BERITA POPULER
Berita Populer di Batam Hari Ini, 2 Perusahaan Bakal Lockdown hingga Tanggapan HKI Kepri
Ada beberapa berita populer di Batam hari ini, Selasa (22/9). Di antaranya soal wacana 2 perusahaan di Batam lockdown 14 hari
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Berita populer Batam hari ini, Selasa (22/9/2020), yakni Banyak Karyawan Kena Covid-19, PT Infenion & PT Philips Batam Bakal Lockdown 14 Hari hingga Tanggapan HKI Kepri terkait Wacana Lockdown Perusahaan di Batam.
Beberapa kejadian di Kepri, termasuk Batam menarik perhatian pembaca.
TRIBUNBATAM.id merangkum beberapa berita populer sebagai berikut:
1. BREAKING NEWS - Banyak Karyawan Kena Covid-19, PT Infenion & PT Philips Batam Bakal Lockdown 14 Hari
Ada 67 kasus positif Covid-19 di Kota Batam, Provinsi Kepri, Selasa (22/9/2020).
• PT Infineon Batam Sempat Tutup Pabrik 2 Hari, Banyak Karyawan Terpapar Covid-19
Dari kasus tersebut, banyak pasien berasal dari dua perusahaan di Kawasan Batamindo Mukakuning dan Panbil.
Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi menginformasikan kedua perusahaan yang karyawannya banyak terpapar Covid-19 ada PT Infinion dan PT Philips.
"Karena itu, saya sudah kirim surat rekomendasi agar kedua PT itu di-lockdown sementara," tegas Didi ketika diwawancarai TRIBUNBATAM.id.
Menurut Didi, lockdown sementara waktu selama 14 hari ini harus dilakukan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam untuk memutus penyebaran virus di kawasan tersebut.
Betapa tidak, berdasarkan data Dinkes Kota Batam, ada 63 karyawan PT. Infenion Mukakuning yang terpapar Covid-19.
Jumlah karyawan PT yang terpapar akan bertambah jika dihitung lagi dengan karyawan dari PT. Philips.
"Karyawan PT. Philips baru dites swab kemarin. Sore nanti hasilnya baru keluar," ujar Didi.
Saat ini karyawan yang terpapar Covid-19 tersebut sudah dirujuk ke RSKI Galang.
2. Wacana Lockdown Perusahaan di Batam Karena Covid-19, Ini Tanggapan Ketua Korwil HKI Kepri
Wacana lockdown dua perusahaan di kawasan Mukakuning karena banyak karyawannya terpapar Covid-19 mendapat sorotan dari Ketua Korwil Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Oka Simatupang.
Menurutnya, lockdown bukanlah solusi yang tepat bagi perusahaan yang karyawannya telah terpapar Covid-19. Terlebih lagi, jumlah tenaga kerja yang mencapai ribuan orang turut menjadi pertimbangan.
Pasalnya, persebaran virus Corona saat ini belum dapat terkendali. Para karyawan yang jumlahnya ribuan tersebut juga tidak dapat dipastikan akan terbebas dari Covid-19 saat perusahaan lockdown. Karena masih berpotensi terpapar akibat aktivitas sosial di luar tempat kerjanya.
"Pada awalnya operator itu terjangkit bukan di tempat kerjanya, tapi berinteraksi dengan masyarakat umum. Nah, mereka ini tanpa sadar jadi OTG dan menularkan ke orang sekitar," ujar Oka, Selasa (22/9/2020).
Apabila lockdown diterapkan, menurut Oka, perusahaan belum dapat menjamin apakah karyawan yang tinggal di luar kawasan industri tidak akan terpapar Corona dari aktivitas sosial dengan masyarakat lainnya.
"Jangan sampai ketika lockdown dan tidak bekerja, malah menjadi carrier virus sehingga merambat ke mana-mana," keluh Oka.
Ia menambahkan, sejatinya langkah yang tepat adalah memberlakukan tracing secara mendetail, melakukan screening awal dengan rapid test, lalu merawat karyawan yang terpapar Covid-19 guna memutus mata rantai penyebarannya.
Dalam hal ini, Oka sangat mendukung diberlakukannya Perwako 49/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan diterapkan secara tegas dan menyeluruh.
"Tanpa adanya punishment atau sanksi masyarakat kita masih mengganggap enteng masalah ini," tegas Oka.
3. UPDATE Corona di Kepri, Hingga Selasa 22 September Total Kasus Covid-19 Capai 1.805
Berdasarkan data terbaru tim gugus covid-19 Provinsi Kepri, jumlah kasus Covid-19 di wilayah Kepulauan Riau masih terus meningkat.
Hingga Selasa (22/9/2020), total kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 di Provinsi ini telah mencapai 1.805 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1114 pasien telah sembuh (discarded) dengan presentase 61,7%, pasien terkonfirmasi yang tengah dirawat 636 orang (35,2%), dan pasien terkonfirmasi meninggal ada 55 orang (3,0%).
Sementara itu, kasus suspek ada sebanyak 195 orang, dan yang telah selesai diperiksa mencapai 3313 suspek discarded.
Adapun jumlah spesimen dalam pemeriksaan sebanyak 177.
Berikut adalah persebaran jumlah kasus suspek dan konfirmasi Covid-19 di Kepri:
Karimun
Suspek: 1
Konfirmasi: 39
Rawat/isolasi hari ini: 2 / 0
Konfirmasi discarded: 36
Meninggal: 1
Batam
Suspek: 116
Konfirmasi: 1238
Rawat/isolasi hari ini: 166 / 378
Konfirmasi discarded: 652
Meninggal: 42
Data kumulatif Batam di luar klaster Kelud 29 kasus, klaster PMI 55 kasus, dan klaster telusur 1 kasus.
Tanjungpinang
Suspek: 42
Konfirmasi: 287
Rawat/isolasi hari ini: 8 / 17
Konfirmasi discarded: 255
Meninggal: 7
Data kumulatif Kota Tanjungpinang di luar klaster Sabuk Nusantara 3 kasus, klaster Ukraina 6 kasus, dan klaster PMI TPI 11 kasus.
Lingga
Suspek: 1
Konfirmasi: 3
Rawat/isolasi hari ini: 2 / 0
Konfirmasi discarded: 0
Meninggal: 1
Natuna
Suspek: 1
Konfirmasi: 0
Rawat/isolasi hari ini: 0 / 0
Konfirmasi discarded: 0
Meninggal: 0
Anambas
Suspek: 0
Konfirmasi: 0
Rawat/isolasi hari ini: 0 / 0
Konfirmasi discarded: 0
Meninggal: 0
Bintan
Suspek: 34
Konfirmasi: 133
Rawat/isolasi hari ini: 11 / 34
Konfirmasi discarded: 85
Meninggal: 3.
(TRIBUNBATAM.id/Thomm Limahekin/Hening Sekar Utami/Rebekha Ashari Diana Putri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-update-data-covid-19-update-data-corona-data-virus-corona-coronavirus.jpg)