Senin, 27 April 2026

TRIBUN WIKI

Profil dan Perjalanan Hidup Rahma, dari Anak Petani hingga Jadi Wali Kota Tanjungpinang

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, dilantik menjadi Wali Kota definitif, Senin (21/9/2020).

TribunBatam.id/Endra Kaputra
PELANTIKAN WALI KOTA TANJUNGPINANG - Walikota Tanjungpinang, Rahma menangis ingat almarhum Syahrul saat pelantikan Wali kota Tanjungpinang, Senin (21/9/2020). 

Editor: Widi Wahyuning Tyas

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, dilantik menjadi Wali Kota definitif, Senin (21/9/2020).

Pelantikan ini dilaksanakan di Gedung Daerah Pemprov Kepri, Tepi Laut, Kota Tanjungpinang.

Prosesi pelantikan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Kepri, Isdianto.

Sebelumnya, Rahma merupakan Wakil Wali Kota Tanjungpinang.

Dirinya dilantik menjadi Wali Kota Tanjungpinang menggantikan mendiang Syahrul yang wafat karena Covid-19 April lalu.

2 tahun lalu, tepatnya Jumat 21 September 2018, Rahma dilantik menjadi Wakil Walikota Tanjungpinang bersama H. Syahrul di Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Hari ini, di tempat dan tanggal yang sama, Rahma kembali dilantik oleh Gubernur Kepri, namun dengan jabatan yang berbeda.

Dia kini menduduki kursi nomor satu di Tanjungpinang untuk sisa periode hingga 2023.

Profil Rahma

Rahma lahir di Sungai Danai, Guntung, Indragiri Hilir, Provinsi Riau, 11 Mei 1975.

Putri pasangan H Abdul Gani dan Hj Sairah ini lahir dari keluarga sederhana di sebuah kampung kecil di Riau.

Ayahnya seorang petani, sedang ibunya adalah ibu rumah tangga selayaknya kebanyakan wanita di kampung pada umumnya.

Anak ketiga dari 4 bersaudara ini memiliki seorang saudari kembar bernama Rohani.

Sedang abang sulung dan adik bungsunya adalah laki-laki.

Rahma menghabiskan masa kecilnya di kampung halamannya, Sungai Danai.

Selama 1982 hingga 1988, dia menjalani masa pendidikan dasar di SDN 003 Sungai Danai.

Tamat SD, dia hijah ke Karimun dan bersekolah di MTsN Tanjung Batu, Kabupaten Karimun.

Selepas itu, dia melanjutkan pendidikan di MAN Tanjung Batu.

Rahma kemudian hijrah ke Tanjungpinang.

Dia menikah dengan M Agung Wira Dharma dan menetap di kota ini hingga sekarang.

Karier politik

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2004 Rahma masuk salah satu Partai Politik di Kota Tanjungpinang untuk menjadi calon Anggota DPRD Kota Tanjungpinang.

Sayangnya dalam Pemilu yang diikuti untuk pertama kalinya itu, dia belum terpilih menjadi anggota dewan.

Meski demikian, tekadnya untuk menjadi anggota legislatif di Kota Gurindam Negeri Pantun, tak surut dan bahkan semakin penuh semangat.

Maka pada Pemilu tahun 2009, perempuan ini maju lagi untuk menjadi wakil rakyat, dan sayangnya lagi-lagi belum beruntung.

Hal ini membuatnya semakin tertantang dan bertekad bulat untuk mewujudkan keinginannya.

Semangat yang membara membuatnya melakukan upaya-upaya yang membuatnya mendapat simpati masyarakat Tanjungpinang.

Namanya pun pada gilirannya sampai dikenal masyarakat secara luas, dan pada akhirnya dalam Pemilihan Umum Anggota DPRD Kota Tanjungpinang tahun 2014-2019, terpilih menjadi wakil rakyat Kota Tanjungpinang.

“Dua kali saya gagal dalam mengikuti Pemilu untuk menjadi anggota dewan kota. Kegagalan itu membaut saya tetap bertekad, dan akhirnya berhasil dengan resmi menjadi Anggota DPRD Kota Tanjungpinang,” jelas Rahma.

Selanjutnya suatu kejutan terjadi.

RAHMA WALI KOTA TANJUNGPINANG
RAHMA WALI KOTA TANJUNGPINANG (istimewa)

Menjelang dilangsungkannya Pilkada Walikota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang tahun 2018-2023, Rahma dipilih oleh H. Syahrul, S.Pd untuk menjadi pendampingnya.

