Breaking News:

Amerika dan China Membara, Polisi AS Disusupi Mata-mata Sebar Informasi Intelijen ke Tiongkok

China yang dulunya bukan apa-apa, sekarang juwama hampir ke semua negara, termasuk AS yang dikenal sebagai negara adi kuasa

shutterstock
Ilustrasi bendera China 

Amerika dan China Membara, Polisi AS Disusupi Mata-mata Sebar Informasi Intelijen ke Tiongkok

TRIBUNBATAM.id - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China tak hanya terjadi di dunia permukaan atau yang terlihat publik dunia.

Amerika Serikat Dukung Penuh Negara ASEAN Soal Laut China Selatan: Komitmen Abadi

Dalam artian, pertikaian dua kekuatan dunia ini juga terjadi di dunia bawah tanah atau mata-mata.

China yang dulunya bukan apa-apa, sekarang juwama hampir ke semua negara, termasuk AS yang dikenal sebagai negara adi kuasa.

ILUSTRASI. Bendera AS dan China. Tensi dua kekuatan dunia ini makin tegang.
ILUSTRASI. Bendera AS dan China. Tensi dua kekuatan dunia ini makin tegang. (IST via KONTAN)

Seorang petugas kepolisian New York (NYPD), Amerika Serikat ( AS), Baimadajie Angwang (33) dituduh bertindak sebagai agen mata-mata pemerintah China.

Menurut jaksa penuntut, dia secara teratur berhubungan dengan anggota Konsulat China dan memberikan informasi intelijen tentang etnis Tibet di New York City sebagaimana dilansir dari CBS News, Senin (21/9/2020).

Provokasi China di Selat Taiwan, Taipei Nyatakan Siap Perang: Kami Memiliki Hak Melawan

China Kecam Menlu Amerika Serikat, Mike Pompeo Diminta Berhenti Sebarkan Rumor

Terjadi Kebocoran Laboratorium di China, 3.245 Orang Telah Terjangkit Brucellosis

Pengaduan federal juga menuduh Angwang melakukan penipuan terhadap Kementerian Pertahanan AS, memberikan pernyataan palsu, dan menghalangi proses resmi.

Ilustrasi
Ilustrasi (shutterstock)

Angwang bekerja di unit urusan masyarakat di Queens, New York, AS, dan terdaftar sebagai sersan staf di Pasukan Cadangan Angkatan Darat AS, yang ditempatkan di Fort Dix, New Jersey, di batalion Urusan Sipil Lintas Udara.

Ilmuwan China Lari ke AS, Sebut Laboratorium Wuhan Ciptakan Corona Dikendalikan Pemerintah

CHINA Jemawa Masuk Laut NATUNA, Indonesia Geram Tak Akui Nine Dash Line

China Kembali Mencatat 32 Kasus Covid-19 Baru, Angka Tertinggi Sejak 10 Agustus

Dia memegang izin keamanan tingkat "rahasia" karena pekerjaannya sebagai Pasukan Cadangan Angkatan Darat AS.

Angwang adalah warga Tibet asli China dan warga negara AS yang dinaturalisasi lalu tinggal di Williston Park, New York.

Juan Tang, peneliti dan anggota tentara China yang diduga melakukan kegiatan mata-mata di Amerika.
Juan Tang, peneliti dan anggota tentara China yang diduga melakukan kegiatan mata-mata di Amerika. (afp)

Jaksa penuntut mengklaim bahwa sejak 2014, Angwang telah "melaporkan aktivitas etnis Tibet, dan lainnya, di wilayah metropolitan New York ke Konsulat".

Jaksa juga mengatakan Angwang melihat dan menilai sumber intelijen etnis Tibet potensial di wilayah metropolitan New York dan sekitarnya.

CHINA Jemawa Masuk Laut NATUNA, Indonesia Geram Tak Akui Nine Dash Line

Covid-19 Mereda, Amerika Serikat Longgarkan Travel Warning Untuk Warganya Bepergian ke China

China Lockdown Kota di Perbatasan dengan Myanmar, Kasus Covid-19 Mulai Ditemukan

Pengaduan tersebut juga menuduh bahwa Angwang memberi pejabat Konsulat China "akses ke pejabat senior NYPD melalui undangan ke acara resmi NYPD".

"Tak satu pun dari kegiatan ini berada dalam lingkup tugas dan tanggung jawab resmi Angwang dengan NYPD atau Pasukan Cadangan Angkatan Darat AS," kata pengaduan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved