Sabtu, 25 April 2026

Ketua KPU Positif Covid-19, Kantor Pusat Langsung Ditutup

Ketua KPU RI Arief Budiman mengumumkan sendiri bahwa dirinya positif corona setelah melakukan swab test mandiri pada 17 September 2020.

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional
Ketua KPU RI Arief Budiman mengumumkan sendiri bahwa dirinya positif corona setelah melakukan swab test mandiri pada 17 September 2020. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Covid-19 kembali mengancam perkantoran pemerintahan di DKI Jakarta. Kantor kementerian menyumbang 600-an kasus. Klaster terbaru adalah kantor Kementerian Kesehatan dengan 139 kasus.

Covid juga kembali menyerang Kantor KPU Pusat. Bahkan ketuanya, Arief Budiman positif Covid-19.

Arief Budiman mengumumkan sendiri bahwa dirinya positif corona. Ia mengetahui dirinya positif berdasarkan hasil uji usap (swab test) yang dilakukan secara mandiri pada 17 September 2020.

Arief melakukan swab test sebagai syarat mengikuti rapat tatap muka dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/9) kemarin.

"Tanggal 17 September malam hari saya melakukan tes swab untuk digunakan sebagai syarat menghadiri rapat di Istana Bogor tanggal 18 September dengan hasil positif (Covid-19)," ucap Arief dalam pesan singkat, Jumat (18/9/2020).

Mengetahui dirinya positif, Arief langsung meminta dilakukan tes swab kepada seluruh pegawai yang ada di rumah dinas KPU.

Selain itu, seluruh kantor KPU RI di Menteng, Jakarta Pusat, dan rumah dinas Komisioner KPU di daerah Pejaten, Jakarta Selatan disemprot menggunakan cairan disinfektan pada Sabtu (19/9/2020).

Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 di Tanjungpinang Tambah 7 Orang, Total 282, Sembuh 253

"Melakukan seterilisasi untuk seluruh area rumah dinas dan kantor, dimulai tanggal 19 besok," ucap Arief.

Kantor KPU RI juga ditutup untuk sementara dan menerapkan kebijakan work from home (WFH) hingga 22 September. Tidak ada seorang pun pegawai KPU yang bekerja di kantor untuk sementara.

Arief sendiri saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah. Meski dirinya dinyatakan positif, Arief mengatakan ia tidak mengalami gejala apa pun, sehingga ia masih menjalani tugas secara daring.

"Saya tetap menjalankan tugas dengan cara WFH, daring," kata Arief.

Sebelum Arief, komisioner KPU RI lain, Evi Novida Ginting Manik, juga positif corona dan menjalani isolasi mandiri. Namun Evi tetap bisa menjalankan tugas secara virtual.

Klaster Kemenkes

Selain kantor KPU, Kantor kementerian Kesehatan saat ini juga menjadi klaster baru Covid-19. Bahkan jumlahnya mencapai 139 kasus.

Pemprov DKI Jakarta mencatat ratusan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terjadi di perkantoran kementerian ibukota. Total kasus yang terjadi sebanyak 629 kasus positif di 27 kantor kementerian di DKI, per 7 September.

Pakar pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Pandu Riono menanggapi klaster Covid-19 di kantor Kementerian Kesehatan RI yang cukup tinggi.

Epidemiolog ini mempertanyakan penerapan protokol kesehatan di kantor kementerian yang dipimpin Terawan Agus Putranto itu.

"Kita semua perlu pertanyakan penerapan protokol kesehatan di Kemenkes RI dinyatakan menjadi klaster penyebaran Covid-19 terbanyak di DKI Jakarta," katanya melalui pesan teks, Jumat (18/9/2020), "Kenapa tidak dilockdown kantornya?"

Kantor Kementerian Kesehatan RI memiliki kasus positif terbanyak dengan total 139 kasus positif. Sementara, Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan mencatatkan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 49 orang.

Anggota Komisi IX DPR Saleh P Daulay meminta kantor Kementerian Kesehatan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

Saleh menjelaskan, penyebaran virus Covid-19 di area perkantoran memang lebih besar, karena orang-orang bekerja di dalam ruangan tertutup.

"Oleh karena itu, protokol kesehatan mesti diterapkan. Misalnya, memakai masker, mencuci tangan dengan sering, menjaga jarak, tidak menghadiri kerumunan, dan rapat di kantor harus jaga jarak yang disarankan WHO," kata Saleh saat dihubungi, Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Selain itu, kata Saleh, sistem kerja di kantor juga harus dibatasi, misalnya pada pekan ini pegawai yang hadir fisik di kantor sebanyak sepertiga dan sisanya bekerja dari rumah.

"Jadi ada upaya secara kongkret untuk mengurangi keramaian di kantor pemerintahan itu. Adapun kantor Kemenkes yang banyak terpapar Covid-19, menurut saya konsekuensi dari pekerjaan yang mereka kerjakan," papar Saleh.

Politikus PAN itu menyebut, pegawai Kemenkes termasuk pihak yang berada di garis depan dalam penanggulangan pandemi, di mana kerjanya tidak hanya di kantor, tetapi juga terjun ke lapangan seperti rumah sakit maupun Wisma Atlet.

Oleh sebab itu, kata Saleh, pegawai Kemenkes termasuk orang yang rentan terpapar Covid-19 dan harus dilindungi agar tidak terjangkit.

"Saya sarankan mereka yang kerjanya khusus seperti itu (terjun ke lapangan), dilindungi dengan memakai peralatan yang lengkap, standar protokol kesehatan, sehingga mereka dipastikan aman dari penularan Covid-19," ujar Saleh. (rina/seno/tdng/dod/ribunnetwork/cep)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved