gila, Ternyata Keturunan Madina Arab Saudi

Media AS juga bertepuk tangan. “Ini adalah kemenangan, menang, menang untuk semua orang,” kata seorang pakar TV.

Bahkan Washington Post memberi judul: "Para pembenci tidak akan mengakuinya, tetapi diplomasi UEA-Israel Trump adalah kemenangan yang luar biasa."

Banyak yang percaya Accord akan menandai pergeseran seismik dari stagnasi di mana Timur Tengah telah terperosok selama beberapa dekade.

Halaman
1234
Penulis: Putri Larasati Anggiawan
Editor: Putri Larasati Anggiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved