TRIBUN WIKI
Kisah Amerithrax, Teror Pengiriman Bakteri Anthrax Melalui Surat yang Pernah Hantui AS
Pada 18 September 2001, Amerika Serikat mulai diteror surat berisi spora bakteri anthrax. Teror ini diberi nama Amerithrax oleh FBI.
Editor: Widi Wahyuning Tyas
TRIBUNBATAM.id - Pada 18 September 2001, Amerika Serikat mulai diteror surat berisi spora bakteri anthrax.
Teror anthrax terjadi sepekan setelah peristiwa WTC 9/11 dan menyebabkan kepanikan di AS.
Surat tersebut dikirimkan ke beberapa kantor berita dan senator AS.
FBI menyebut teror itu sebagai "Amerithrax".
Lima warga AS tewas dan 17 orang terinfeksi dalam teror yang berlangsung selama hampir satu bulan.
Seorang ilmuwan bernama Dr. Bruce Ivins diduga berada di balik teror anthrax, tetapi dia bunuh diri sebelum diadili.
Teror surat berisi bakteri anthrax sampai saat ini menjadi serangan biologis terburuk dalam sejarah AS.
Sekilas anthrax
Anthrax adalah penyakit infeksi yang menyerang manusia dan hewan.
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.
Anthrax pada umumnya menyerang ternak pemakan rumput seperti sapi, domba, kuda, dan bagal.
Manusia juga bisa terkena anthrax apabila memakan daging atau bersentuhan dengan bagian tubuh hewan yang terinfeksi.
Anthrax berasal dari Bahasa Yunani yang berarti batu bara.
Disebut demikian karena ketika anthrax menyerang kulit seseorang, maka kulit itu memiliki luka dengan warna hitam.
Pada manusia, anthrax menyebabkan infeksi kulit, paru-paru, atau usus.
Mayoritas infeksi anthrax pada manusia hanya sampai kulit.
Namun, bakteri ini juga bisa menembus kulit dan menyerang aliran darah sehingga menyebabkan keracunan darah yang fatal, perdarahan internal, dan terkadang meningitis.
Spora anthrax dihirup dan mencapai paru-paru bisa menyebabkan pneumonia.
Anthrax biasanya ditangani dengan antibiotik.
Teror dimulai
Amplop surat berisi spora anthrax dikirim pada 18 September 2001, seminggu setelah teror 9/11 terjadi.
Ada lima surat yang terkontaminasi dan berada di kotak surat di Trenton, New Jersey.
Surat itu dikirim ke kantor berita NBC, CBS, ABC, The New York Post, dan The National Enquirer.
Awalnya, tidak ada yang mengacuhkan keanehan surat tersebut.
Namun, pada awal Oktober, seorang editor foto Enquirer didiagnosa terkena anthrax.
Pemerintah awalnya meremehkan kejadian tersebut dan mengatakan tidak ada bukti terorisme.
Namun, akhirnya diketahui bahwa amplop surat itu menjadi sumber penularan anthrax.
Hal ini menimbulkan kepanikan dan orang-orang mulai membeli antibiotik yang biasa digunakan untuk menangani anthrax.
Surat berisi spora yang terlihat seperti bedak bayi juga dikirim kepada beberapa senator AS.
Banyak sekali surat yang dikarantina karena beberapa karyawan pos juga terinfeksi.
Teror yang berlangsung selama hampir satu bulan ini menewaskan lima orang dan menginfeksi 15 orang lainnya.
Penyelidikan
FBI melakukan penyelidikan dan pada awal November menemukan tiga surat yang berisi spora anthrax.
Kekhawatiran akan adanya bioterorisme meningkat dan Presiden Bush bahkan meminta penyediaan dana sebesar $11 miliar untuk melindungi AS dari bioterorisme.
Seorang ilmuwan bernama Dr. Steven Hatfill yang pernah bekerja di insitut penelitian penyakit menular sempat diduga sebagai pelakunya.
FBI kemudian mencurigai ilmuwan lain bernama Dr. Bruce E Ivins yang mengembangkan vaksin untuk melawan anthrax.
Dia diawasi salama 24 jam dan dilarang berada di lab.
Namun, Ivins kemudian menderita depresi dan memutuskan bunuh diri pada Juli 2008.
Pada Februari 2010, FBI menutup kasus teror anthrax dan menyimpulkan Ivins sebagai pelakunya.
Meski demikian, Akademi Sains Nasional meragukan hasil penyelidikan itu.
Bahkan, hasil studi pada tahun 2014 menemukan bahwa metode yang digunakan FBI untuk mengidentifikasi Ivins sebagai pelaku ternyata cacat.
Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul 'Hari Ini dalam Sejarah: Teror Amerithrax Dimulai, Surat Berisi Bakteri Anthrax Membuat Panik Amerika'.