Shazam Sudah Bisa Dinikmati di iOS 14.2, Mampu Identifikasi Lagu dari iPhone
Apple membeli aplikasi pengenalan musik Shazam pada tahun 2018. Sekarang aplikasi itu mengintegrasikannya ke dalam iOS. Ini cara kerjanya!
Editor: Putri Larasati Anggiawan
TRIBUNBATAM.id, CUPERTINO - Apple membeli aplikasi pengenalan musik Shazam pada tahun 2018.
Sekarang aplikasi itu mengintegrasikannya ke dalam iOS, dengan cara lain fitur Pengenalan Musik baru dapat mengidentifikasi lagu yang diputar di ponsel.
Bahkan juga berfungsi saat mendengarkan musik di headphone.
Fitur baru ini tersedia sebagai sakelar di pusat kontrol, tetapi memerlukan iOS 14.2 developer beta jika ingin mencobanya sekarang.
Sakelar itu akan terlihat seperti ikon Shazam kecil, dan Anda hanya perlu mengetuknya untuk iPhone untuk mulai mendengarkan.
Sudah dapat menggunakan Siri untuk memanggil Shazam dan mengidentifikasi lagu-lagu yang diputar di sekitar.
• Apple Rilis iOS 14.2 Developer Beta Pertama, Apa Keunggulannya?
Tetapi kemampuan untuk mengidentifikasi musik di aplikasi juga bisa berguna jika, katakanlah bertanya-tanya lagu apa yang dipilih pembuat konten untuk TikTok atau video YouTube mereka.
Menariknya, pengguna Android dapat menggunakan Shazam untuk mengidentifikasi musik yang diputar melalui headphone sejak Juni 2019.
Tidak jelas mengapa fitur tersebut membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk tiba di iOS.
Belum yakin kapan iOS 14.2 final akan hadir dengan fitur ini, iOS 14 baru saja dirilis beberapa hari yang lalu atau bahkan apakah itu bisa tergelincir ke rilis lebih lanjut.
Tetapi dengan iPhone baru yang akan diluncurkan sekitar bulan Oktober, mungkin kita akan melihat rilisnya sekitar saat itu.
Tak Serahkan Nomor Lisensi, Apple Menghapus 29.800 Aplikasi Asal China
Apple diketahui menghapus 29.800 aplikasi dari platform aplikasi China.
Diantaranya ada 26.000 aplikasi game yang dihapus oleh raksasa teknologi tersebut.
Semua ini terjadi di tengah tindakan keras pemerintah setempat terhadap aplikasi permainan tanpa izin yang ditentukan.
Mengutip Chanel News Asia, Minggu (2/8/2020), Apple telah memberi tenggat waktu pada awal tahun ini hingga Juni 2020 kepada para penerbit game untuk menyerahkan nomor lisensi yang dikeluarkan pemerintah.
Penyedia aplikasi android China telah lama mematuhi peraturan ini.
Namun tidak jelas mengapa Apple memberlakukan penghapusan aplikasi begitu ketat tahun 2020.
Tak hanya itu, perusahaan pembuat ponsel ini juga menghapus lebih dari 2.500 title dari app store-nya pada minggu pertama Juli. Salah satu game yang terpengaruh penghapusan adalah Zynga dan Supercell.
Sebagai informasi, pemerintah China telah lama berupaya menegakkan peraturan ketat pada industri game-nya untuk menghapus konten sensitif.
Untuk membeli game dalam app store, akan melalui proses persetujuan yang panjang dan rumit.
Hal ini tentu berdampak juga pada pendapatan developer, hanya pengembang game besar yang mungkin bisa bertahan.
"Ini paling mempengaruhi pendapatan pengembang kecil dan menengah.
Tapi semua bisa terdampak karena kesulitan mendapatkan lisensi bisnis, dan akhirnya menghancurkan seluruh industri game iOS di China," kata manajer pemasaran untuk AppIn China, Todd Kuhn.
Kasus Covid-19 Melonjak, 100 Gerai Apple Store di Amerika Serikat Batal Dibuka Kembali
Tingginya kasus virus Corona atau Covid-19 di Amerika Serikat berimbas pada sektor usaha yang ada.
Seperti yang terjadi pada Apple, yang mengurungkan niat untuk kembali membuka gerai Apple Store di Amerika Serikat.
Diketahui ada sekitar 100 gerai Apple Store yang batal dibuka kembali di Amerika Serikat.
Mengutip dari laman situs The Straits Time pada Senin (22/6/2020), batalnya pembukaan 100 gerai Apple Store ini karena kasus virus Corona atau Covid-19 yang terus melonjak di AS.
Kasus melonjaknya kasus Covid-19 di AS, malah memaksa Apple kembali menutup sementara sebagian tokonya.
Toko yang akan tutup untuk sementara yaitu toko di Florida, Arizona, Carolina Selatan dann Carolina Utara.
Penutupan toko ini, dilaporkan membuat produsen teknologi asal AS itu mengalami penurunan saham sebesar 0,5 persen.
Menurut kepala penjual retail Apple, Deirdre O'Brien, mengatkan perusahaan akan mengevaluasi data Covid-19 secara lokal terkait keputusan menutup gerainya atau tidak.
Ia menambahkan, meskipun saat ini beberapa toko masih tetap buka tetapi bukan berarti tidak ada kemungkinan akan dilakukan penutupan sementara.
Terkait lonjakan kasus Covid-19, situs Worldometers.info menampilkan data bahwa AS mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi.
Hingga hari Minggu (21/6/2020), tercatat lebih dari 2,3 juta kasus infeksi Covid-19 di AS dan jumlah kematian mencapai 121 ribu.
Mulai 24 Juni 2020, Apple Store Singapura Kembali Dibuka Jelang New Normal
Nama Apple Store tentu tidak akan asing untuk anda penggemar gadget.
Akibat wabah virus Corona atau Covid-19, Apple menutup seluruh Apple Store yang berada di luar wilayah China pada pertengahan Maret 2020 lalu.
Tentunya demi mencegah penyebaran Covid-19 yang melanda dunia.
Kini, perusahaan asal Cupertino, Amerika Serikat (AS) itu berencana membuka kembali dua Apple Store yang berada di Singapura pada 24 Juni mendatang.
Adapun kedua toko tersebut terdiri dari Apple Orchard Road di pusat perbelanjaan Orchard, dan Apple Jewel yang berlokasi di bandara Changi.
"Kami sangat senang bisa kembali menyambut pengunjung ke toko kami di Singapura mulai Rabu (24 Juni).
Kami telah merindukan pelanggan kami dan berharap dapat kembali memberikan pelayanan terbaik kepada mereka," tulis Apple dalam keterangan resminya.
Meski dibuka di hari yang sama, namun kedua Apple Store tersebut memiliki jam operasional yang berbeda.
Apple Orchard Road dibuka pukul 11.00 pagi hingga 20.00 malam. Sedangkan Apple Jewel Changi Airport mulai beroperasi pukul 12.00 hingga 20.00 malam.
Apple juga mengklaim bahwa ketika kembali beroperasi, kedua Apple Store cabang Singapura tersebut akan mematuhi sejumlah protokol kesehatan.
"Toko yang kembali dibuka akan memiliki prosedur keamanan," ungkap Apple sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Asia One, Sabtu (20/6/2020).
Protokol keamanan yang dimaksud antara lain pengecekan suhu badan, menerapkan physical distancing, dan mengenakan penutup wajah (masker) untuk memastikan staff dan pelanggan tetap dalam keadaan sehat.
Tak hanya itu saja, Apple juga turut melakukan pembatasan pada kapasitas pengunjung.
Dengan demikian, pengunjung yang ingin membeli perangkat baru atau mengambil smartphone yang telah diperbaiki harus mengantre.
Selain melalui toko fisik, Apple juga turut menyediakan layanan online pada Apple Online Store.
Untuk informasi lebih lanjut, calon pengunjung dapat mengunjungi situs resmi Apple Singapura.
• iPhone 12 Batal Rilis, Pencinta Apple di Batam Ngaku Tak Sabar Menunggu
• Apple Watch Series 6 dan Apple Watch SE Resmi Diluncurkan, Ini Spesifikasinya
• Kehebatan Apple Watch Series 6 Fitur Pendeteksi Oksigen dalam Darah, Ada Jam Pintar Versi Murah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/apple-menjadikan-shazam-bagian-terbesar-dari-iphone.jpg)