Berita Populer Hari Ini: Suami Murka Lihat Istri Selingkuh & Pelabuhan Batam Centre Jadi Entry Point
TribunBatam.id merangkum dua peristiwa terpopuler di Batam hari ini, Selasa (13/10/2020).
Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Beragam peristiwa terjadi di Kota Batam satu hari ini.
Meski demikian, TribunBatam.id merangkum dua peristiwa terpopuler yang terjadi di Batam, Selasa (13/10/2020).
Peristiwa itu di antaranya kerbiutan di Hotel Sentosa Plaza (SP) Sagulung, serta Pelabuhan Batam Centre yang dijadikan entry point, mendukung rencana dibukanya pintu masuk Singapura untuk kalangan bisnis, pengusaha, diplomatik, serta urusan kedinasan lainnya pada 26 Oktober 2020.
Berikut rangkuman beritanya kami sajikan untuk Anda.
1. HT Murka Lihat Istrinya dengan Pasangan Lain di Hotel SP
Suasana hotel Sentosa Plaza (SP) di Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Senin (12/10) malam mendadak heboh.
Keributan itu terungkap setelah HT Sihotang angkat bicara.
Bersama keluarga dan kerabatnya, ia mendatangi tempat penginapan itu.
Benar saja, HT menemkan istrinya asyik berduaan di salah satu kamar hotel bersama seorang pria yang tak ia kenali.
Seketika ia murka. Amarahnya meledak. Baku hantam nyaris terjadi di hotel tersebut.
Beruntung, sejumlah keluarga HT yang hadir menengahi masalah tersebut.
"Gimana tak marah bang, di depan mata saya temukan istri saya bersama pria lain di dalam kamar hotel," ujar HT kepada TribunBatam.id.
Ia sudah menaruh curiga, terlebih dengan tingkah istrinya yang menurutnya berbeda dari biasanya.
"Pas lah tadi malam, saya dapat info dari kawan bahwa istri saya ada masuk ke hotel.
Saya pun kaget, untuk memastikan itu saya pun mengajak saudara dan kerabat untuk mengeceknya langsung.
Setelah kami lihat ternyata betul," kata HT.
Sebelumnya, pantauan Tribun dilokasi kejadian malam itu puluhan warga memadati hotel, mulai dari pintu masuk hingga parkiran.
Warga yang tergabung dalam beberapa ormas turut serta ikut menggeruduk kamar hotel.
Suasana itu seketika mencekam, ada lima orang petugas sekuriti hotel menghalau warga.
Aksi itu membuat warga semakin menjadi-jadi.
Akhirnya TNI dan Polisi turun mengamankan aksi keributan itu.
Suasana keributan seketika menyita perhatian sejumlah pengunjung kawasan alun-alun SP, bahkan pengunjung bola futsal yang berjarak hanya 10 meter dari hotel ikut menyaksikan.
Ada sepasang wanita dan pria yang diamankan keluar hotel.
Untuk menghindari amukan massa, sepasang pria dan wanita yang diamankan itu langsung dibawak ke Polsek Sagulung.
2. Pelabuhan Batam Centre Jadi Entry Point, Siap Terapkan Kebijakan Indonesia-Singapura 26 Oktober 2020
Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre siap menerima warga negara Singapura melalui jalur Travel Corridor Agreement (TCA).
Sejumlah hal, mulai dari protokol kesehatan yang diperketat, termasuk pelayanan keimigrasian di area pelabuhan disiapkan untuk merealisasikan kesepakatan antar dua negara itu pada 26 Oktober 2020.
Pelabuhan ini menjadi entry point masuknya WNA Singapura ke Batam.
Akses masuk perbatasan Singapura-Indonesia mulai dilonggarkan dengan diluncurkannya Travel Corridor Agreement (TCA) bagi warga negara Indonesia dan warga negara Singapura.
TCA yang oleh pihak Singapura disebut sebagai Reciprocal Green Lane (RGL) ini, memungkinkan WNI dan WNA Singapura untuk melakukan perjalanan antara Indonesia dan Singapura dengan tujuan bisnis, diplomatik, maupun kedinasan mendesak mulai 26 Oktober 2020.
Baca juga: Berita Terpopuler: Tes Kepribadian, Tebak Jumlah Anjing pada Gambar? Hasilnya Tentukan Usia Mentalmu
Baca juga: BERITA TERPOPULER! Soal Ahok Gabung BUMN, Mahfud MD: Mantan Napi Boleh Jabat Pejabat Publik
"Kalau ditanya kesiapan, kami sudah siap, tapi kan masih lama nanti tanggal 26," ujar Asisten Manajer Pelabuhan Internasional Batam Center, Sobri saat ditemui di lokasi pelabuhan, Selasa (13/10/2020).
Menurutnya, jadwal pelayaran kapal dari dan menuju Pelabuhan Batam Centre masih sama seperti beberapa bulan sebelumnya.
Yakni tiga kali kedatangan dan tiga kali keberangkatan.
Pelayaran pun masih dijalankan secara bergantian antara agen penyedia jasa transportasi kapal, dengan sistem ganjil dan genap.
"Masih sama, satu trip ke Malaysia, dua trip ke Tanah Merah," ungkapnya.
Kesiapan Tenant Mal di Batam
Kebijakan Pemerintah Singapura dan Indonesia segera membuka jalur perbatasan sejak pandemi Covid-19 melanda tujuh bulan lalu disambut baik tenant sejumlah mal di Kota Batam.
Kedua negara diketahui telah mencapai kata sepakat pada Senin (12/10/2020) pagi dan akan mulai memberlakukannya dua pekan ke depan atau tepatnya pada tanggal 26 Oktober 2020.
Sebagai kota yang berdekatan dengan Negara Singapura, beberapa penjaga tenant mengakui jika kesepakatan itu sangat menguntungkan para pelaku usaha di Kota Batam.
"Tentu senang. Sejak Covid-19, kami sepi pembeli," kata salah satu penjaga tenant pakaian bermerek, Lusi antusias menjawab pertanyaan TribunBatam.id, Senin (12/10/2020).
Menurut Lusi, sejak pandemi Covid-19, mal tempatnya berjualan mengalami penurunan jumlah pengunjung.
Apalagi sejak Pemerintah Singapura menutup akses keluar bagi warga negaranya.
"Memang yang ke sini itu kebanyakan wisatawan Singapura. Kadang mereka mengaku hanya untuk berbelanja ke Batam," ucap Lusi lagi.
Bahkan, dia mengakui jika manajemen toko pakaian bermerek tempatnya bekerja sampai harus membanting harga untuk menutupi kerugian akibat sepinya pembeli.
Dari harga jutaan, lanjut dia, harga pakaian bermerek itu bisa dijual dengan harga ratusan ribu saja. Beberapa kali, diskon besar-besaran pun ikut diberikan.
"Tapi tak cukup menarik pembeli. Karena dampak Covid-19 ini cukup besar ke penjual. Toko kami saja sampai mengurangi outlet di luar mal," ujarnya sedih.
Dia berharap, dengan dibukanya jalur perbatasan Singapura dan Indonesia dapat kembali membangkitkan sektor ekonomi di bidang pariwisata dan bidang lainnya.
Sebagaimana diketahui, warga berkebangsaan Singapura memang mendominasi kunjungan wisman di Kota Batam.
Diketahui dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, wisman Singapura mendominasi jumlah kunjungan sejak bulan Januari hingga Juni 2020 lalu dengan persentase 49,59 persen.
Jumlah kunjungan wisman Singapura sejak bulan Januari hingga Juni itu tercatat sebanyak 148.909 kunjungan.
Pantauan Tribun Batam di salah satu mall Kota Batam, beberapa pengunjung pun berharap dengan dibukanya jalur perbatasan antara Singapura dan Indonesia dapat memberi dampak signifikan terhadap perekonomian warga Batam yang kian hari kian surut.
"Semoga Covid-19 cepat selesai dan semua kembali pulih," ujar salah satu pengunjung, Ichsan kepada Tribun Batam saat ditemui di mal kawasan Nagoya.(TribunBatam.id/Beres Lumbantobing/Hening Sekar Utami/Ichwannurfadillah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/13102020hotel-sp-sagulung-batam.jpg)