Breaking News:

PILKADA KEPRI

Belum Maksimal, KPU Kepri Dorong Tiga Paslon Kepala Daerah Gencar Kampanye di Medsos

Komisioner KPU Kepri Arison bilang, sesuai aturan, setiap paslon Gubernur Kepri dan wakil bisa mendaftarkan maksimal 30 akun medsos

Penulis: | Editor: Dewi Haryati
wahyu
KAMPANYE - Komisioner KPU Kepri Arison, mendorong 3 paslon kepala daerah di Kepri lebih maksimal memanfaatkan akun media sosial sebagai sarana kampanye kepada pendukung atau masyarakat Kepri. foto ilustrasi pilkada 2020 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Hari hak Pilkada yang akan digelar 9 Desember 2020, tinggal dua bulan lagi. Lalu bagaimana keamanan Pilkada di Kepri?

Menurut Komisioner KPU Kepri Arison, tiga pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) pada Pilkada Serentak 2020 masih belum maksimal memanfaatkan akun media sosial sebagai sarana kampanye kepada pendukung atau masyarakat Kepri.

"Kita dorong seperti itu. Seharusnya kampanye via media sosial lebih digencarkan para kandidat calon kepala daerah. Karena kenapa? Ya kampanye tatap muka tidak bisa dilakukan secara maksimal di tengah situasi wabah pandemi COVID-19," kata Arison baru-baru ini.

Ia menuturkan, dari tiga pasangan calon, pasangan nomor urut satu Soerya Respationo-Iman Sutiawan hanya mendaftarkan lima akun media sosial, yakni dua facebook, satu instagram, satu twitter dan satu YouTube.

Kemudian, paslon nomor urut dua, Isdianto-Suryani juga mendaftarkan lima akun media sosial, di antaranya dua media sosial facebook, dua instagram, dan satu twitter.

AWAS, KPU Ingatkan Paslon Pilkada Kepri Tak Langgar 6 Hal Ini Saat Kampanye

Daftar Nomor Urut Peserta Pilkada Kepri, Pilkada Batam, Anambas, Bintan, dan Karimun

Sedangkan untuk paslon nomor urut tiga Ansar Ahmad-Marlin Agustina paling banyak mendaftarkan 11 akun media sosial, yaitu lima facebook, lima instagram dan satu twitter.

"Padahal aturan perundang-undangan membolehkan tiap-tiap paslon gubernur dan wakil gubernur mendaftarkan maksimal 30 media sosial. Namun, tampaknya ketiga paslon kurang memanfaatkan medsos untuk berkampanye," ucap Arison lagi.

Ia berharap ketiga paslon dapat memanfaatkan media sosial seluas-luasnya untuk mempromosikan visi-misi terbaik demi merebut simpati masyarakat Kepri.

"Jangan sampai ada saling lapor melaporkan terkait hal ini. Sebab kita ini semua merupakan masyarakat Kepri. Mari jaga kondusivitas agar pilkada tetap berjalan aman dan tertib serta tak buat gaduh," imbaunya.

Arison mengimbau dan mengharapkan semua calon kepala daerah tidak saling serang, menghujat, apalagi menjelek-jelekkan satu sama lain di media sosial. Kepada simpatisan, agar tetap mengikuti pesta demokrasi ini dengan damai.

(TribunBatam.id/leo halawa)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved