Breaking News:

Pastikan Distribusi Vaksin Merata, China dan 69 Negara Kaya Bergabung Kembangkan Vaksin Covid-19

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying dalam sebuah pernyataan mengatakan, pihaknya mengambil langkah konkret untuk memastikan ...

Channel News Asia
Kandidat vaksin virus korona dari Sinovac Biotech Ltd 

TRIBUNBATAM.id, BEIJING - China diketahui akan bergabung dengan aliansi pengembangan vaksin Covid-19 bersama dengan lebih dari 60 negara kaya lainnya. 

'Negeri Tirai Bambu' itu sebelumnya telah menandatangani kesepakatan untuk bergabung dalam aliansi COVAX yang dipimipin oleh Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO). 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying dalam sebuah pernyataan mengatakan, pihaknya mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi vaksin yang merata dan adil. 

"Kami mengambil langkah konkret ini untuk memastikan distribusi vaksin yang adil, terutama untuk negara berkembang. Kami juga berharap negara yang lebih mampu bisa bergabung dan mendukung COVAX," kata Hua dalam pernyataan resmi, Jumat, (9/10/2020). 

"Kami menghormati komitmen untuk menjadikan vaksin Covid-19 menjadi barang publik global," ujarnya menambahkan. 

Melansir AFP, China sejauh ini memiliki empat kandidat vaksin virus corona yang sedang dalam uji klinis tahap ketiga.

Namun, belum jelas ketentuan dalam perjanjian tersebut dan kontribusi China terhadap aliansi. Sebelumnya Presiden Xi Jinping mengatakan jika vaksin corona yang tengah mereka kembangkan bisa digunakan oleh publik global. 

Sebelumnya China dan AS tidak masuk dalam aliansi penyediaan vaksin corona. Bergabungnya China ini menjadikan WHO bersama aliansi vaksin global Gavi dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI) untuk memastikan distribusi secara adil di masa depan. 

Melalui COVAX, China Teken Perjanjian Bakal Distribusikan Vaksin Covid-19 ke Negara-negara Miskin

Aliansi berupaya mengumpulkan dana sebesar US$38 miliar untuk menyediakan vaksin corona bagi 92 negara miskin yang sebelumnya telah mendaftarkan diri. 

"Di antara mereka (daftar negara) yang telah mendaftar termasuk Komisi Eropa atas nama 27 negara anggota Uni Eropa ditambah Norwegia dan Islandia," tulis pernyataan tersebut. 

"Tujuan fasilitas Covax adalah untuk mencoba bekerja dengan setiap negara di dunia. Saya mengatakan bahwa kami telah melakukan percakapan dan akan terus melakukannya dengan semua negara," kata Ketua Gavi Seth Berkley dalam konferensi pers virtual pada akhir September lalu. 

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan optimismenya karena hampir dua per tiga dari populasi global sepakat untuk berpartisipasi dalam mekanisme pemerataan vaksinasi corona.

"Ini bukan amal, ini demi kepentingan terbaik semua negara. Nasionalisme vaksin hanya akan melanggengkan penyakit dan memperpanjang pemulihan global," ucapnya.(*) 

Recruit ATBs Employees, BP Batam Apply Conditions That Force Employees to Break Company Rules

BP Batam Pastikan Ketersediaan Air Baku di Batam Terjamin

KRONOLOGI Demo Tolak UU Omnibus Law di Batam Versi Korlap Aksi Mahasiswa Kepri

7 Jenis Sayuran yang Tidak Boleh Dikonsumsi Setiap Hari

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved