Prabowo Subianto Beda Pendapat sama Fadli Zon soal UU Cipta Kerja, Kenapa?
Prabowo Subianto yang masuk dalam jajaran menteri Jokowi disebut mendukung Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang telah disahkan DPR.
Editor: Anne Maria
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang terang-terangan menolak UU Cipta Kerja.
Ia bahkan sempat meminta maaf kepada masyarakat lantaran tak bisa mencegah agar UU Cipta Kerja disahkan.
"Sebagai anggota DPR, saya termasuk yang tidak dapat mencegah disahkannya undang-undang ini," ujar Fadli dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (7/10/2020).
Namun demikian, sikap yang diambilnya justru berbeda dengan sang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Prabowo Subianto yang masuk dalam jajaran menteri Jokowi disebut mendukung Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang telah disahkan DPR.
Seperti diketahui kini Prabowo menjabat Menteri Pertahanan RI sementara Fadli Zon menjabat anggota DPR RI.
Baca juga: 5 Kepala Daerah yang Tolak UU Cipta Kerja, Fadli Zon dan Amien Rais Angkat Bicara
Baca juga: Dikritik Habis-habisan Fadli Zon tapi Didukung Gerindra, Apa Sikap Prabowo tentang UU Cipta Kerja
Fadli Zon saat itu mengaku bukan merupakan Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR yang bertugas melakukan pembahasan RUU Cipta Kerja sejak awal hingga disahkan.
"Selain bukan anggota Baleg, saya pun termasuk yang terkejut adanya pemajuan jadwal Sidang Paripurna kemarin, sekaligus mempercepat masa reses. Ini bukan apologi, tapi realitas dari konfigurasi politik yang ada. Saya mohon maaf," papar Fadli.
Rekan Fadli Zon di Partai Gerindra yakni Habiburokhman menghormati sikap Fadli Zon.
"Saya tidak bisa mengomentari secara khusus senior saya. Saya tidak tahu konteksnya seperti apa? Redaksinya bagaimana? Dia senior saya, kita hormati," ucap Anggota Komisi III DPR itu.
Mengapa bisa berbeda pendapat?
Pengamat politik UIN Jakarta Adi Prayitno menilai permintaan maaf Fadli Zon kepada publik menunjukkan sikap pribadi yang menolak Omnibus Law UU Cipta kerja.
Sebelumnya, Anggota DPR fraksi Partai Gerindra itu meminta maaf tidak dapat mencegah pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi undang-undang, oleh DPR.
"Fadli Zon ingin curhat ke publik bahwa sikap pribadinya yang menolak RUU Omnibus Law tak di dengar di Gerindra," ucap Adi saat dihubungi Tribunnews.com dua hari lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/fadli-zon-dan-prabowo.jpg)