Breaking News:

Sejumlah Negara di Dunia Butuh Waktu Lebih Banyak Ikuti Rencana Vaksin Covid-19 Global WHO

Brasil telah beritahu Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) bahwa mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk mendaftar rencana alokasi vaksin Covid-19.

Penulis: | Editor:
El Pais
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus - Beberapa negara membutuhkan lebih banyak waktu untuk bergabung dengan rencana vaksin WHO. 

Editor: Putri Larasati Anggiawan

TRIBUNBATAM.id, BRASILIA - Brasil dan beberapa negara Amerika Latin lainnya telah memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) bahwa mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk mendaftar rencana alokasi vaksin Covid-19 global.

Rencana vaksin Covid-19 ini dikenal sebagai COVAX, kata para pejabat WHO.

Negara-negara memiliki waktu hingga kemarin untuk meresmikan komitmen yang mengikat secara hukum kepada COVAX.

COVAX merupakan sebuah mekanisme untuk pengadaan gabungan dan distribusi yang adil dari vaksin global.

Perwakilan dari Gavi Alliance, sekretariat COVAX yang akan menangani permintaan perpanjangan, mengatakan melalui email bahwa rincian negara mana yang telah bergabung dengan COVAX, sebuah inisiatif senilai US $ 18 miliar akan diumumkan hanya setelah batas waktu.

"Pemerintah federal, serta negara-negara lain, melanjutkan pembicaraan dengan Gavi untuk memperpanjang tenggat waktu demi meresmikan partisipasi Brasil dalam prakarsa itu," kata pernyataan Brasil pada Kamis.

Covid-19 Telan Banyak Nyawa Orang Tua, WHO: Dunia Akan Alami Kebangkrutan Moral

Brasil, yang memiliki wabah paling parah di dunia setelah Amerika Serikat dan India, mengatakan lebih banyak waktu diperlukan untuk mengumpulkan informasi tentang masalah regulasi, hukum, penyimpanan, dan logistik.

Pejabat kesehatan di Meksiko, yang memiliki wabah terparah di Amerika Latin setelah Brasil, mengatakan negara mereka akan menandatangani komitmen tepat waktu sebelum tenggat waktu.

Lebih dari 170 negara telah bergabung dalam rencana vaksin global untuk membantu membeli dan mendistribusikan suntikan imunisasi untuk Covid-19 secara adil di seluruh dunia, direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada hari Kamis.

Dr Jarbas Barbosa, asisten direktur Pan-American Health Organisation, mengatakan dalam sebuah pengarahan pada hari Rabu bahwa negara-negara Amerika Latin mengalami kesulitan memenuhi tenggat waktu, dan beberapa ingin membatalkan tanggal tersebut.

Dr Barbosa mengatakan semua negara bagian di Amerika Serikat telah menyatakan minatnya pada fasilitas vaksin, bahkan mereka yang memiliki perjanjian terpisah dengan pembuat vaksin, karena memberi mereka jaminan tambahan untuk akses ke dosis.

Sementara itu, China menghadapi ujian besar dalam diplomasi vaksinnya, karena akan memutuskan apakah secara resmi akan bergabung dengan COVAX.

Beijing telah mengatakan bahwa mereka mendukung COVAX, tanpa secara jelas mengatakan apakah mereka akan mengeluarkan uang untuk proyek tersebut.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved