Breaking News:

Istri Jumhur Curhat! Aktivis KAMI Jabat Kepala BNP2TKI Masa SBY, Pernah Jadi Relawan Dukung Jokowi

Jauh sebelum marak aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang disahkan pemerintahan sekarang, nama Jumhur Hidayat pernah ada di pendukung Jokowi

Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan saat dihadirkan dalam rilis kasus di Bareskrim Polri, Kamis (15/10/2020). 

TRIBUNBATAM.ID - Jauh sebelum maraknya aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang disahkan pemerintahan sekarang, nama Jumhur Hidayat pernah ada di antara pendukung Jokowi.

Baca juga: Polisi Bongkar 9 Hasutan di Grup WA Petinggi KAMI, Bikin Rusuh seperti 98 hingga Bawa Bom Molotov

Ia dikenal sebagai aktivis '98 jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang pernah menduduki jabatan sebagai Kepala BNP2TKI di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Jumhur juga menjadi salah satu pendukung Joko Widodo pada Pemilu tahun 2014.

Saat menjadi tim pemenangan Jokowi-JK di Pilpres 2020
Saat menjadi tim pemenangan Jokowi-JK di Pilpres 2020 (Facebook/Moh Jumhur Hidayat)

Ia kemudian menjadi salah satu anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dideklarasikan Agustus lalu.

Jumhur merupakan satu dari sejumlah aktivis KAMI yang ditangkap polisi.

Baca juga: 9 Orang Anggota KAMI Jadi Tersangka, Salah Satu Tersangka Asal Batam, Dikenal Vokal dan Kritis

Ia ditangkap Selasa pagi, 13 Oktober 2020 sekitar pukul 07.00 WIB di kediamannya di Kota Depok, Jawa Barat.

Jumhur kini ditetapkan menjadi tersangka bersama beberapa aktivis teras KAMI dari Jakarta, Tangerang Selatan serta Medan oleh polisi.

Terkait penangkapan ini, istri Jumhur Hidayat menceritakan detik-detik penangkapan suaminya di kediamannnya.

Baca juga: Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Ditolak Jenguk Petinggi KAMI di Bareskrim Polri,Terima Kasih

Alia Febiyani, istri Jumhur Hidayat, menyuarakan kekesalannya pada polisi saat proses penangkapan berlangsung.

Polisi dianggap tidak taat protokol kesehatan ketika menjemput suaminya atas klaim melanggar UU ITE.

Din Syamsuddin saat meminta loyalisnya untuk mundur dan pulang saat ditolak untuk menjenguk tokoh KAMI di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (15/10/2020) siang.
Din Syamsuddin saat meminta loyalisnya untuk mundur dan pulang saat ditolak untuk menjenguk tokoh KAMI di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (15/10/2020) siang. (Tribunnews.com/Igman Ibrahim)
Halaman
1234
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved