Breaking News:

BATAM TERKINI

Pedagang Pasar Tak Punya Gadget Hingga Rekening, Kendala Penerapan Pembayaran Non Tunai di Batam

Sebagai tahap awal, Pasar Hang Tuah di Nongsa dan Pasar Seroja di Sagulung menjadi tahap pertama dalam penerapan pembayaran non tunai di Batam.

TRIBUNBATAM.ID/HENING SEKAR UTAMI
PEMBAYARAN NON TUNAI - Suasana Pasar Mitra Raya I Batam, Rabu (9/9/2020). Disperindag Kota Batam masih menemukan kendala dalam menerapkan pembayaran non tunai di pasar tradisional di Batam. 

Editor: Septyan Mulia Rohman

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Penerapan pembayaran non-tunai pada sejumlah pasar tradisional di Batam terkendala minimnya pedagang yang belum memiliki perangkat android.

Tidak hanya itu, sejumlah pedagang juga belum memiliki rekening khusus sebagai tempat penyimpanan uang hasil transaksi.

Dengan kendala itu, Kepala Bidang Pasar Disperindag Kota Batam, Zulkarnain tetap optimis dengan penerapan pembayaran non tunai tersebut.

Selain merupakan keharusan karena instruksi presiden, pihaknya akan menawarkan alternatif lain untuk merealisasikan program tersebut.

Menurutnya, ada 24 bank yang sudah terintegrasi dengan program tersebut.

"Pedagang bisa mengajukan permohonan untuk mendapat QRIS ini. Paling tidak, syaratnya harus buka rekening," sebutnya, Selasa (13/10/2020).

Zulkarnain menyebut, ada banyak manfaat dari penerapan sistem QRIS dalam transaksi jual beli di pasar ini.

Pertama, sistem pembayaran non-tunai meminimalisir terjadinya kontak fisik antara penjual dan pembeli. Dalam metode ini, penjual dan pembeli memanfaatkan teknologi aplikasi pembayaran online beserta kode QRIS yang terintegrasi.

"Seperti banyak informasi yang beredar kan, sekarang sudah mulai ada penyebaran Covid-19 melalui uang kertas maupun logam.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved