Breaking News:

BATAM TERKINI

ADA yang Rusak hingga Tenggelam, Puluhan Kapal Ikan Asing Tangkapan PSDKP Batam Menumpuk di Dermaga

14 dari 58 kapal ikan asing hasil tangkapan yang berada di pelabuhan PSDKP Batam mengalami kerusakan yang cukup parah, hingga ada yang sudah tenggelam

Penulis: | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/ALAMUDIN HAMAPU
Puluhan kapal ikan asing hasil tangkapan PSDKP Batam menumpuk di dermaga, sebagian kapal tersebut ada yang sudah bocor hingga tenggelam. 

Editor : Tri Indaryani

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sebanyak 58 kapal ikan asing saat ini ditangani oleh Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kota Batam.

Kapal kapal Ikan tersebut diamankan karena melakukan Ilegal Fishing di perairan Kepulauan Riau.

Puluhan kapal ikan asing yang diamankan dan menumpuk di PSDKP Batam itu berasal dari berbagai negara di antaranya kapal ikan dari Vietnam, China, Panama hingga beberapa negara lainnya.

Kepala Kepala Pangkalan PSDKP Batam, Salman Mokoginta mengatakan, dari puluhan kapal yang bersandar di pelabuhan PSDKP Batam itu sebagian sudah mengalami kerusakan.

"14 dari 58 kapal yang berada di PSDKP Batam mengalami kerusakan yang cukup parah, hingga ada yang sudah tenggelam," ujar Salman, Rabu (23/9/2020).

Alotnya proses eksekusi oleh pihak kejaksaan terhadap puluhan kapal Ikan asing yang telah Inkracht atau berkekuatan hukum juga menjadikan salah satu alasan kapal ikan asing menumpuk serta ada yang sudah tenggelam karena bocor.

2 Kapal Asing Disebut Masuk Batam Secara Ilegal Tanpa Surat Bebas Covid-19, Ini Kata Kepala KKP

Kepala PSDKP Batam itu juga mengatakan meski pihaknya telah mengeluarkan anggaran perawatan untuk setiap kapal ikan asing yang berada dalam pengawasan PSDKP.

"Jadi waktu paling lama kami bisa lakukan perawatan yakni 30 hari proses penyidikan. Setelah berkas perkara P21 (berkas perkara dinyatakan lengkap), kami langsung laksanakan Tahap II (pelimpahan tersangka dan barang bukti) kepada Kejaksaan dan pada saat itu barang bukti sudah bukan kewenangan kami. Jikapun masih di pelabuhan PSDKP Batam, berarti itu sifatnya titipan Kejaksaan," jelas Salman.

Salman juga mengatakan, puluhan kapal yang telah mendapatkan penetapan hukum tak kunjung dieksekusi oleh Kejaksaan. Sehingga kapal-kapal ikan asing itu menumpuk di pelabuhan PSDKP yang notabenenya sudah melebihi kapasitas

"Kapal patroli kami tidak bisa bersandar di pelabuhan. Jadi kalau mau sandar sekarang ya kami numpang-numpang," jelasnya.

Salman juga mengatakan terkait penumpukan kapal yang sudah mendapatkan kepastian hukum berupa dirampas Negara bahkan ada yang dirampas Negara untuk dimusnahkan juga sudah dikoordinasikan dengan pihak Kejaksaan.

Salman juga mengatakan pihaknya beberapa kali telah mengajukan kepada pihak Kejaksaan agar kapal-kapal tersebut dapat dihibahkan kepada nelayan dimana Hal ini senada dengan harapan Menteri KKP Edy Prabowo yang telah merubah tren menenggelamkan kapal dengan metode baru yang lebih dapat berdampak ke perekonomian nelayan Indonesia, yakni dihibahkan.

"Kalau kami maunya mengikuti keinginan Menteri KKP, pak Edy Prabowo untuk dihibahkan, karena kita tau sendiri bahwa kerugian Negara akibat illegal fishing ini sekian triliun pertahun. Jika mengikuti metode pemusnahan, pasti proses penangkapannya keluar uang, proses penyidikan keluar uang, giliran sudah di tangkap, penenggelaman keluar uang juga, lalu kapan kerugian ini bisa kembali kalau dimusnahkan," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved