ASET BP BATAM
IPAL Jadi Solusi Menjaga Kelestarian Air Waduk di Kota Batam
Bangunan waste water treatment plant (WWTP) IPAL BP Batam saat ini hampir selesai di kawasan Bengkong Sadai.
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam jadi strategi jitu melestarikan air bersih di waduk Kota Batam.
Bangunan waste water treatment plant (WWTP) IPAL BP Batam saat ini hampir selesai di kawasan Bengkong Sadai.
Sementara itu, sebanyak ribuan jaringan perpipaan IPAL BP Batam juga telah tertanam di sekitar wilayah permukiman Batam Center.
Selain menjadi alternatif sumber air baku yang baru di Kota Batam, pembangunan IPAL juga dapat mencegah pencemaran limbah rumah tangga di sejumlah waduk Kota Batam.
Manajer Pengolahan Air Limbah, BU Fasling BP Batam, Iyus Rusmana mengatakan, selama ini air limbah dari permukiman Batam Center kerap mengalir menuju lokasi Waduk Duriangkang.
"Semula, air limbah itu semua mengalir ke Dam Duriangkang, kalau kita biarkan bisa mencemarkan air," ujar Iyus, baru-baru ini.
Dengan dibangunnya IPAL, air limbah dapat tertampung dalam WWTP, kemudian segera diolah menjadi produk air bersih dan pupuk kompos.
Meski dalam DED (Detail Engineering Design), BP Batam berupaya memanfaatkan kembali air bersih hasil pengolahan limbah yang semula dibuang ke laut lepas untuk keperluan industri dan rumah tangga.
"Hasil akhirnya, nanti ada air bersih sekitar 230 liter per detik dan pupuk kompos 18 m⊃2; per harinya," tambah Iyus. (adv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0610ilustrasi-waduk-di-batam.jpg)