LIGA INGGRIS
Terungkap, Ternyata Ini Alasan Timo Werner Tolak Jadi Eksekutor Penalti Kala Melawan Tottenham
Pada adu tos-tosan itu Chelsea mempercayakan eksekusi penalti kepada Tammy Abraham, Cesar Azplilicueta, Jorginho, Emerson, dan Mason Mount
Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
Editor Nandrson
TRIBUNBATAM.id, LONDON - Kekalahan Chelsea dari Tottenham di babak keempat Piala Liga Inggris ( Carabao Cup ) 2020/21 masih menyisakan cerita.
Chelsea tersingkir dari Spurs setelah kalah adu penalti pada pertandingan yang berlangsung di Tottenham Stadium, London itu.
Setelah bermain imbang 1-1 selama waktu normal, Chelsea kalah 4-5 dalam adu penalti tersebut.
Satu-satunya eksekusi penalti yang gagal dari pemain Chelsea saat dieksekusi oleh Mason Mount.
Setelah pertandingan itu, muncul pertanyaan kenapa tidak ada nama Timo Werner sebagai eksekutor.
Padahal Timor Werner adalah pencetak gol yang membawa Chelsea unggul lebih dulu saat pertandingan.
• UPDATE Transfer Chelsea - Kalah Bersaing, Ross Barkley Dipinjamkan ke Aston Villa
Setelah pertandingan baru terungkap kenapa striker asal Jerman itu tidak mendapat kesempatan menjadi eksekutor penalti.
Pada adu tos-tosan itu Chelsea mempercayakan eksekusi penalti kepada Tammy Abraham, Cesar Azplilicueta, Jorginho, Emerson, dan Mason Mount.
Tidak ada nama Timo Werner.
Belakangan diketahui, ternyata Timo Werner menolak menjadi algojo penalti untuk Chelsea saat melawan Tottenham Hotspur.
Mengapa?
Timo Werner jadi satu-satunya pencetak gol The Blues pada waktu normal.
Namun, striker timnas Jerman itu tak ikut serta ketika adu penalti.
Menurut laporan jurnalis ESPN, James Olley, sang bomber menolak untuk jadi eksekutor lantaran kakinya bermasalah.
"Frank Lampard bertanya kepada Werner, yang sedang dirawat karena kram, apakah dirinya bersedia mengambil penalti. Werner berkata tidak," demikian isi cuitan Olley.
Pelatih Chelsea, Frank Lampard, sudah mengonfirmasi mengenai hal tersebut.
"Timo mengalami kram menjelang akhir pertandingan dan kami harus mencari orang lain."
"Jadi, kami harus melakukan penyesuaian," tutur sang nakhoda.
The Blues menurunkan Tammy Abraham, Cesar Azplilicueta, Jorginho, Emerson, dan Mason Mount sebagai algojo penalti.
Mount jadi satu-satunya eksekutor yang gagal menyumbang angka buat London Biru.
Adapun kelima penendang Spurs berhasil mencetak skor via titik putih.
Jalannya pertandingan
Chelsea mendominasi jalannya pertandingan dan mampu mencetak peluang pada menit ke-17.
Mason Mount, yang melakukan aksi individu di sisi kanan pertahanan Tottenham, mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti.
Callum Hudson-Odoi, yang berdiri bebas di dalam kotak penalti Tottenham, melepaskan tendangan kaki kiri.
Namun, bola masih terlalu lemah dan mampu ditangkap dengan mantap oleh Hugo Lloris.
Hanya selang dua menit, tepatnya pada menit ke-19, Chelsea berhasil membuka keran gol.
Memanfaatkan kesalahan rekrutan anyar Tottenham, Sergio Reguilon, Callum Hudson-Odoi berhasil merebut bola.
Hudson-Odoi pun mengirimkan umpan terobosan kepada Cesar Azpilicueta yang melakukan overlap di sisi kiri pertahanan The Lilywhites.
Sempat mengecoh Reguilon, Azpilicueta mengirimkan umpan silang yang gagal diantisipasi tiga bek Tottenham sekaligus.
Timo Werner, yang berdiri bebas, dengan nyaman melepaskan tendangan kaki kanan menyusur tanah dari dalam kotak penalti.
Lloris hanya melongo melihat bola tendangan Werner bersarang ke dalam gawangnya. Skor 1-0 untuk Chelsea.
Tak terima gawang mereka kebobolan, Tottenham mencoba membalas hanya semenit berselang, tepatnya menit ke-20.
Steven Bergwijn melakukan aksi individu di lini pertahanan Chelsea hingga berhasil melewatkan bola dari kiper The Blues, Edouard Mendy.
Namun, Bergwijn sempat terjatuh dan membuatnya sulit mencapai bola yang sudah berhasil melewati Mendy.
Kurt Zouma, yang berada di belakang Bergwijn, berhasil mencapai bola terlebih dulu dan membuang si kulit bulat ke arah Azpilicueta yang berada di sebelah kanannya.
Tottenham gagal memanfaatkan peluang emas mereka menjadi sebuah gol penyeimbang.
Tottenham tampil makin menyerang setelah kebobolan satu gol.
Pada menit ke-35, Tottenham kembali gagal mengonversi peluang emas mereka menjadi gol.
Kali ini, Erik Lamela gagal memanfaatkan umpan silang Serge Aurier dari sisi kiri pertahanan Chelsea.
Lamela melepaskan tendangan kaki kanan menyusur tanah dari dalam kotak penalti, tetapi masih berhasil dihalau oleh Mendy.
Tak ada peluang lain tercipta di sisa waktu babak pertama. Skor 1-0 untuk keunggulan Chelsea bertahan hingga turun minum.
Babak kedua baru berjalan lima menit, Tottenham sudah mendapatkan peluang emas, tepatnya pada menit ke-50.
Serge Aurier melakukan penetrasi di sisi kiri pertahanan Chelsea dan mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti.
Sergio Reguilon, yang berlari dari lini tengah menuju kotak penalti Chelsea, menyambut umpan Aurier dengan tendangan kaki kiri dari dalam kotak penalti.
Akan tetapi, kiper Edouard Mendy masih sigap menepis bola dan mengagalkan Tottenham menyamakan kedudukan.
Reguilon kembali mendapatkan peluang apik pada menit ke-72.
Mendapat umpan silang dari Aurier dari sisi kanan pertahanan Chelsea, Reguilon terbang untuk menyundul bola umpan Aurier.
Namun, bola hanya sedikit menyentuh kepala Reguilon, yang membuat bola melebar di sisi kanan gawang Mendy.
Harry Kane, yang masuk pada menit ke-70 menggantikan Japhet Tanganga, mendapatkan kesempatan pada menit ke-81.
Kane mendapatkan ruang tembak yang bagus saat menerima bola di kotak penalti Chelsea.
Namun, tendangan kaki kiri Kane masih melambung di atas mistar gawang The Blues.
Tottenham akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-84 lewat Erik Lamela.
Menerima umpan silang dari Reguilon, Lamela, yang lepas dari penjagaan Emerson Palmieri, berhasil menceploskan bola ke gawang Mendy dengan nyaman lewat tendangan kaki dari dalam kotak penalti.
Tottenham pun memperpanjang napas mereka untuk bisa lolos ke babak perempat final Piala Liga Inggris.
Sampai peluit panjang babak kedua berbunyi, skor sama kuat 1-1 tidak berubah sama sekali. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak adu penalti.
Tottenham menjadi pihak pertama yang mengambil tendangan penalti pada laga tersebut.
Seluruh pemain Tottenham berhasil menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti dengan bagus.
Sementara itu, seluruh penendang Chelsea berhasil menjalankan tugasnya, kecuali Mason Mount.
Petaka datang bagi Chelsea setelah Mason Mount gagal mengeksekusi tendangan penalti kelima The Blues.
Tendangan Mount membentur tiang kanan gawang Lloris dan membuat Chelsea harus tersisih dari Piala Liga Inggris.
Tottenham pun berhasil lolos ke babak perempat final Piala Liga Inggris musim 2020-2021.
Tottenham Hotspur 1-1 Chelsea (Erik Lamela 84'; Timo Werner 19')
Penalti: Tottenham Hotspur 5-4 Chelsea
Susunan pemain Tottenham Hotspur vs Chelsea:
Tottenham Hotspur (3-5-2): 1-Hugo Lloris; 4-Toby Alderweireld, 15-Eric Dier, 39-Japhet Tanganga (10-Harry Kane 70'); 3-Sergio Reguilon, 17-Moussa Sissoko, 24-Serge Aurier, 28-Tanguy Ndombele, 30-Gedson Fernandes (5-Pierre-Emile Hoejbjerg 63'); 11-Erik Lamela, 23-Steven Bergwijn (27-Lucas Moura 76')
Pelatih: Jose Mourinho
Chelsea (4-2-3-1): 16-Edouard Mendy; 14-Fikayo Tomori, 15-Kurt Zouma, 21-Ben Chilwell (33-Emerson Palmieri 66'), 28-Cesar Azpilicueta; 5-Jorginho, 17-Mateo Kovacic (7-N'Golo Kante 70'); 11-Timo Werner, 19-Mason Mount, 20-Callum Hudson-Odoi; 18-Olivier Giroud (9-Tammy Abraham 76')
Pelatih: Frank Lampard
Wasit: Lee Stephen Mason
.
.
.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/timo-werner-paling-kiri-saat-adu-penalti-melawan-tottenham.jpg)