“Saya tidak pernah terpikirkan sama sekali untuk menjadi Wakil Walikota Tanjungpinang. Tapi waktu itu, Ayah Syahrul sudah bertekad untuk maju menjadi calon Walikota. Sementara, siapa nama yang akan menjadi pendampingnya sebagai wakil belum jelas. Waktu terus berjalan dan akhirnya seseorang mengajukan nama saya kepada Ayah Syahrul untuk maju sebagai wakil, yang akhirnya beliau setuju,” kenang Rahma dengan mata berkaca-kaca.

Setelah resmi menjadi Wakil Wali Kota, Rahma bersama Syahrul mulai menahkodai jalannya Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Anak Petani dari Kampung dan Sales Susu yang Tangguh

Rahma bisa dibilang sudah terbiasa dengan pekerjaan berat dan penuh tantangan.

Tekadnya membaja untuk ikut membantu memperbaiki nasib keluarga, yang sang ayah adalah petani.

“Saya menyadari betul kondisi dan keadaan kedua orangtua saya. Ayah sebagai petani dan ibu sebagai ibu rumah tangga. Dengan demikian maka saya selaku anak mesti dapat berbuat sebisa mungkin membantu orangtua bekerja, di samping tetap bersekolah,” kata Rahma dengan suara menggambarkan ketegarannya.

Setelah lulus MAN, Rahma yang beranjak dewasa hendak meraih pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Cita-cita itu membuncah di dalam hatinya, dengan tujuan hendak memperbaiki nasib hidup keluarga.

Dia pun meberanikan diri merantau di Pekanbaru, sekitar tahun 1995.

Tujuan utamanya untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi di Institut Agama Islam Negeri Sultan Syarif Qasim (IAIN SUSQA) Pekanbaru (kini jadi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim).

Namun hanya dapat dikikutinya dalam masa setahun saja.

Pendidikannya di Perguruan Tinggi itu putus di tengah jalan, bukan perkara tidak patut, melainkan disebabkan faktor kekurangan biaya.

Sang dara balik kampung, ke pangkuan kedua orangtuanya.

Pada akhirnya Rahma berada lagi di Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, untuk kuliah sembari bekerja.

Tapi nasib berkata lain, dia tidak dapat melanjutkan kuliahnya, yang sekali lagi karena keterbatasan biaya.

Maka di Kota Bertuah itu, Rahma beralih haluan, yakni mengabil kursus Sekolah Taman Kanak-kanak yang bernama Adika.

Dengan harapan suatu saat dapat menjadi guru TK.

Sementara guna mencukupi biaya kursus dan sewa kamar kosnya, maka Rahma pernah menjadi buruh cuci teman kosnya sendiri.

Kala itu, di Pekanbaru dia juga menjadi Sales Promotion Girl (SPG) susu bayi dan obat-obatan dalam tahun 1996-1997.

Dia kemudian pindah ke Kota Batam, dalam tahun 1997.

Selanjutnya pada Maret 1998 pindah perusahaan, namun tetap sebagai sales yaitu SALES REPERESENTATIF FARMASI yang ditugaskan di Tanjungpinang.

Dijelaskan Rahma, dalam tahun 2003 perusahaan mengharuskannya pindah ke Kota Batam, karena dipercayakan sebagai Suprevisor.

Karena sudah menetap di Tanjungpinang dan dengan alasan keluarga, maka dia pun mundur dari perusahaan tersebut.

Selanjutnya, mulai membuka kedai di rumah secara kecil-kecilan.

Juga, mulailah merapat dengan aktif di organisasi dan partai.

Diakui Rahma secara jujur, bahwa saat ini banyak anak-anak yang pernah dia kunjungi disaat sebagai SPG susu tersebut sudah besar dan bahkan sudah ada yang bekerja di lingkungan Pemko Tanjungpinang.

“Bagi saya, sama sekali tidak malu mengakui perjalanan hidup saya sebagai sales susu dan farmasi itu.”

Di Kota Tanjungpinang pula Rahma pernah menjadi guru honor di Sekolah Dasar (SD) 008, Sebauk, tahun 2009.

“Hidup ini pernuh perjuangan dan mesti dinamis. Saya jadi ingat, bahwa Bapak Kepala Dinas Pendidikan yang pernah menerima saya sebagai guru honor di lingkungan Pemko Tanjungpinang kala itu, pada hari ini menjadi Kepala Dinas yang saya pimpin. Subhanallah,” kenang Rahma terharu.

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved